PERANAN KOMPUTER DALAM PENGELOLAAN ADMINISTRASI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN WAJO

abstraks: 

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT oleh karena Rahmat dan Hidaya-Nya sehingga penyusunan Skripsi ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana.
Namun penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan dan pembahasan skripsi ini, masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis dengan hati yang lapang ,menerima kritikan-kritikan, saran-saran dan petunjuk-petunjuk yang sifatnya konstruktif.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, sehingga seyogyanya kalau pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus khususnya kepada :
1. Bapak Dr.H.M. Sanusi Karateng, selaku Ketua Umum Yayasan Perguruan Puangrimaggalatung Sengkang atas usahanya mengembangkan pendidikan di Kabupaten Wajo dan sekitarnya.
2. Bapak Drs. H. Sumange Alam selaku Ketua STIA Puangrimaggalatung Sengkang bersama Bapak / Ibu para Civitas Akademika STIA Puangrimaggalatung Sengkang, yang telah banyak memberikan arahan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan. Dalam menyelesaikan jenjang pendidikan strata satu di perguruan ini.
3. Bapak Prof. Drs Imran Ismail, MS dan Ibu Dra Hj. Nurdjannah Abbas masing-masing sebagai pembimbing I dan pembimbing II penulis, atas segala bimbingan dan petunjuknya yang kepada penulis dalam penyelesaian penyusunan skripsi ini.
4. Bapak / Ibu Dosen STIA Puangrimaggalatung Sengkang yang telah banyak memberikan arahan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan.
5. Ayah, Ibu tercinta dan keluarga yang selalu memberikan dorongan dan bimbingan /bantuan baik moril maupun materil serta doa restunya sehingga penulis dapat menyelesaikan studi sampai tahap akhir dengan penulisan sebuah skripsi.
6. Seluruh rekan mahasiswa dan pihak lainnya yang tidak sempat disebutkan satu persatu atas parti¬sipasi dan bantuannya selama ini.
Segala bantuan dari semua pihak, penulis menyerahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk mem¬berikan pahala yang berlipat ganda. Akhirnya mudah-mudahan skripsi ini dengan segala kekuranganya dapat bermanfaat bagi kita sekalian, Amin .............
Sengkang, 2008

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi dewasa ini, dimana dunia semakin terasa sempit karena kemajuan teknologi, terutama di bidang informasi, komunikasi dan teknolo¬gi, terlihat tuntutan tugas bagi semua pihak yang se¬makin meningkat dan semakin berat. Dikalangan organi¬sasi pemerintah baik di tingkat pusat maupun di ting¬kat daerah, mereka terasa perlunya penyelesaian tugas umum pemerintahan dan pembangunan dengan cepat, ber¬daya guna dan berhasil guna.
Proses pelaksanaan administrasi dapat dipercepat dan dipertepat serta praktis dengan meman¬faatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terse¬but, di samping dengan menggunakan cara kerja yang sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi, organisasi dan manajemen yang moderen.
Administrasi, organisasi dan manajemen yang moderen itu hanya dapat terwujud apabila manusia sebagai pelaksananya berpikiran moderen dan maju atau disebut juga manusia moderen. Manusia moderen adalah mereka yang sadar dan berusaha meningkatkan “mutu hidupnya”. Mutu hidup itu hanya dapat terwujud apabila ia beker¬jasama dengan orang lain dalam berbagai bentuk organi¬sasi (organisasi pemerintah, organisasi niaga dan organisasi kemasayarakatan lainnya).
Sejalan dengan semakin meningkatnya kegiatan yang harus dilakukan mulai dari mengumpulkan, men¬ginterprestasi, menyimpan dan menyalurkan data kepada pemakai, maka pada abad teknologi sekarang ini penangannannya akan lebih efisien dan ekonomis apabila dilakukan dengan menggunakan alat-alat elektronis seperti komputer dalam mengolah data menjadi informasi.
Komputer dapat bekerja dengan sangat cepat dalam mengolah data, menganalisa data, mengklasifikasi data, menyimpan data dan mengambil data dari tempat penyim¬panannya, maka sangatlah tepat bila organisasi yang kegiatan-kegiatannya banyak dan kompleks untuk meman¬faatkannya.
Namun perlu disadari bahwa komputer itu akan berarti dan berguna di dalam organisasi terutama dalam pelaksanaan tugas-tugas administrasi seperti di sebut¬kan di atas apabila ditunjang dengan kemampuan manusia yang mempergunakannya.
Tegasnya berhasil tidaknya proses komputerisasi sangat tergantung dalam setiap organisasi. Jadi kom¬puter adalah hanya merupakan alat bagi manajemen dalam melaksanakan aktivitas-aktivitasnya.
Sehubungan berbagai pembahasan dikemukakan di atas, maka dicoba untuk melakukan suatu penelitian dengan judul “Peranan Komputer Dalam Pengelolaan Adminiistrasi Pada Kantor Dinas Pendidikan Kabuparten Wajo”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari judul dan latar belakang masa¬lah yang telah diuraikan terdahulu, maka penulis mengutarakan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana peranan Komputer dalam pengelolaan Administrasi pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo ?
2. Kendala-kendala apa yang dijumpai dan bagaimana cara pemeca¬hannya ?
C. Tujuan dan Kegunaan Peneleitian
l. Tujuan Penelitian.
a. Untuk mengetahui peranan komputer dalam pengelolaan administrasi pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo .
b. Untuk mengetahui kendala-kendala yang dijumpai dalam mengoperasikan komputer dalam pengelolaan administrasi serta pemecahannya.
2. Kegunaan Penelitian.
a. Bahan informasi kepada semua pihak agar dapat mengetahui peranan komputer dalam pengelolaan administrasi pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo.
b. Sebagai bahan perbandingan dan informasi bagi semua pihak yang berkepentingan/bagi para pene¬liti selanjutnya.
4. Variabel dan Definisi Operasional.
Variabel penelitian ini adalah peranan, komputer, dan administrasi kearsipan
a. Peranan, merupakan suatu fungsi atau tugas yang diharapkan dari seseorang atau organisasi di dalam suatu pekerjaan yang merupakan tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaannya.
b. Komputer, dimaksudkan sebuah cara memproses data menurut perintah yang disimpan di dalam memorin¬ya.
c. Administrasi, dimaksudkan adalah tugas-tugas yang dilakukan oleh administrator atau manajer dalam suatu organisasi.
D. Metode Penelitian.
Penulisan suatu karya ilmiah seperti halnya sebuah skripsi tentu memerlukan suatu informasi atau data dari hasil penelitian yang merupakan kegiatan awal sebelum memasuki kegiatan penulisan, yang bertu¬juan untuk mengetahui segala permasalahan dan data konkrit kemudian menjadi dasar dari pada penyajian dan pembahasan.
1. Populasi dan Sampel Penelitian.
a. Populasi.
Untuk mendapatkan informasi atau data, perlu dibentuk kelompok sasaran yang lazim disebut dengan populasi. Dalam penelitian ini dipilih obyek penelitian Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo. dan menetapkan seluruh pejabat struktural dan operator Kumputer yang berjumlah 42 orang sebagai populasi, dengan perincian sebagai berikut :
1) Pejabat Struktural..................................... ... 27 orang
2) Operator Kumputer ...................................... 15 orang
Jumlah............................... 42 orang

b. Sampel.
Jumlah populasi mampu dijangkau oleh peneliti, maka sampel penelitian ditetapkan sama dengan jumlah populasi atau sampel penuh.
Jadi jumlah sampel adalah 42 orang dengan perincian sama dengan perincian pada populasi.
2. Tipe dan macam penelitian.
Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif untuk mendapatkan gambaran yang jelas berdasarkan kenyataan dengan melalui fakta dengan jalan mengajukan serta mengumpulkan data sebanyak-banyaknya yang ada relevansinya dengan materi yang dibahas.
Untuk hal tersebut penulis melakukan peneli¬tian untuk mengumpulkan data yang diperlukan pada dua tempat yaitu :
a. Library Riset (penelitian kepustakaan), yaitu mengambil data dan memahaminya melalui sejumlah literatur, karya tulis, serta aturan-aturan dan petunjuk-petunjuk dengan materi pembahasan skripsi ini.
b. Filed Riset (penelitian lapang), yaitu dengan mengadakan penelitian lapang pada obyek terten¬tu, dalam hal ini Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo.
3. Teknik Pengumpulan Data.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Observasi (pengamatan) suatu teknik pengumpulan data melalui pengamatan secara cermat terhadap obyek penelitian dan gejala serta peristiwa yang timbul dalam proses mekanisme yang berjalan.
b. Interview (wawancara), yaitu metode/teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dengan mengada¬kan tanya-jawab dengan para responden.
c. Angket atau Kuesioner.
Kuesioner yang disebut sebagai angket dimaksudkan sebagai sejumlah pertanyaan yang disusun dalam bentuk daftar, kemudian diajukan kepada responden untuk dijawab.
Data penelitian yang diperoleh melalui angket dijadikan sebagai dasar pertimbangan utama dalam deskripsi hasil penelitian, khususnya setelah diolah secara persentase.
Angket yang digunakan dalam peneleitian ini telah dilengkapi dengan alternatif jawaban, dan masing-masing alternatif jawaban memiliki bobot nilai yang berbeda, responden hanya menentukan atau memilih satu diantara alternatif tersebut.
Pemberian skor atas jawaban responden pada masing-masing alternatif jawaban, berdasarkan skala likert, sebagaimana yang dikemukakan Efendi S (1989 : 11), dijelaskan bahwa “
“cara pengukuran adalah dengan mengharapkan seseorang responden dengan sejumlah jawaban sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan sangat kurang baik dan jawaban ini di beri skor 5(lima), 4(empat), 3(tiga), 2(dua), 1(satu)“.
Perlu dikemukakan bahwa angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang dilengkapi dengan empat alternatif jawaban, sehingga skor atau bobot yang diberikan pada alternatif tertinggi adalah 4 (empat), dan terendah 1(satu). dengan perincian sebagai berikut.
1) Alternatif jawaban (a), bobot nilaianya 4 (empat).
2) Alternatif jawaban (b), bobot nilainya 3 (tiga)
3) Alternatif jawaban (c), bobot nilainya 2 (dua).
4) Alternatif jawaban (d), bobot nilainya 1 (satu).
d. Dokumentasi, adalah sebagai data dan informasi yang sifatnya telah tersimpan dalam bentuk surat-surat berharga atau dokumen.

