PERANCANGAN SISTEM PEMOTONGAN DAN PENGEPAKAN KAYU SECARA OTOMATIS BERBASIS PLC OMRON CPM 1A

abstraks: 

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi kontrol. Yang mana dewasa ini sistem kontrol mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia industri, untuk meningkatkan mutu dan hasil produksinya diperlukan sebuah peralatan yang komplekdalam hal ini menyangkut penggunaan sistem kontrol yang mana biasanya mengguankan relay atau kontaktor. Karena memerlukan rangkaian konvensional yang sangat komplek dan rumit untuk membuat suatu rangkaian kontrol, maka ada beberapa alternatif yang diperlukan. Alternatif tersebut diantaranya PLC ( Programmable Logic Controller ), PLC merupakan sebuah alat yang digunakan sebagai pengendali , yang mana dalam pembuatan sistem kontrol PLC mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan menggunakan sistem kontrol konvensional.
Pada tugas akhir ini penulis mencoba membuat sebuah simulator yaitu simulator system pemotongan dan pengepakan kayu secara otomatis yang berbasis PLC OMRON CPM1A, pada simulasi ini I/O PLC yang digunakan dalam simulator ini berjumlah 30 I/O. Dalam merancang simulator ini digunakan komponen-komponen yang memdekati fungsi dari yang sebenarnya. Pembuatan program dilakukan dengan menggunakan sebuah software yaitu CX-Programmer yang dapat dibuat dengan bantuan sebuah PC, setelah pembuatan program yang dibuat pada PC selesai kemudian program ditransfer pada PLC tersebut.
Setelah dilakukan pengujian pada rangkaian kontrol untuk menjalankan simulator pemotongan dan pengepakan kayu, ternyata sistem control menggunakan PLC OMRON CPM1A dapat bekerja dengan baik seperti keadaan sebenarnya dalam industri. Pengujian dilakukan 2 tahap, tahap 1 dilakukan 3 kali pengujian dan pada satu kali pengujian didapat 6 potongan kayu, sehingga didapat 18 potongan. Tetapi ada satu potongan kayu yang tidak jatuh pada konveyor 2, sehingga satu pengujuan dianggap gagal. Kegagalan ini disebabkan ada beberapa bagian mekanik yang kurang pas. Setelah dilakukan perbaikan , maka pada tahap 2 dilakukan 5 kali pengujian dan masih didapat satu kali pengujian yang gagal. Dengan demikian secara komulatif dari pengujian tahap 1 dan pengujian tahap 2 dapat diketahui bahwa tingkat keberhasilan sistem tersebut 75%. Namun demikian simulator tersebut telah berkerja dengan baik lebih efektif dan efisien dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

1.1 Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sekarang ini yang begitu cepat, maka tidak heran lagi kalau dewasa ini, umumnya semua jenis media sarana dan prasarana banyak yang menggunakan teknologi tepat guna, hal ini nampak dari semakin banyaknya penggunaan controller yang digunakan untuk mengontrol atau menjalankan suatu sistem, agar sistem tersebut dapat bekerja secara otomatis. Tujuan dari penggunaan teknologi tersebut diatas, dalam dunia industri adalah untuk lebih mengoptimalkan daya kerja dari sarana dan prasarana yang ada. Sehingga sarana dan prasarana dapat bekerja lebih baik, efisien dan efektif yang mana sangat diperlukan untuk mempercepat serta menambah kualitas dan kuantitas dari proses produksi. Hasil dari proses produksi yang optimal tentunya sangat diharapkan oleh setiap industri dalam memproduksi hasil produksinya. Jika sarana dan prasarananya tidak mendukung maka dapat dipastikan hal tersebut akan menghambat proses produksi.
Dalam dunia kelistrikan yang terbagi atas dua bagian utama yaitu : listrik arus kuat dan listrik arus lemah (elektronika), kedua bagian ini dalam dunia industri tidak dapat dipisahkan karena sangat menunjang dalam proses produksi, dimana dalam industri kebutuhan akan listrik merupakan kebutuhan pokok terjadinya proses produksi sebagai contoh listrik arus kuat digunakan untuk sistem penerangan, sistem penggerak motor, dan lain–lain, sedangkan listrik arus lemah biasanya digunakan untuk sistem kontrol mesin produksi yang menggunakan sistem elektronika, Dalam sistem kontrol biasanya antara listrik arus kuat dan listrik arus lemah sangat dibutuhkan karena suatu mesin produksi memiliki penggerak yaitu sebuah motor listrik, untuk mengerakan motor listrik tersebut diperlukan suatu sistem kontrol.
Selama ini sistem kontrol suatu mesin produksi dioperasikan secara manual yaitu menggunakan relay dan kontaktor, dimana jika dioperasikan secara manual atau masih menggunakan kontaktor atau relay masih memiliki banyak kekurangan dan kendala yang dihadapi seperti : pengawatan kontrol masih rumit, pemeliharaan dan perbaikan pada saat gangguan memerlukan biaya yang cukup mahal dan waktu yang cukup lama sehingga masih banyak kendala yang dihadapi.
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi otomatisasi dalam hal ini Programmable Logic Controller (PLC). Dengan adanya PLC maka pembuatan sistem kontrol untuk mengendalikan suatu proses terasa lebih mudah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa keuntungan menggunakan PLC dibandingkan secara konvensional, disamping itu aplikasi Programmable Logic Controller (PLC) sangat banyak digunakan dalam dunia industri. Oleh karena itu, penulis tertarik akan bentuk dari pemanfaatan sistem kontrol dengan menggunakan PLC dan mencoba untuk mengimplementasikan salah satu aplikasi PLC untuk kontrol pemotongan dan pengepakan kayu berbasis PLC OMRON CPM1A dan dengan membuat simulasinya, dimana PLC Omron ini banyak digunakan di dalam sistem kontrol untuk aplikasi beberapa alat produksi di industri.