4.Tehnik Analisis Data
Pengolahan secara presentase dilakukan dengan menggunakan rumus berikut :
F X 100 %
n

Keterangan f = Frekuensi jawaban setelah dibobot
n = Skor ideal .
Hasil pengolahan presentase selanjutnya akan dilakukan pengkategorian dengan mengacu pada pendapat yang dikemukakan oleh Soegiyono, 1991, dimana dinayatakan bahwa :
1. Jika nilai presentase antara 85 % s/d 100 % adalah sangat baik
2. Jika nilai presentase antara70 % s/d 84 % adalah baik
3. Jika nilai presentase antara 55 % s/d 69 % adalah
sedang.
4. Jika nilai presentase antara 40 % s/d 54 % adalah kurang.
5. Jika nilai presentase antara 25 % s/d 39 % adalah buruk. (Soegiyono 1991 : 43)”.
.
E.Sistematika Pembahasan.
Bab I. Pendahuluan, diuraikan tentang Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan Kegunaan Penelitian, Metode Penelitian, dan Sistimatika Pembahasan.
Bab II. Tinjauan Pustaka, diuraikan tentang Pengertian Peranan, Komputer, Manajemen Perkantoran, Pekerjaan Kantor, dan Kerangka Konseptual.
Bab III. Gambaran Umum Lokasi Penelitian. diuraikan tentang Tugas Pokok dan Fungsi, Susunan dan Struktur Organisasi, Uraian Tugas, Keadaan Pegawai
Bab IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan, diuraikan tentang peranan Komputer, Kendala serta pemecahannya.
Bab V. Penutup, diuraikan tentang Kesimpulan dan Saran-Saran.
Daftar Pustaka

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Peranan.
Arti kata peranan secara harafiah seperti yang diungkapkan oleh Poerwadarminta dikatakan bahwa :
“Peranan...peran, suatu yang jadi bagian suatu yang memegang pimpinan yang terutama (terjadinya sesuatu hal atau peristiwa) mis. tenaga-tenaga ahli dan buruh pun memegang penting juga di pembangunan Negara” (1984:75).

Pengertian peranan dikemukakan dalam hal karena hubungannya dengan pengelolaan administrasi.
Secara sederhana peranan dimaksudkan sebagai “kebergunaan” sesuatu barang atau benda. Pada umumnya kebergunaan tersebut lebih ditegaskan kepada penyeleng¬garaan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari suatu sistem dalam mekanisme kerja.
Dalam konteks yang lebih luas, pengertian peranan dapat dilihat dari rumusan-rumusan para ahli seperti yang dikemukakan oleh Winarno Handayaningrat, bahwa :
“Peranan merupakan suatu fungsi atau tugas yang diharapkan dari seseorang atau organisasi di dalam suatu pekerjaan yang merupakan tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaannya “ (1987:21).

Batasan tersebut menunjukkan bahwa :
1. Peranan tidak lain dari fungsi atau tugas yang harus dilaksanakan atau diselenggarakan oleh seseorang ataupun organisasi.
2. Tugas dan fungsi tersebut terkait dengan tugas dan fungsi lainnya dalam suatu pekerjaan atau kegiatan,sehingga tidak terselenggaranya atau tidak telaksananya tugas atau fungsi tersebut akan mengakibat¬kan terganggunya pekerjaan yang diselenggarakan.
3. Tugas dan fungsi tersebut sekaligus menjadi tugas dan tanggung jawab. Dalam arti tidak dapat tidak dilak¬sanakan, dan hasilnya harus dipertanggung jawabkan atau dilaporkan kepada pihak yang harus mengetahuinya, untuk dilakukan koreksi atas tugas dan fungsi tersebut.
Jadi pengertian dari pada para ahli tersebut di atas nampakalah peranan itu merupakan tugas yang dimainkan oleh seseorang atau suatu badan dan alat untuk menunjang keberhasilan dari tujuan yang ditentukan semula. Maka sudah barang tentu apakah dalam bentuk kelompok ataupun secara individu harus diusahakan untuk berperan secara aktif dalam pembangunan bangsa.

B. Komputer.
1. Pengertian.
Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda untuk orang yang berbeda.
Kata komputer berasal dari bahasa Latin “computare” yang berarti menghitung (to compute atau reckon).
Menurut Kamus Bahasa Indonesia :
“Komputer adalah alat elektronik otomatis yang dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut yang diintsruksikan, dan memberikan hasil pengolahan, biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrolan ( Anthon R,Moeliono, 1990 : 454)”.

Dalam Kamus Administrasi Perkantoran yang disusun The Liang Gie, mengemukakan bahwa :
“Komputer adalah mesin elektronik yang secara otomatis dan luar biasa cepatnya mempergunakan kode-kode tertentu menurut cara kerja yang telah ditetapkan dapat mengolah bahan, keterangan, menjadi informasi yang berguna untuk suatu keperluan. Mesin ini dapat melakukan segala macam tatacara berhitung, melaksanakan perbuatan-perbuatan memilih, menggolongkan atau memilah-milah dan menyelesaikan pekerjaan (1971:59)”.

Selanjutnya Jogiyanto Hartono, MBA, Ph. D, dalam bukunya berjudul Pengenalan Komputer (1999:1-2) mengemukakan pengertian komputer sebagai kutipan dari berbagai ahli dengan judul bukunya masing-masing antara lain adalah :
“Perangkat elektronika yang bekerja secara otomatis untuk mengolah data menjadi informasi sesuai dengan intsruksi yang diberikannya (Dep. P dan K, 1997 : 11) “

Menurut buku Computer Annual oleh Robert H. Blissoner mengatakan :
“Komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas yaitu menerima input, memproses input tadi sesuai dengan programnya, menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan serta menyediakan output dalam bentuk informasi”. (1999 : 1).

Menurut buku Computer Today oleh Donald H. Sanders mengatakan :
“Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan dioperasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program yang tersimpan di memori (stored program) (1999:1 )”.
C. Hamacher, Z.G.Vranesic, S.G. Zaky (Computer Organization) :
“Komputer adalah mesin penghitung elektronik yamg cepat dapat menerima informasi memperosesnya sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorinya dan menghasilkan out put informasi (1999 : 2)”.

Menurut buku Intruduktiom To The Computer, The Tool Of Business oleh William M Fouri mengatakan :
“Komputer adalah suatu proses data (data processor) yang dapat melakukan perhitungan yang besar dan cepat, termasuk perhitungan arithmatika yang besar atau operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia mengoperasikan selama pemrosesan” (1999 : 2)
Menuurut buku Introduktion To Computer oleh Gordon B Davis, mengatakan
“Komputer adalah tipe khusus alat penghitung yang mempunyai sifat tertentu yang pasti (1999 : 2 )”.

Dari beberapa definisi yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa komputer adalah :
a. Alat elektronik;
b. Dapat menerima informasi;
c. Dapat mengolah data;
d. Dapat memberikan informasi;
e. Dapat menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer;
f. Dapat menyimpan program dan informasi;
g. Bekerja secara otomatis;
Program adalah kumpulan instruksi atau perintah terperinci yang sudah dipersiapkan supaya komputer dapat melakukan fungsinya dengan cara tertentu.
2. Peranan Komputer.
a. Pengolahan Data Komputer.
Pengolahan data dengan menggunakan komputer disebut juga dengan nama Pengolahan Data Elektonik (PDE) atau Electronik Data Processing (RDP).
Data dapat berupa angka, huruf, dan simbol khusus atau gabungan dari ketiganya.
Data yang masih mentah belum dapat memberikan hal yang diperlukan dengan banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut dalam bentuk yang lebih berguna dan berarti, berupa suatu informasi.
Informasi adalah hasil dari kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih berarti dari suatu kejadian.
Jadi Pengolahan data Elektronik (PDE) adalah merubah (memanipulasi) data kedalam bentuk yang lebih berarti berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu data elektronik, yaitu komputer.
Dalam mengolah data secara sederhana melalui tiga tahapan dasar, yang disebut dengan siklus pengolahan data yaitu input, processing dan output.
Input merupakan proses komputer lewat alat input (input device).
Processing merupakan proses pengolahan dari data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh alat.
Dari ketiga tahapan dasar tadi dapat diperluas dengan tiga tahapan lagi atau lebih , seperti tahapan organization, storage dan disitribution.
Organization maksudnya adalah berhubungan dengan pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan data kedokumen dasar.
Storage merupkan proses perekaman hasil pengolahan yang disimpan di storage dapat dipergunakan sebagai bahan input untuk proses selanjutnya.
b. Kemampuan Komputer.
Ada tiga hal yang menjadi kunci keunggulan kemampuan komputer dalam era teknologi moderen pada dewasa ini adalah :
1). Kecepatannya yang tinggi dalam melakukan pengolahan data.
Kemampuan komputer yang paling dirasakan adalah kecepatannya. Komputer dapat melakukan suatu operasi dasar, seperti perhitungan, dalam waktu yang sangat cepat yaitu dalam satuan milli second, microsecond, bahkan picosecond (triliun operasi perdetik).
2). Ketepatan dan ketelitian hasil yang diperoleh komputer karena tidak mempunyai mental dan tidak mengenal lelah, sehingga komputer tidak akan mengalami kesalahan, apabila dibandingkan dengan manusia jika lelah, maka mentalnya akan luluh yang akan berakibat cenderung untuk berbuat kesalahan.
3). Mempunyai ingatan (memori) yang besar, sehingga untuk menyimpan dan memproses informasi yang cukup besar.
Walaupun komputer mempunyai kemampuan seperti yang disebutkan terdahulu, tidaklah berarti bahwa komputer dapat menyamai manusia, apalagi mengalahkannya. Manusia mempunyai inisiatif dan dapat teradaptasi terhadap situasi tertentu, sedangkan komputer tidak dapat melakukan hal tersebut, harus beroperasi menurut program yang diberikan.
Oleh karena itu daya guna komputer masih harus ditunjang pula oleh faktor lainnya yang sangat penting yaitu manusia yang menangani dan mengendalikannya, organisasi perusahaan dan lain-lain.
Kecakapan manusia sebagai pengguna komputer sangat menetukan manfaat dan efisiensi pemakaian komputer. Pada kalangan tertentu pemakaian komputer terlihat masih jauh dari maksimal, artinya hanya terbatas untuk melakukan hal sederhana, misalnya hanya untuk mengetik surat saja. Dengan demikian peningkatan kemampuan sumber daya manusia sangat menentukan pendayagunaan komputer.
Oleh karenanya penggunaan komputer tidak seluruhnya menggantikan fungsi kerja manusia, tetapi hanya sebagai alat bantu saja. Komputer merupakan perkembangan teknologi yang penting karena meningkatkan kemampuan dari manusia.
Komputer dapat digunakan di segala bidang permasalahan yang ada di dunia ini misalnya pendidikan, administrasi, perkantoran/bisnis, dunia usaha, industri, penerbangan, pertanian, kriminalitas, penelitian ilmiah permainan dan sebagainya.
Sebenarnya kehadiran komputer ditujukan untuk membantu pekerjaan manusia yang sudah tidak dapat ditangani sendiri, serta menggantikan peralatan kantor yang selama ini digunakan , dan yang terpenting lagi, kemampuan otomatis dan efisiensi yang lebih tinggi, sehingga pemakaian komputer merupakan satu pilihan yang tepat.
Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa komputer dapat digunakan dalam berbagai hal seperti berhitung, berkomunikasi lewat jaringan telepon, membuat duplikat arsip, mencetak surat, lapoaran karya tulis dan sebagainya. Yang perlu disadari adalah bahwa komputer itu dapat bekerja menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan, jika kita (manusia) memasukkan perintah kedalamnya. Tanpa adanya perintah yang kita masukkan kedalam komputer, maka komputer tidak akan mengasilkan suatu apapun.
Program sebagai media komunikasi antara manusia dan komputer, merupakan kumpulan instruksi yang disusun dalam suatu bahasa yang disebut bahasa komputer. Seluruh jenis komputer hanya bisa memahami bahasa pemprograman yang disebut Bahasa Mesin (bahsa tingkat rendah), yang merupakan kombinasi dari angka 0 dan 1 .
Setuju atau tidak sekarang ini kita hidup dalam zaman informasi yang terus berkembang dimana pertumbuhan dan perkembangan komputer semakin pesat dan canggih, yang secara otomatis kita harus juga tetap mengikuti perkembangan itu agar tidak tertinggal.
c. Sistem Komputer. (Computer System).
Komputer adalah merupakan suatu sistem agar dapat digunakan untuk mengolah data.
Sistem adalah jaringan dari pada elemen yang saling berhubungan, membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi. Agar tujuan tersebut tercapai maka harus didukung oleh elemen-elemen, yaitu hard ware, soft ware dan brain ware.
Komputer akan mengalami kesalahan apabila komponennya rusak dan jika data yang dimasukkan salah. Maksudnya jika data yang dimasukkan salah, maka hasilnya juga akan salah, sebaliknya bila data yang dimasukkan benar, maka hasilnyapun akan benar.
Brain ware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.
Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Hard ware tanpa adanya soft ware, maka tidak dapat difungsikan seperti yang diharapkan, hanya berupa benda mati saja, karena soft ware yang memuat perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data.
Demikian juga walaupun ada hard ware dan soft ware, jika tidak ada manusia yang mampu mengoperasikannya maka tidak akan dapat berfungsi, hanya merupakan benda pajangan saja.
d. Kebaikan dan Kekurangan Komputer.
Seperti telah dijelaskan terlebih dahulu bahwa komputer merupakan alat pengolahan data yang terdiri dari elemen-elemen, konsuktruksi dan programmer, sehingga komputer merupakan suatu sistem, wajarlah jika komputer memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan yang cukup menonjol antara lain :
1). Komputer dapat memilih dan melakukan klasifikasi data dengan ketelitian yang tinggi (akurat).
2). Komputer mampu menyimpan dan mengolah data dalam jumlah besar.
3). Komputer mampu melakukan perhitungan-perhitungan dengan mengolah data dengan kecepatan tinggi.
4). Komputer dapat melakukan pekerjaan berdasarkan kondisi yang kita inginkan.
5). Komputer memiliki daya ingat yang tinggi.
6). Komputer dapat menghasilkan informasi yang akurat dan terpercaya.
7). Komputer dapat digunakan untuk memindahkan informasi dari satu tempat ke tempat lainnya.
Sedangkan kekurangan komputer antara lain adalah :
1). Komputer tak dapat beroperasi tanpa instruksi (soffware).
2). Komputer tidak dapat beroperasi tanpa ada pemakai user (brainware)
C. Manajemen Perkantoran
Serentetan dari berbagai pengertian dalam mana¬jemen perkantoran yang telah diuraikan, ternyata memang benar bahwa manajemen perkantoran merupakan fungsi tertentu dalam setiap organisasi. Fungsi adalah sekelompok aktivitas sama jenis berdasarkaan sifatnya atau pelakasanaannya, dimana aktivitas yang mewujudkan fungsi manajemen perkantoran.
Seirama uraian tersebut, maka secara singkat dapat dikatakan bahwa fungsi manajemen perkantoran adalah meliputi fungsi-fungsi :
a. Perencanaan tata kerja kantor.
b. Pengaturan dan pengurusan lingkungan kerja ketatausahaan.
c. Pengorganisasian kerja ketatausahaan.
d. Pengurusan dan pengawasan tata kerja kantor.
e. Pengaturan dan pengurusan pegawai.
f. Pengaturan dan pengurusan biaya perbekalan tata usaha.
Dari beberapa kreteria yang menjadi ruang ling¬kup fungsi manajemen perkantoran tetap memiliki tu¬juan, tujuan mana hanya dapat dicapai dengan tindakan. Hal menentukan, memulai dan melaksanakan tindakan-tindakan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya terlebih dahulu merupakan suatu isi dari pada manajemen. Isi tersebut terdiri atas suatu proses manajemen yang mencakup fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan pokok, yang lazimnya meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling.
Fungsi-fungsi tersebut, di dalam lingkungan tata kerja perkantoran lebih dikenal dengan :
a. Fungsi penataan.
b. Fungsi pengaturan dan pengurusan.
c. Fungsi pengontrolan/pengawasan.
Berorientasi kepada kegiatan-kegiatan atau fungsi pokok administrasi/manajemen, maka dapat dike¬tengahkan kejelasan-kejelasan dari masing-masing fungsi tersebut yaitu :
a. Planning (perencanaan); menunjukkan bahwa penentuan cara atau arah tindakan yang memberikan pertimban¬gan kepada faktor-faktor yang mempengaruhi situasi tertentu.
b. Organizing (pengorganisasian); menunjukkan bahwa pembagian pekerjaan yang akan direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota-anggota kelompok peker¬jaan serta penentuan hubungan-hubungan pekerjaan yang baik diantara mereka dan memberi lingkungan pekerjaan yang sepatutnya.
c. Actuating (pengerakan); menunjukkan bahwa yang mendorong dan memelihara keinginan dari pada anggo¬ta-anggota kelompok pekerjaan mereka masing-masing dengan melaksanakan peklerjaan mereka penuh kegem¬biraan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan rencana.
d. Controlling (pengawasan); menunjukkan bahwa penen¬tuan apa yang dilakukan, menilainya dan menerapkan tindakan-tindakan korektif (pembetulan) apabila diperlukan untuk menjamin hasil-hasil sesuai diper¬lukan untuk menjamin hasil-hasil sesuai dengan rencana semula.
Manajemen perkantoran yang berhubungan dengan tujuan-tujuan atau hasil tertentu yang diinginkan, dimana pada pokoknya kegiatan seorang manajer kantor berkisar pada cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan itu.
Tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dapat bersifat khusus atau umum, tertulis atau tak tertulis, jangka pendek atau jangka panjang, sementara atau tetap dan atau hanya dapat digunakan untuk bagian-bagian tertentu dari pada kantor. Apapun juga bentuk atau isinya, tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu telah dianggap benar, karena kalau tidak demikian, maka arti dari pada manajemen akan menjadi kabur dan tidak ada dasar yang baik untuk menentukan efektifitas dari pada manajemen.
Untuk memberikan contoh-contoh dari pada tujuan-tujuan manajemen perkantoran yang telah ditentukan terlebih dahulu, maka oleh G.R.Terry dalam bukunya office Management And Control, dikemukakan sebagai berikut :
a. Untuk memberikan semua keterangan yang lengkap dan yang diperlukan kepada siapa, bilamana dan dimana hal itu diperlukan untuk pelaksanaan perusahaan secara efisien.
b. Untuk memberikan catatan-catatan dan laporan-lapor¬an yang cukup dengan biaya yang serendah-rendahnya.
c. Untuk membantu perusahaan memelihara saingan.
d. Untuk memberikan pekerjaan tata usaha yang cermat dan membantu memberi pelayanan kepada para relasi.
e. Untuk membuat catatan-catatan yang makin baik dengan biaya-biaya yang makin rendah.
Dalam kantor tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dapat digolongkan sebagai berkenaan dengan pelayanan atau jasa, tanggung-jawab sosial, atau keuntungan.
Pelayanan atau jasa adalah sangat penting untuk tujuan-tujuan manajemen perkantoran, karena pekerjaan kantor dilakukan untuk membantu orang-orang lain dalam mengerjakan pekerjaan mereka secara lebih efektif. Demikian pula tujuan yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial yang menitikberatkan pada pencapaian tujuan sesuai dengan kode-kode etik dan moral tertentu seperti yang ditentukan oleh suatu instansi dan ma¬syarakat di dalam mana instansi itu menjalankan kegia¬tannya. Akhirnya tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dan menitikberatkan kepada efisiensi dapat dibantu oleh manajemen perkantoran.
Melaksanakan pekerjaan kantor secara lebih efektif dapat berarti lebih banyak efektifitasnya, karena pengeluaran-pengeluaran yang berkurang untuk pekerjaan tata usaha yang dilakukan.
D. Pekerjaan Kantor.
Telah berbagai pembahasan teoritis yang dapat dimengerti baik tentang manajemen maupun perkantor¬an, maka secara orintasi timbal balik menunjukkan adanya suatu hal yang penting, yang mana adalah jenis-jenis pekerjaan kantor.
Meskipun pekerjaan kantor itu pertama-tama berhubungan dengan warkat-warkat, ada juga tugas-tugas lain yang termasuk dalam isitilah pekerjaan kantor. Ini meliputi komunikasi antara individu-individu seperti wawancara-wawancara, pembicaraan-pembicaraan dan lainnya, yang erat kaitannya dengan jenis-jenis pekerjaan kantor tersebut.
Menghitung juga merupakan pekerjaan kantor, harga-harga harus diperiksa dan biaya-biaya harus disusun, daftar-daftar pembayaran harus dihitung dan sebagainya. Apa yang dinamakan pekerjaan sta¬tistik juga merupakan pekerjaan kantor, didasarkan atas catatan-catatan, dan tampa catatan tersebut tidak akan ada statistik. Pekerjaan statistik dalam sebuah kantor dapat mengandung hanya suatu gabungan angka-angka dan gabungan fakta-fakta dalam sebuah laporan singkat, atau dapat mengandung persiapan mengenai laporan-laporan yang luas diikuti oleh bagan-bagan dan diagram-diagram dengan penanfsiran secara analitis dan rekomendasi-rekomendasi untuk tindakan yang mungkin. Oleh karena statistik itu hanya berguna apabila tepat pada waktunya, maka organisasi pekerjaan statistik yang efektif adalah perlu untuk menghindarkan biaya yang tidak tepat dan lembur yang mahal, untuk memberikan statistik tepat pada waktunya dapat digunakan.
Kegiatan kantor yang lainnya adalah perenca¬naan, yang dapat dan biasanya mengandung penentuan waktu. Perencanaan adalah suatu usaha untuk membuat suatu rencana tindakan, artinya menentukan apa yang dilakukan siapa yang mengerjakannya dan dimana waktu berhubungan dengan waktu-waktu, dimana keja¬dian-kejadian yang direncanakan terjadi, artinya bilamana kedua - duanya biasanya didasarkan atas warkat-warkat.
Jadi pekerjaan kantor itu berhubungan dengan warkat-warkat dan statistik-statistik dengan komu¬nikasi-komunikasi dengan perhitungan, perencanaan, dan penentuan waktu. Tiap tugas kantor termasuk dalam ruang lingkup dari pada salah satu kegiatan ini.
Apabila tiap pekerjaan kantor itu diperhati¬kan, maka akan diketemukan bahwa pekerjaan kantor itu dapat dibagi dalam satu atau lebih tugas yang sederhana akan tetapi penting, yaitu :
a. Menulis atau mengadakan wawancara yang mengandung warkat-warkat dan komunikasi.
b. Menghitung.
c. Menggolongkan dan menyimpan warkat.
Dengan kata lain semua penulisan merupakan pekerjaan kantor, tidak pandang siapa yang melaku¬kannya atau bagaimana atau dimana hal itu dilaku¬kan. Semua komunikasi adalah pekerjaan kantor, demikian pula semua perhitungan, semua penggolongan dan semua penyimpanan warkat. Lebih lanjut, tampa pengecualian semua pekerjaan kantor termasuk dalam salah satu atau lebih dari pada tiga tugas yang pokok ini meskipun pelaksanaan pekerjaan dapat dipercepat melalui penggunaan bermacam-macam mesin utamanya komputer.
Menurut William H.Leffingwell dan Edwin M. Robinson, pekerjaan kantor itu meliputi :
“ 1. Menerima, mengirim dan mengangkut pesanan-pesanan.
2. Membuat rekening.
3. Surat-menyurat, mendikte, mengetik.
4. Menyimpan warkat.
5. Menyampaikan hutang dan mengumpulkan perhi¬tungan-perhitungan yang belum diselesaikan.
6. Mengurus, membagi dan mengirimkan surat-surat pos.
7. Pekerjaan memperbanyak warkat dan memberikan alamat.
8. Bermacam-macam pekerjaan seperti menelpon, menerima tamu-tamu, pekerjaan pesuruh.
9. Tugas-tugas khusus.
l0. Membuat warkat-warkat (mencatat data yang diinginkan)” (l986 : 26 ).