1.2 Tujuan Penulisan
Adapun Maksud dan tujuan yang hendak dicapai dari pembuatan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
1. Mengaplikasikan sistem kontrol Programmable Logic Controller (PLC) dengan komponen yang lainnya sehingga terbentuk suatu sistem atau alat bermanfaat dan mempermudah segala urusan manusia.
2. Merencanakan dan membuat suatu sistem pemotongan dan pengepakan kayu yang dapat bekerja lebih efektif dan efisien dari segi kualitas dan juga kuantitasnya.
3. Mengetahui keandalan dari sistem pemotongan dan pengepakan kayu secara otomatis yang berbasis PLC Omron CPM 1A dibandingkan dengan rangkaian konvensional.
4. Mengetahui untung rugi penggunaan sistem pemotongan dan pengepakan kayu secara otomatis yang berbasis PLC Omron CPM 1A dibandingkan dengan rangkaian konvensional.
5. Mengetahui faktor ekonomis dari penggunaan sistem pemotongan dan pengepakan kayu secara otomatis yang berbasis PLC Omron CPM 1A.
1.3 Kegunaan Penulisan
Pembuatan simulasi perancangan sistem pemotongan dan pengepakan kayu berbasis PLC OMRON CPM1A diharapkan memiliki manfaat sebagai berikut :
1. Alat yang dirancang ini dapat digunakan sebagai model simulasi untuk kebutuhan latihan keterampilan pengaplikasian antara hardware dan software yang dapat digunakan di labolatorium Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI.
2. Sebagai media pembelajaran dan sekaligus melatih kemampuan penulis dalam merancang dan membuat suatu sistem pemotongan dan pengepakan kayu dengan menggunakan programmable logic controller yang pada akhirnya diharapkan dapat diterapkan dilapangan.
3. Sebagai dasar dalam pembuatan sistem pemotongan dan pengepakan kayu secara otomatis barbasis PLC (Programmable Logic Controller) yang lebih efektif dan efisien.
4. Sebagai media informasi dalam penyampaian tentang Programmable Logic Controller (PLC) , dan rangkaian control untuk keperluan akademik maupun pengembangan pembuatan alat lainnya.
5. Sebagai bahan masukan faktor ekonomis bila dibandingkan dengan pemotongan dan pengepakan kayu yang dilakukan dengan kontrol konvensional.
6. Bagi penulis khususnya dan para pembaca karya tulis ini pada umumnya dapat memahami prinsip-prinsip yang mendasar mengenai sistem PLC (Programmable Logic Crontroller) yang digunakan untuk sistem kontrol serta mengenai pembuatan program khususnya pembuatan program dalam bentuk ladder diagram.
1.4 Batasan Masalah
Programmable Logic Controller (PLC) merupakan rangkaian yang terintegrasi dimana pada awalnya merupakan pengganti logika relay-relay, tetapi peningkatan ruang lingkup fungsi didapatkan pada banyak aplikasi yang komplek. Karena stuktur PLC dibuat sama seperti struktur yang dipakai pada arsitek komputer yaitu rangkaian yang terintegrasi, maka PLC tidak hanya mampu melakukan tugas pensaklaran relay tetapi juga aplikasi lain misalkan pencacahan, perwaktuan, perbandingan dan pemrosesan dari sinyal analog.
Pada penulisan tugas akhir ini agar pembahasan tidak terlalu meluas maka penulis memberi batasan sebagai berikut :
1. Prinsip kerja dari rangkaian sistem pemotongan dan pengepakan kayu secara otomatis yang berbasis PLC Omron CPM 1A.
2. Proses perencanaan dan pembuatan rangkaian sistem pemotongan dan pengepakan kayu secara otomatis yang berbasis PLC Omron CPM 1A.
3. Instruksi-instruksi yang ada pada PLC yang dipakai dalam pembuatan ladder diagram dalam proses pembuatan program untuk perancangan sistem pemotongan dan pengepakan kayu.
4. Komponen-komponen yang digunakan dalam pembuatan sistem pemotongan dan pengepakan kayu.
1.5 Metode Penulisan
Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis melaksanakan studi literatur dan studi eksperimen, agar memperoleh referensi dan data yang diperlukan.
a. Studi literatur
Yaitu pencarian data yang penulis dapatkan dengan mempelajari teori-teri dari buku-buku yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.
b. Studi eksperimen
Yaitu digunakan untuk merencanakan dan pembuatan baik software maupun hardware yang akan digunakan dalam perancangan sistem pemotongan dan pengepakan kayu agar hasil yang diinginkan sesuai dengan hasil akhir yang diharapkan.
c. Diskusi dan tukar pikiran dengan dosen pembimbing.
1.6 Sistematika Penulisan
Adapun pembahasan pada sistematika penulisan tugas akhir ini terdiri dari lima pokok bahasan, antara lain :

• BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, kegunaan sistem, batasan masalah, metode penulisan dan sistematika penulisan.

• BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang teori-teori pendukung dalam pembuatan program dan pembuatan simulator pemotongan dan pengepakan kayu dan hal-hal yang berhubungan dengan Programmable Logic Controller (PLC) CPM1A.

• BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI
Bab ini membahas mengenai langkah-langkah pembuatan program untuk pengontrolan simulator pemotongan dan pengepakan kayu dan juga realisasinya, berdasarkan flowcart sistem kerja simulator ini

• BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS
Bab ini berisi tentang pengujian program pada PLC dan program pada simulator pemotongan dan pengepakan kayu disertai dengan data dan analisisnya.

• BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran.


Untuk dapat melihat dan mendownload file skripsi lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Member Special dapat mendownload SELURUH file content yang ada di website ini. Daftarkan diri anda segera. UNLIMITED ACCESS

Google

PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannyadi sini

Design by xactive -