Dari rincian jenis-jenis pekerjaan kantor terse¬but, kesemuanya dapat diolah dengan komputer yang dapat dijelaskan tentang ciri-ciri pekerjaan kantor yang bersangkutan:
a. Suatu fungsi yang bersifat memudahkan atau merin¬gankan pekerjaan kantor merupakan suatu fungsi yang bersifat memudahkan atau meringankan karena merupa¬kan media yang penting, melalui bermacam-macam kegiatan dari sebuah unit usaha kantor. Pada hake¬katnya pekerjaan kantor dapat disebut alat katali¬sator dari pada manajemen moderen
b. Suatu pekerjaan yang bersifat memberi pelayanan; Hal penting yang lain bahwa pekerjaan kantor meru¬pakan pekerjaan yang bersifat memberi pelayanan guna membantu orang-orang lain mengerjakan peker¬jaan mereka secara lebih efektif, serta membantu memberi data kepada pemimpin/atasan yang diperlukan melalui upaya mempergunakan warkat-warkat secara tepat guna.
c. Ciri organisasi; adalah penyusunan tenaga kerja dan pembagian tugas-tugas kepada tenaga kerja tersebut.
d. Ciri metode; adalah urutan pelaksanaan pekerjaan dan bagaimana serta dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.
e. Ciri kepegawaian; adalah berhubungan dengan pengua¬sahaan tenaga kerja, penempatan, latihan, kenaikan pangkat, pengeluaran-pengeluaran (pemberhentian-pemberhentian) mereka.
f. Ciri lingkungan; meliputi gedung kantor, perkakas kantor dan kondisi-kondisi fisik dalam gedung.
g. Mesin-mesin dan perlengkapan lainnya, termasuk komputer; adalah semua benda atau barang mati yang dipergunakan dalam kantor untuk membantu (mempermudah) pelaksanaan pekerjaan.
E. Kerangka Konseptual.
Berdasarkan uraian pada kajian pustaka yang dikaitkan dengan judul penelitian , maka kerangka konseptual adalah bahwa peranan komputer dikaitkan dengan pekerjaan kantor adalah mengikuti kegiatan penganalisaan, pengklasifikasian, penyimpanan dan pengambilan kembali.
Oleh karena itu untuk melaksanakan pekerjaan kantor , maka penganalisaan, pengklasifikasian, penyimpanan dan proses pengambilan kembali dengan sitem komputer pekerjaan kantor akan terlaksana dengan cepat, rapi dan akurat., maka penu¬lis mengemukakan pemikiran seperti tergambar dibawah ini:

T .

Gambar : Kerangka Konseptual.

BAB III
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Tugas Pokok Dan Fungsi
Dinas Pendidikan mempunyai tugas pokok :
1. Melaksanakan urusan kewenangan daerah dalam bidang pendidikan;
2. Melaksanakan tugas di bidang pendidikan yang diserahkan oleh Bupati;
3. Melaksanakan pembinaan umum di bidang pendidikan berdasarkan kebijaksanaan yang telah ditetapkan;
4. Melaksanakan pembinaan teknis dibidang pendidikan berdasarkan kebijaksanaan yang telah ditetapkan;
5. Melaksanakan pembinaan operasional dibidang pendidikan sesuai dengan kebijaksanaan yang berlaku.
Dalam menyelenggarakan tugas tersebut, Dinas Pendidikan mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Perumusan kebijaksanaan dalam rangka perencanaan, pembinaan dan pengembangan bidang pendidikan;
2. Membina dan mengurus taman kanak-kanak, Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidayah, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah, dan Madrasah Aliyah;
3. Membina dan mengurus pendidikan luar sekolah, pemuda dan keolahragaan;
4. Membina dan mengurus tenaga kependidikan dan tenaga teknis kependidikan lainnya;
5. Pengelolaan ketatausahaan dalam lingkup Dinas Pendidikan yang meliputi : persuratan/administrasi, kepegawaian, keuangan dan kerumahtanggaan;
6. Penyusunan program dan pengelolaan pengembangan kebudayaan;
7. Penyusunan program penyediaan, pemanfaatan, penginventarisasian serta perawatan sarana dan prasarana pendidikan;
8. Memberikan pelayanan teknis dan administrasi di lingkungan dinas pendidikan;
9. Melakukan koordinasi dan pembinaan, serta pengembangan kegiatan pendidikan yang dikelola oleh masyarakat;
10. Pengelolaan Cabang Dinas dan UPTD sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah
11. Pembinaan kelompok jabatan fungsional;
B. Susunan dan Struktur Organisasi.
Susunan organisasi Dinas Pendidikan terdiri dari :
1. Kepala Dinas;
2. Wakil Kepala Dinas;
3. Bagian tata usaha terdiri dari :
- Sub Bagian Administrasi dan Informasi;
- Sub Bagian Kepegawaian;
- Sub Bagian Keuangan;
- Sub Bagian Tumah Tangga;
4. Sub Dinas terdiri dari :
- Sub Dinas Pendidikan Pra- Sekolah dan Sekolah Dasar;
- Sub Dinas Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Menengah;
- Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan;
- Sub Dinas Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis;
5. Sub Dinas Pendidikan Pra-Sekolah dan Sekolah Dasar, Mempunyai Seksi sebagai berikut :
- Seksi Penyusunan Program, Kurikulum dan Pengujian;
- Seksi Pendidikan Pra-Sekolah;
- Seksi Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidayah;
- Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Pra-Sekolah dan Sekolah Dasar;
6. Sub Dinas sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Menengah mempunyai Seksi sebagai berikut :
- Seksi Penyusunan Program, Kurikulum dan Pengujian;
- Seksi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, dan Madrasah Tsanawiyah;
- Seksi Sekolah Menengah dan Madrasah Aliyah;
- Seksi Sarana dan Prasarana Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Menengah;
7. Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga dan Kebudayaan mempunyai Seksi Sebagai berikut :
- Seksi Pendidikan Luar Sekolah;
- Seksi Pembinaan Generasi Muda dan Olahraga;
- Seksi Pembinaan Kebudayaan;
- Seksi Sarana dan Prasarana Dikluseporabud;
8. Sub Dinas Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis, mempunyai Seksi sebagai berikut:
- Seksi Pengembangan Tenaga Kependidikan;
- Seksi Tenaga Teknis;
- Seksi Kepangkatan Tenaga Fungsional;
- Seksi Penyusunan Program, Sarana dan Prasarana;
9. Kelompok Jabatan Fungsional :
Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD ) sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah atas persetujuan DPRD ;
- Bagian Tata Usaha yang dimaksud dipimpin oleh seorang Kepala Bagian Tata Usaha yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas;
- Sub Bagian yang dimaksud masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha;
- Sub Dinas yang dimaksud dipimpin oleh seorang Kepala Sub Dinas yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas;
- Seksi-Seksi sebagaimana yang dimaksud pada masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang di dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Sub Dinas.
- Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana yang dimaksud terdiri dari sejumlah tenaga yang dalam jenjang Jabatan fungsional terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan keahliannya;
- Setiap kelompok tersebut dipimpin oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditunjuk oleh Kepala Dinas;
- Jumlah Jabatan fungsional sebagaimana yang dimaksud ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja;
- Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional dimaksud diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
- Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan atau UPTD sebagaimana dimaksud terdiri dari :
~ Kepala UPTD;
~ Unsur Fungsional ( Pelaksana Teknis );
- Unit pelaksana teknis Dinas dipimpin oleh seorang Kepala UPTD yang berada dibawah tanggungjawab Kepala Dinas, dalam melaksanakan tugasnya dibawah koordinasi Administrasi Kepala Bagian Tata Usaha dan tugas yang sifatnya teknis berada dibawah koordinasi Kepala Sub Dinas.
Bupati menetapkan bendaharawan khusus pada Dinas dengan usul Kepala Dinas, sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Untuk lebih melengkapi pemahaman kita tentang susunan Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, maka disini penulis lampirkan struktur organisasi dalam bentuk bagan berikut ini :

C. Uraian Tugas dan Tata Kerja.
1. Uraian Tugas
Kepala Dinas mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Membantu Bupati dalam hal memimpin, mengkoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan semua kegiatan Dinas di bidang pendidikan;
b. Menetapkan kebijaksanaan teknis di bidang pendidikan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
c. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan dengan Dinas terkait sesuai ketentuan yang berlaku;
d. Menyusun rencana daya tampung taman kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Luar Biasa, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Sekolah Menengah Umum, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Madrasah berdasarkan proyeksi data persekolahan;
e. Menyusun rencana kebutuhan guru dan tenaga kependidikan lainnya serta sarana Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Luar Biasa, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Sekolah Menengah Umum, dan Sekolah Menengah Kejuruan, dan Madrasah;
f. Menyusun rencana kegiatan pembinaan dan pengembangan pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda, dan pembinaan keolahragaan berdasarkan data dan informasi;
g. Mengkoordinasikan pelaksanaan penerimaan siswa baru, kurikulum, evaluasi belajar, kegiatan pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda, pembinaan keolahragaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
h. Merekomendasikan pemberian ijin kursus yang diselenggarakan oleh pihak swasta sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
i. Melaksanakan kerjasama dengan Dinas terkait atau organisasi yang bergerak di bidang pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda, dan pembinaan keolahragaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
j. Menyusun rencana kebutuhan pegawai, sarana/prasarana dan anggaran di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten berdasarkan data dan informasi;
k. Mengajukan saran dan usul tentang pengangkatan dan penetapan keputusan mutasi kepegawaian dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
l. Menyusun usul pengadaan, pemeliharaan, perawatan dan penghapusan barang perlengkapan dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten;
m. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan, kepegawaian, sarana/prasarana serta anggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
n. Memberi layanan teknis di bidang pendidikan;
o. Melaksanakan pembinaan operasional di bidang pendidikan sesuai kebijaksanaan yang berlaku;
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana yang dimaksud , Kepala Dinas Pendidikan mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan umum di bidang pendidikan berdasarkan ketentuan yang berlaku;
b. Perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan;
c. Perumusan kebijakan operasional di bidang pendidikan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan;
Wakil Kepala Dinas mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Membantu Kepala Dinas di dalam melaksanakan tugas-tugas Kepala Dinas;
b. Bertindak selaku Kepala Dinas apabila Kepala Dinas berhalangan;
Kepala Bagian Tata Usaha mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Menyusun rencana dan program kerja bagian sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. Melaksanakan pengelolaan administrasi dan informasi;
c. Melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian;
d. Melaksanakan pengelolaan urusan keuangan;
e. Melaksanakan pengelolaan urusan rumah tangga, keprotokolan, perlengkapan, dan hubungan masyarakat;
f. Mengkoordinasikan pelaksanaan rencana dan program Dinas Pendidikan;
g. Memantau dan menilai pelaksanaan kegiatan administrasi dan informasi kepegawaian, keuangan dan kerumahtanggaan;
h. Membuat Pra-Daftar Usul Kegiatan ( Pra DUK ) dan Pra-Daftar Usulan Proyek ( Pra DUP ) di lingkungan Dinas Pendidikan berdasarkan rencana tahunan dan ketentuan yang berlaku;
i. Menyusun konsep laporan Dinas Pendidikan sebagai bahan masukan atasan;
j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
Kepala Sub Bagian Administrasi dan Informasi mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Mengatur pendistribusian surat masuk ke unit pengolah untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
b. Mengatur pelaksanaan pengiriman surat keluar dan barang cetakan dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
c. Meneliti hasil pengetikan dan penggandaan surat dan naskah lain dilingkungan Kantor Dinas Kabupaten;
d. Mengurus pengelolaan kearsipan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten;
e. Menyusun instrumen pengumpulan data dan pengelolaan data pendidikan sekolah, pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda, pembinaan keolahragaan, dan pembinaan kebudayaan serta infomasi demografis, ekonomi, dan sosila sesuai ketentuan yang berlaku;
f. Menganalisis data pendidikan dalam sekolah, pendidikan luar sekolah, dan pembinaan generasi muda, keolahragaan, pembinaan kebudayaan serta data dan informasi demografis, ekonomi, sosial sebagai bagan perencanaan pendidikan;
g. Menyajikan data pendidikan sebagai bahan informasi;
h. Mengatur pengelolaan kamar data pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
i. Memberikan layanan data pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
j. Menyusun konsep laporan bagian sebagai bahan masukan atasan;
k. Menyusun laporan Sub Bagian sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
l. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
Kepala Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Menyusun rencana formasi, pengadaan, penempatan, pemerataan mutasi dan pengembangan pegawai dilingkungan Dinas Pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku;
b. Menyusun usul pengangkatan, kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pemindahan, pemberhentian dan pemensiunan, serta mutasi kepegawaian lainnya dilingkungan Dinas Pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
c. Meneliti, usul ijin belajar, pendidikan dan latihan, tugas belajar, dan ujian Dinas serta pemberian tanda penghargaan dan jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
d. Menyusun daftar urut kepangkatan ( DUK ) serta usul penerbitan Kartu Pegawai, Kartu Isteri/Kartu Suami, Taspen, Askes pegawai dilingkungan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten;
e. Menyusun laporan Urusan sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja rutin dan pembangunan dilingkungan Dinas Pendidikan;
b. Mengkoordinasikan pelaksanaan penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, pertanggungjawaban dan pembukuan keuangan dilingkungan Dinas Pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
c. Memantau pelaksanaan anggaran rutin dan pembangunan dilingkungan Dinas Pendidikan;
d. Mengevaluasi pelaksanaan anggaran rutin dan pembangunan dilingkungan Dinas Pendidikan;
e. Menyusun usul penyesuaian anggaran rutin dan pembangunan dilingkungan Dinas Pendidikan sesuai dengan kebijaksanaan;
f. Mengkoordinasikan pelaksanaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi;
g. Menyusun laporan pelaksanaan anggaran rutin dan pembangunan dilingkungan Dinas Pendidikan;
h. Menyusun laporan Sub Bagian sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
Kepala Sub Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Mengatur pelaksanaan penerimaan tamu, keprotokolan, dan perpustakaan dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten;
b. Menyusun risalah rapat Dinas Pendidikan Kabupaten sebagai bahan informasi;
c. Mengatur penggunaan telepon, telex, listrik, air, dan sarana lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
d. Menyusun rencana kebutuhan perlengkapan dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten;
e. Menyusun konsep usul pengadaan, pemeliharaan, perawatan, dan penghapusan barang perlengkapan sesuai ketentuan yang berlaku;
f. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan penghapusan barang perlengkapan;
g. Menyusun daftar inventarisasi barang milik negara/daerah dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten;
h. Menyusun konsep laporan Sub Bagian Tata Usaha sebagai bahan masukan atasan;
i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
Kepala Sub Dinas Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Dasar mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Menyusun rencana dan program kerja Sub Dinas sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. Menyusun proyeksi pengembangan pendidikan Prasekolah dan Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Luar Biasa dan Madrasah Ibtidayah;
c. Menyusun instrumen pengumpulan dan pengelolaan data pendidikan Prasekolah Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Luar Biasa dan Madrasah Ibtidayah;
d. Memantua dan menilai perkembangan pendidikan prasekolah, Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Luar Biasa, dan Madrasah Ibtidayah;
e. Menganalisis data perkembangan pelaksanaan kegiatan pendidikan Prasekolah, Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Luar Biasa, dan Madrasah Ibtidayah;
f. Menyusun konsep Pra-Duk dilingkungan Sub Dinas Pendidikan Prasekolah, Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Luar Biasa, dan Madrasah Ibtidayah;
g. Menyusun petunjuk penerimaan siswa, pelaksanaan kurikulum, evaluasi belajar dan usaha kesehatan sekolah;
h. Menyusun rencana kebutuhan guru dan tenaga kependidikan lainnya serta sarana dan prasarana pendidikan berdasarkan data dan informasi serta ketentuan yang berlaku;
i. Menyusun rencana peningkatan kemampuan guru dan tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
j. Merekomendasikan ijin pembukaan Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Luar Biasa, dan Madrasah Ibtidayah;
k. Menyusun usul penetapan lokasi pembangunan dan rehabilitasi gedung Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Luar Biasa, dan Madrasah Ibtidayah;
l. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengadaan dan pendistribusian sarana pendidikan serta penempatan dan pemindahan guru dan tenaga kependidikan lainnya;
m. Memantau pelaksanaan kurikulum, pemerataan guru dan tenaga kependidikan lainnya serta pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Satuan Pendidikan Luar Biasa dan Madrasah Ibtidayah;
n. Mengevaluasi pelaksanaan kurikulum, dan pendayagunaan sarana prasarana pendidikan Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Satuan Pendidikan Luar Biasa, dan Madrasah Ibtidayah;
o. Memberi layanan teknis dibidang pendidikan prasekolah Sekolah Dasar, dan Madrasah Ibtidayah;
p. Menyusun laporan Sub Dinas sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
q. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
Kepala Sub Dinas Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Menengah, mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Menyusun rencana dan program kerja Sub Dinas sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. Menyusun proyeksi perkembangan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Sekolah Menengah Umum, Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Aliyah;
c. Menyusun instrumen pengumpulan dan pengolahan data Sekolah Lanjutan tingkat Pertama, Sekolah Menengah Umum, Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Aliyah;
d. Memantau dan menilai perkembangan pelaksanaan pendidikan pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Sekolah Menengah Umum, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Madrasah Aliyah;
e. Menganalisa data perkembangan pelaksanaan kegiatan pendidikan pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Sekolah Menengah Umum, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah;
f. Menyusun konsep Pra-DUP dilingkungan Sub Dinas Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Menengah;
g. Menyusun petunjuk penerimaan siswa, pelaksanaan kurikulum, evaluasi belajar dan usaha kesehatan sekolah;
h. Menyusun rencana kebutuhan guru dan tenaga kependidikan lainnnya berdasarkan data dan informasi serta ketentuan yang berlaku;
i. Menyusun rencana peningkatan kemampuan guru dan tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

Kepala Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah .Pemuda Olahraga dan kebudayaan, mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Menyusun rencana kegiatan pembinaan dan pengembangan pendidikan luar sekolah, generasi muda, keolahragaan dan pengembangan kebudayaan berdasarkan data dan informasi;
b. Menyusun petunjuk teknis penyelenggaraan kegiatan pendidikan luar sekolah, generasi muda, keolahragaan, dan kebudayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
c. Menyusun rencana kebutuhan dan pengadaan tenaga teknis dan sarana pendidikan luar sekolah, generasi muda, keolahragaan, dan kebudayaan berdasarkan usul dari unit kerja terkait;
d. Menyusun usul penetapan ijin penyelenggaraan kursus pendidikan luar sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
e. Memantau dan menilai pelaksanaan pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda, keolahragaan dan kebudayaan;
f. Menyusun konsep Pra-DUP dilingkungan Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah, pembinaan generasi muda, keolahragaan dan kebudayaan;
g. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda, keolahragaan dan kebudayaan;
h. Melaksanakan kerjasama dengan instansi pemerintah dan organisasi yang melaksanakan kegiatan pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda, keolahragaan dan kebudayaan;
i. Merekomendasikan usul pemberian bantuan kepada kelompok masyarakat dan organiasai yang melaksanakan kegiatan pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda, keolahragaan dan kebudayaan;
j. Merekomendasikan ijin dan tugas belajar tenaga teknis pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda, keolahragaan dan kebudayaan;
k. Memberi layanan teknis di bidang pendidikan luar sekolah, pembinaan generasi muda, keolahragaan dan kebudayaan;
l. Menyusun laporan Sub Dinas sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
m. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
Kepala Sub Dinas Pendidikan Guru dan Teknis, mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Menyusun rencana dan program kebutuhan guru dan tenaga kependidikan lainnya baik kuantitas maupun kualitas, bekerja sama dengan bagian tata usaha dan sub dinas yang terkait sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan;
b. Menyusun usulan pengadaan guru dan tenaga kependidikan lainnya bekerja sama dengan Bagian Tata Usaha dan Sub Dinas yang terkait dan lembaga tenaga pendidikan;
c. Melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data guru dan tenaga kependidikan lainnya menurut jenis dan jenjang kependidikan bekerja sama dengan Bagian Tata Usaha dan Sub Dinas terkait;
d. Menyusun konsep Pra-DUP dilingkungan Sub Dinas pendidikan guru dan tenaga teknis;
e. Melaksanakan urusan penataran penyetaraan guru bekerja sama dengan Sub Dinas/Bagian yang terkait dan lembaga tenaga pendidikan;
f. Mengkoordinasikan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan penataran penyegaran guru dan tenaga kependidikan lainnya bekerjasama dengan sub Dinas/Bagian yang terkait;
g. Menganalisis data guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam rangka pembinaan dan pengembangan guru dan tenaga kependidikan lainnya;
h. Melakukan penilaian terhadap kinerja Kepala Sekolah pada semua jenjang pendidikan;
i. Melaksanakan pembinaan karier guru dan tenaga kependidikan lainnya melalui penilaian berdasarkan angka kredit, bekerja sama dengan unit kerja yang terkait dan Bagian Tata Usaha;
j. Melaksanakan pembinaan Tim Penilai Angka Kredit guru dan tenaga kependidikan lainnya bekerjasama dengan Bagian Tata Usaha dan Sub Dinas yang terkait;
k. Mengupayakan peningkatan kesejahteraan dan pengembangan guru dan tenaga kependidikan lainnya disemua jenis dan jenjang pendidikan bekerjasama dengan Bagian Tata Usaha dan Sub Dinas yang terkait lainnya;
l. Melaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan peningkatan mutu, pembinaan karier, perencanaan kesejahteraan serta administrasi guru dan tenaga kependidikan lainnya;
m. Memantau jumlah guru dan tenaga kependidikan lainnya disemua jenjang pendidikan yang akan pensiun berdasarkan data dan informasi dari unit yang terkait;
n. Melaksanakan layanan teknis dibidang keguruan untuk guru dan tenaga kependidikan lainnya;
o. Mengatur tata persuratan dan kearsipan yang berkaitan dengan guru dan tenaga kependidikan lainnya;
p. Menyusun laporan Sub Dinas sesuai hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
Kelompok Jabatan Fungsional, mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan disekolah sesuai dengan penugasannya pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidayah, Sekolah Dasar Luar Biasa, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah, dan Madrasah Aliyah;
b. Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bimbingan siswa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan;
c. Menetapkan tingkat kinerja guru dan tenaga kependidikan lainnya yang diawasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi;
2. Tata Kerja.
Kepala Dinas memimpin , Sub Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD ), kelompok jabatan fungsional, dan Cabang Dinas yang berada dibawahnya dalam arti membina dan memajukan keseluruhan organisasi dengan menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dilingkungan Dinas maupun dalam hubungan dengan Dinas dan Instansi lainnya.
Tiap pemimpin Satuan Kerja dalam lingkungan Dinas Pendidikan bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.
Tiap pimpinan satuan kerja mematuhi petunjuk dan bimbingan serta bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan selanjutnya menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.
Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan tembusan laporan wajib diampaikan kepada satuan kerja dan satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.
Dalam hal Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas berhalangan melakukan tugasnya, Kepala Dinas dapat menunjuk Kepala Bagian atau Kepala Sub Dinas untuk mewakili dengan memperhatikan senioritas kepangkatan dan kemamapuannya.
Dalam pengangkatan dan pemberhentian pegawai dalam Jabatan strukturuktural yang ada pada Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten, yaitu Kepala Dinas, Kepala Bagian dan Sub Dinas diangkat dan diberhentikan oleh Bupati.
Untuk jabatan struktural yang lebih rendah, seperti Kepala Sub Bagian, Kepala Seksi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas, dan Kepala Cabang Dinas, diangkat dan diberhentikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten atas pelimpahan wewenang oleh Bupati.
D. Keadaan Pegawai
Berdasarkan data yang diperoleh dalam peneli¬tian ini, perlu diberikan gambaran yang jelas bahwa, jumlah personil yang definitif pada Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo sebanyak 97 orang.
Untuk lebih jelasnya berikut ini akan digambarkan keadaan pegawai/personel melalui tabel-tabel berikut :
Tabel 1
Nama Jabatan dan Jumlah Pegawai

No. Jabatan Jumlah
1. Kepala Dinas 1 orang
2. Wakil Kepala Dunas 1 orang
3. Kepala Bagian TU 1 orang
4. Kepala Sub Dinas 4 orang
5. Kepala Sub Bagian 4 orang
6. Kepala Seksi 16 orang
Jumlah 27 orang
Sumber : Dinas Pendidikan Kab.Wajo tahun 2008
Dari tabel satu di atas pejabat struktural yang ada pada Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo berjumlah 27 orang. Sejumlah jabatan tersebut bila dianalisa secara manajerial, satu jabatan bersatus manajemen puncak, lima bersatus manajemen menengah dan 20 ber status manajemen bawah.

Tabel 2
Keadaan Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan

No. Pendidikan Jumlah
1 Magister (S2) 9 orang
2. Sarjana (S.1) 36 orang
3. S L T A 31 orang
4. S L T P 2 orang
5. Sekolah Dasar 1 orang
Jumlah 79 orang
Sumber : Dinas Pendidikan Kab. Wajo Tahun 2008.
Dari tabel dua di atas menggambarkan tingkat pendidikan para pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, dimana di antara 79 orang pegawai yang ada dari segi tingkat pendidikan separuh berpredikat pendidi¬kan perguruan tinggi (Sarjana) dan separuhnya lagi berpredikat pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas. Dengan demikian tingkat pemikiran dan pemahaman dalam menterjemahkan tugas-tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya dapat diemban dengan baik dan tanpa ragu-ragu.
.Tabel 3
Keadaan Pegawai Menurut Golongan.

No. Golongan Jumlah
1. IV 15 orang
2. III 37 orang
3. II 27 orang
4. I - orang
Jumlah 79 orang
Sumber : Dinas Pendidikan Kab.Wajo Tahun 2008.
Dari tabel tiga di atas menggambarkan tingkat pengalaman yang diterjemahkan dalam bentuk pangkat/golongan para pegawai Dinas Pendidikan Wajo, dimana 15 ( lima belas ) orang berpangkat/golongan IV, 37 ( tiga puluh tujuh ) orang berpangkat/golongan III, dan 27 ( dua puluh tujuh ) orang perpangkat/golongan II. .
Dari segi pengalaman kerja para Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo cukup meyakinkan mereka mampu mengembang tugas dan tangung jawab yang dibebankan kepadanya.

Tabel 4
Pembagian Tugas Jabatan Struktural

No. Nama Jabatan
1. H.Bustamin Betta, SH, MH Kepala Dinas.
2. Drs. Andi Sulhan . Wakil Kepala Dinas
3. Dra.Hj.Andi Batari, MH Kepala Bagian Tata Usaha
4. Idris Pawellangi, S.Pd Kepala Subdin Pra Sekolah dan Sekolah Dasar.
5. Drs.H. Muhammad Basir, M.Pd Kepala Sub Dinas Dikmenum.
6. Drs Suriadi, M.Pd. Kepala Sub Dinas Dikluspora Bud.
7. Andi Ratnawati, P, SH Kepala Subdin Pendidikan Guru dan Tenaga Kerja
8. Hj. Nurdiana, S.Pd. Kasubag Adm. dan Informasi
9. Hj. Kastaty, S.Pd. Kasubag Kepegawaian
10. Kurniana, S.Sos, M.Si Kasubag Keuangan
11. Drs. Hasim Kasubag Rumah Tangga.
12. Drs. Umar Kasi Penyusunan Perogram Krikulum dan Pengujian
13. Dra. Hj. Kartini Kasi Pendidikan Pra Sekolah
14. Drs. Salahuddin Kasi Sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaya
15. Alwiyah, S.Sos Kasi Sarana Pra Sekolah dan Sekolah Dasar.
16. Drs. Pannaco Kasi SLTP dan MTS.
17. Dra Munawara Kasi Sekolah Menengah dan Madrasah Aliah.
18. Drs. H. Lawu Kasi Sarana SLTP,SLTA
19. Drs. Muh. Aris, M.Pd Kasi Penyusunan Program Kurikulum dan Pengujian.
20. Drs. H. Syarifuddin Kasi PLS Dikluspora
21. Dr.H.Jaya Ekaputra, M.Pd Kasi Pembinaan Generasi Muda dan Olah Raga.
22. Dra A. Zulbiah Kasi Pembinaan Kebudayaan.
23. Drs. H. Andi Adam Kasi Penyusunan Program Saranan Dikluspora Bud.
24. Drs. Muslimin, MM Kasi Pengembangan Pendidikan Guru.
25. Drs. Mahdi Kasi Tenaga Tehnis.
26. Dra Haryani Kasi Kepangkatan Tenaga Fungsional
27. Andi Lutfiana, SE. Kasi Penyusunan Program Sarana dan Prasarana.
Sumber : Kantor Dinas Pend. Kabupaten Wajo Tahun 2008
Dari Tabel di atas dihubungkan dengan jabatan yang ada pada umumnya telah diangkat pemangku-pemangku jabatan dengan persedure dan persyaratan sebagaimana diatur oleh Peraturan dan Perundang-undangan yang ada, uta¬manya Undang-Undang No.32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah dan Undang-undang No.43 tahun 1999 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Pokok-pokok Kepegawaian, serta ketentuan-ketentuan lainnya.
Berikut perlu digambarkan penyebaran komputer padaseluruh Subdinas, bagian dan seksi, sebagaimana tergambar pada tabel berikut :
Tabel 5
Penyebaran Komputer pada Subdin, Subag, dan Seksi

No. Ruangan Banyaknya
1. Ruang Tunggu/Ajudan 1 Unit
2. Rumah Tangga 1 Unit
3. Administrasi/Informasi 6 Unit
4. Keuangan 3 Unit
5. Kepegawaian 2 Unit
6. Dikmen 2 Unit
7. Dikdas 2 Unit
8. Dikgutentis 1 Unit
9. Dikluseporabud 1 Unit
10. Pengawas Dikmen 1 Unit
Jumlah 20 Unit
Sumber : Kantor Dinas Pendidikan Kab.Wajo Tahun 2008

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.

A. Fungsi Komputer.
1. Pengolahan Data Komputer.
Pengolahan data dengan menggunakan komputer disebut juga dengan nama Pengolahan Data Elektonik (PDE) atau Electronik Data Processing (RDP).
Data dapat berupa angka, huruf, dan simbol khusus atau gabungan dari ketiganya.
Data yang masih mentah belum dapat memberikan hal yang diperlukan dengan banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut dalam bentuk yang lebih berguna dan berarti, berupa suatu informasi.
Informasi adalah hasil dari kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih berarti dari suatu kejadian.
Jadi Pengolahan data Elektronik (PDE) adalah merubah (memanipulasi) data kedalam bentuk yang lebih berarti berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu data elektronik, yaitu komputer.
Dalam mengolah data secara sederhana melalui tiga tahapan dasar, yang disebut dengan siklus pengolahan data yaitu input, processing dan output.
Input merupakan proses komputer lewat alat input (input device).
Processing merupakan proses pengolahan dari data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh alat.
Dari ketiga tahapan dasar tadi dapat diperluas dengan tiga tahapan lagi atau lebih , seperti tahapan organization, storage dan disitribution.
Organization maksudnya adalah berhubungan dengan pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan data kedokumen dasar.
Storage merupkan proses perekaman hasil pengolahan yang disimpan di storage dapata dipergunakan sebagai bahan input untuk proses selanjutnya.
Dari uraian tersebut memberi kesan bahwa pengelolaan administrasi dengan sistem komputer berlangasung dengan cara otomatis. Hal tersebut dihubungkan dengan tanggapan para responden penelitian yang telah dilakukan melalui pengedaran lembaran angket sebagaimna tergambar pada tabel berikut :
Tabel 6
Tanggapan Reponden Tentang Pengelolaan Administrasi Berlangsung Secara Otomatis Dapat Terwujud Dengan Sistem Komputer
Angket Kriteria N B N X B Persentase
1 a. Sangat Setuju 23 4 92 54,76
b. Setuju 9 3 27 16,07
c. Kurang Setuju
d. Tidak Setuju 8 2 2
1 16
2 9,52
1,19
Jumlah 42 80,35
Skor Ideal (42 x 4 ) 168
Sumber : Data diolah Tahun 2008
Dari tabel di atas menggambarkan tanggapan responden bahwa pengelolaan administrasi secara otomatis dapat terwujud dengan sistem komputerisasi dengan prosentase 80,35 %. Dengan prosentase tersebut , maka pengelolaan administrasi secara otomatis dapat terwujud dengan sistem komputerisasi pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo dinilai baik.
2. Kemampuan Komputer.
Ada tiga hal yang menjadi kunci keunggulan kemampuan komputer dalam era teknologi moderen pada dewasa ini adalah :

a. Kecepatannya yang tinggi dalam melakukan pengolahan data.
Kemampuan komputer yang paling dirasakan adalah kecepatannya. Komputer dapat melakukan suatu operasi dasar, seperti perhitungan, dalam waktu yang sangat cepat yaitu dalam satuan milli second, microsecond, bahkan picosecond (triliun operasi perdetik).
Dikaitkan dengan tanggapan para responden penelitian yang telah dilakukan dengan pengedaran lembaran angket sebagaimanaa tergambar pada tabel berikut :
Tabel 7
Tanggapan Repsponden Tentang Pengelolaan Administrasi Dengan Sistem Komputer Memberi Kesan Berlangsung Dengan Cepat.
Angket Kriteria N B N X B Persentase
2 a. Sangat Setuju 25 4 100 59,52
b. Setuju 13 3 39 23,21
c. Kurang Setuju
d. Tidak Setuju 4 0 2
1 8
0 4,76
0
Jumlah 42 87,49
Skor Ideal (42 x 4 ) 168
Sumber : Data diolah Tahun 2008
Dari tabel di atas menggambarkan tanggapan responden bahwa pengelolaan administrasi dengan sistem komputer lebih cepat daripada sistem manual dengan prosentase 87,49 %. Dengan demikian, maka pengelolaan administrasi dengan sistem komputer pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo dinilai sangat baik.
b. Kerapian, Ketepatan dan ketelitian hasil yang diperoleh komputer karena tidak mempunyai mental dan tidak mengenal lelah, sehingga komputer tidak akan mengalami kesalahan, apabila dibandingkan dengan manusia jika lelah, maka mentalnya akan luluh yang akan berakibat cenderung untuk berbuat kesalahan.
c. Mempunyai ingatan (memori) yang besar, sehingga untuk menyimpan dan memproses informasi yang cukup besar.
Walaupun komputer mempunyai kemampuan seperti yang disebutkan terdahulu, tidaklah berarti bahwa komputer dapat menyamai manusia, apalagi mengalahkannya. Manusia mempunyai inisiatif dan dapat teradaptasi terhadap situasi tertentu, sedangkan komputer tidak dapat melakukan hal tersebut, harus beroperasi menurut program yang diberikan.
Oleh karena itu daya guna komputer masih harus ditunjang pula oleh faktor lainnya yang sangat penting yaitu manusia yang menangani dan mengendalikannya, organisasi perusahaan dan lain-lain.
Kecakapan manusia sebagai pengguna komputer sangat menetukan manfaat dan efisiensi pemakaian komputer. Pada kalangan tertentu pemakaian komputer terlihat masih jauh dari maksimal, artinya hanya terbatas untuk melakukan hal sederhana, misalnya hanya untuk mengetik surat saja. Dengan demikian peningkatana kemampuan sumber daya manusia sangat menentukan pendayagunaan komputer.
Oleh karenanya penggunaan komputer tidak seluruhnya menggantikan fungsi kerja manusia, tetapi hanya sebagai alat bantu saja. Komputer merupakan perkembangan teknologi yang penting karena meningkatkan kemampuan dari manusia.
Komputer dapat digunakan di segala bidang permasalahan yang ada di dunia ini misalnya pendidikan, administrasi, perkantoran/bisnis, dunia usaha, industri, penerbangan, pertanian, kriminalitas, penelitian ilmiah permainan dan sebagainya.
Sebenarnya kehadiran komputer ditujukan untuk membantu pekerjaan manusia yang sudah tidak dapat ditangani sendiri, serta menggantikan peralatan kantor yang selama ini digunakan , dan yang terpenting lagi, kemampuan otomatis dan efisiensi yang lebih tinggi, sehingga pemakaian komputer merupakan satu pilihan yang tepat.
Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa komputer dapat digunakan dalam berbagai hal seperti berhitung, berkomunikasi lewat jaringan telepon, membuat duplikat arsip, mencetak surat, lapoaran karya tulis dan sebagainya. Yang perlu disadari adalah bahwa komputer itu dapat bekerja menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan, jika kita ( manusia) memasukkan perintah kedalamnya. Tanpa adanya perintah yang kita masukkan kedalam komputer, maka komputer tidak akan mengasilkan suatu apapun.
Program sebagai media komunikasi antara manusia dan komputer, merupakan kumpulan instruksi yang disusun dalam suatu bahasa yang disebut bahasa komputer. Seluruh jenis komputer hanya bisa memahami bahasa pemprograman yang disebut Bahasa Mesin (bahsa tingkat rendah), yang merupakan kombinasi dari angka 0 dan 1 .
Setuju atau tidak sekarang ini kita hidup dalam zaman informasi yang terus berkembang dimana pertumbuhan dan perkembangan komputer semakin pesat dan canggih, yang secara otomatis kita harus juga tetap mengikuti perkembangan itu agar tidak tertinggal.
Uraian tersebut di atas dihubungkan dengan tanggapan para responden penelitian yang dilakukan dengan pengedaran lembaran angket sebagaimana tergambar pada tabel berikut :
Tabel 8
Tanggapan Responden Tentang Pengelolaan Administrasi Dengan Sistem Komputer Memberi Kesan Rapi, Teliti, Tepat
Angket Kriteria N B N X B Persentase
3 a. Sangat Setuju 28 4 112 66,66
b. Setuju 8 3 24 14,28
c. Kurang Setuju
d. Tidak Setuju 6 0 2
1 12
0 7,14
0
Jumlah 42 88,08
Skor Ideal (42 x 4 ) 168
Sumber : Data diolah Tahun 2008
Dari tabel di atas menggambarkan tanggapan responden bahwa pengelolaan administrasi rapi, teliti, tepat dapat terwujud dengan sistem komputerisasi dengan prosentase 88,08 %. Dengan prosentase tersebut, maka pengelolaan administrasi secara rapi, teliti, tepat dapat terwujud dengan sistem komputerisasi pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo dinilai sangat baik.

3. Sistem Komputer. (Computer System).
Komputer adalah merupakan suatu sistem agar dapat digunakan untuk mengolah data.
Sistem adalah jaringan dari pada elemen yang saling berhubungan, membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi. Agar tujuan tersebut tercapai maka harus didukung oleh elemen-elemen, yaitu hard ware, soft ware dan brain ware.
Komputer akan mengalami kesalahan apabila komponennya rusak dan jika data yang dimasukkan salah. Maksudnya jika data yang dimasukkan salah, maka hasilnya juga akan salah, sebaliknya bila data yang dimasukkan benar, maka hasilnyapun akan benar.
Brain ware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.
Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Hard ware tanpa adanya soft ware, maka tidak dapat difungsikan seperti yang diharapkan, hanya berupa benda mati saja, karena soft ware yang memuat perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data.
Demikian juga walaupun ada hard ware dan soft ware, jika tidak ada manusia yang mampu mengoperasikannya maka tidak akan dapat berfungsi, hanya merupakan benda pajangan saja.
4. Kebaikan Komputer.
Seperti telah dijelaskan terlebih dahulu bahwa komputer merupakan alat pengolahan data yang terdiri dari elemen-elemen, konsuktruksi dan programmer, sehingga komputer merupakan suatu sistem, wajarlah jika komputer memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan yang cukup menonjol antara lain :
a. Komputer dapat memilih dan melakukan klasifikasi data dengan ketelitian yang tinggi (akurat).
b. Komputer mampu menyimpan dan mengolah data dalam jumlah besar.
c. Komputer mampu melakukan perhitungan-perhitungan dengan mengolah data dengan kecepatan tinggi.
d. Komputer dapat melakukan pekerjaan berdasarkan kondisi yang kita inginkan.
e. Komputer memiliki daya ingat yang tinggi.
f. Komputer dapat menghasilkan informasi yang akurat dan terpercaya.
g.. Komputer dapat digunakan untuk memindahkan informasi dari satu tempat ke tempat lainnya.
Sedangkan kekurangan komputer antara lain adalah :
a. Komputer tak dapat beroperasi tanpa instruksi (soffware)
Uraian kebaikan komputer sebagaimana diperinci di atas, dikaitkan dengan tanggapan para responden peneelitian sebagaimana tergambar pada tabel berikut :
Tabel 9
Tanggapan Responden Tentang Pengelolaan Administrasi Dengan Sistem Komputer Memberi Kesan Yang Akurat
Angket Kriteria N B N X B Persentase
4 a. Sangat Setuju 10 4 40 23,80
b. Setuju 17 3 51 30,35
c. Kurang Setuju
d. Tidak Setuju 11 4 2
1 22
4 13,09
2,38
Jumlah 42 69,62
Skor Ideal (42 x 4 ) 168
Sumber : Data diolah Tahun 2008
Dari tabel di atas menggambarkan tanggapan responden bahwa pengelolaan administrasi dengan sistem komputer memberi kesan akurat dengan prosentase 69,62 %. Dengan prosentase tersebut, maka peranan komputer dalam menganalisa pekerjaan kantor/administrasi secara akurat pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo dinilai Sedang.
Salah satu kelebihan pengelolaan administrasi dengan sistem komputer dibandingkan dengan sistem manual adalah dalam mengadakan perubahan atau perbaikan bila diperlukan begitu pula dalam hal pengandaan lembaran bila tiba-tiba diperlukan tambahan.
Hal tersebut dikaitkan dengan tanggapan para responden penelitian yang telah dilakukan, sebagaimana tergambar pada tabel berikut :
Tabel 10
Tanggapan Repsonden Tentang Kemudahan Melakaukan Perbaikan Dengan Sistem Komputer
Angket Kriteria N B N X B Persentase
5 a. Sangat Setuju 29 4 116 69,04
b. Setuju 10 3 30 17,85
c. Kurang Setuju
d. Tidak Setuju 3 0 2
1 6
0 3,57
0
Jumlah 42 90,46
Skor Ideal (42 x 4 ) 168
Sumber : Data diolah Tahun 2008
Dari tabel di atas menggambarkan tanggapan responden bahwa melakukan perbaikan-perbaikan dengan sistem komputerisasi lebih mudah dibanding dengan sistem manual dengan prosentase 90,46 %. Dengan prosentase tersebut, maka perbaikan-perbaikan dengan sistem komputerisasi lebih mudah dilakukan pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo dinilai sangat baik.
B. Kendala dan Pemecahannya
Bedasarkan urain di atas, dapat ditemukan beberapa kendala merupakan hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan administrasi dengan sistem komputer adalah :
1. Kurangnya tenaga administrasi yang harus mengelola administrasi yang yang mempunyai ruang lingkup luas dan kompleks.
2. Pegawai yang ada pada umumnya masih minim pengetahuan dan pengalaman dalam tugas-tigas pengelolaan administrasi utamanya dalam pengelolaan administrasi dengan sistem komputer.
3. Bahwa perangkat komputer untuk kegiatan administrasi masih terbatas, karena komputer yang ada adalah untuk kegiatan PBM para siswa.
4. Sarana perkantoran masih belum memadai.
Dari kendala-kendala yang merupakan hambatan-hambatan tersebut di atas, pada kesempatan penulis mencoba memberikan langkah-langkah pemcahan untuk lebih mengoptimalkan kerja pengelolaan administrasi dengan sistem komputerisasi tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan. Pemecahan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Memberikan bimbingan kepada para pegawai yang ada dalam melaksanakan tugas-tugasnya, memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti kursus-kursus atau pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan kebutuhannya masing-masing.
2. Mengupayakan agar para pegawai yang syarat tingkat pendidikannya tergolong kurang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sehinga syarat pendidikannya memenuhi kategori cukup atau bahkan lebih tinggi lagi.
3. Mengupayakan menggunakan peralatan yang ada secara opotimal.
Demikanlah pembahasan hasil penelitian skripsi ini yang penulis ketengahkan.

BAB V
PENUTUP.
Berdasarkan uraian-uraian terdahulu dalam skripsi ini, maka pada bab terakhir ini akan dikemukakan beberapa kesimpulan dan saran-saran sebagai hasil penelitian.
Kesimpulan dan saran tersebut adalaah sebagaimana diuraiakan di bawah ini.
A. Kesimpulan.
1. Bahwa pengelolaan administrasi dengan sistem komputer hasil penelitian menunjukkan berlangsung secara cepat, rapi, teliti , tepat otomatis, akurat dan mudah dilakukan perbaikan.
2. Dibidang ketenagaan administrasi masih belum memadai, baik jumlah maupun keterampilannya dalam penerapan adiministrasi sistem komputer.
3. Sarana baik perangkat komputer maupun srana lainnya yang khusus dioperasikan untuk pengelolaan administrasi belum memadai.
B. Saran-Saran.
1. Pegawai yang ada sekarang diharapkan untuk diadakan peningkatan baik jumlah maupun keterampilannya.
2. Sarana administrasi utamanya perangkat komputer agar dapat ditingkat atau diprioritaskan penambahan baik kualitas maupun kuantitas.
3. Penambahan pengetahuan atau keterampilan para pegawai yang ada terus ditingkatkan denga fasilitas dari sekolah.
Demikianlah beberapa kesimpulan dan saran yang dpat diungkapkan pada akhir bab skripsi ini.

DAFTAR PUSTAKA
Aninom, l987, Metode Penelitian Administrasi, Pedoman Penulisan Usulan Skripsi, FISIPOL UNHAS, Ujung Pandang.

Arikunto, S, l987, Prosedur Penelitian, Bina Aksara, Jakarta.

Arruan Lintje, M.T., 1995, Peranan Mesin Kantor dalam Meningkatkan Efisiensi Kerja, pada PT.Nindya Karya Cabang VI Ujung Pandang, Aksema Atmajaya, makassar.

Bintoro Tjokroamidjojo, l98l, Perencanaan Pembangunan, Gunung Agung, Jakarta.

Gie Liang The, 1992, Administrasi Perkantoran Modern, Liberty, Yogyakarta.

Koentjaraningrat,l977, Metode Penelitian Masyarakat, PT.Gramedia, Jakarta

Moeliono, Abthon M, 1990, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta.

Peramudji, S, l986, Kepemimpinan Pemerintahan di Indone¬sia, Bina Aksara, Jakarta.

Pass, Christopher, dkk, 1988,Nama Lengkap Ekonomi, Erlangga, Jakarta.

Rusmadi Dedy, 1986, Cara Belajar Komputer Secara Praktis, Penerbit M2S, Bandung,

Siagian Sondang P, l974, Administrasi Pembangunan, Gunung Agung, Jakarta.

———,l982, Filsafat Administrasi, Gunung Agung, Jakarta.

———, l984, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Gunung Agung, Jakaarta.

———, 1976, Peranan Staf Dalam Managemen, Gunung Agung, Jakarta.

———, 1988,Sistem Informasi Untuk Pengambilan Keputu¬san, CV.Haji Masagung, Jakarta.

Siauw Soen I, Ir, 1986, Kamus Istilah Personal Computer, Alumni, Bandung.

Soedjadi, F.X., Drs, MPA, 1994, O & (Organization and Methods) Penunjang Berhasilnya Proses Manajemen, CV. Haji Masagung, Jakarta.

Soewarno Handajaningrat, l982, Administrasi Pembangunan Dalam Pembangunan Nasional, Gunung Agung, Jakarta.

Sugiono,l994, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Suryabrata

Sumadi,l987. Metode Penelitian, CV.Radjawali, Jakarta.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI




Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -