Perencanaan produksi berhubungan dengan jumlah dan kapan produksi akan dilangsungkan. Dengan adanya perencanaan produksi maka akan diperoleh peningkatan keuntungan karena mampu meminimalkan total biaya produksi dan permintaan pasar juga dapat dipenuhi dengan baik. PT. xxx merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, yaitu pembuatan sarung tangan. Permintaan pasar terhadap produk ini sangat fluktuatif untuk tiap periodenya. Kebijakan yang dibuat perusahaan untuk mengantisipasi permintaan selama ini adalah apabila produksi dari jam kerja biasa (reguler time) tidak mencukupi, maka dilakukan jam kerja lembur (over time).
Metode Transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber ke tempat tujuan yang membutuhkan secara optimal. Disamping itu, Metode Transportasi juga dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah dunia usaha lainnya, seperti masalah-masalah yang meliputi pengiklanan, pembelanjaan modal, dan perencanaan serta scheduling produksi. Perencanaan produksi dengan Model Transportasi lebih fleksibel karena dapat memasukan biaya yang berbeda dari waktu biasa (reguler time) maupun waktu lembur (over time) pada tiap periode, batasan unit yang dapat disubkontrakkan, serta perubahan shift.
Berdasarkan perhitungan maka hasil peramalan yang dipilih adalah hasil peramalan dengan metode Exponential Smoothing With Linear Trend karena memberikan MSD terkecil yaitu sebesar 58,95. Data yang digunakan dalam menyelesaikan perencanaan produksi model transportasi meliputi persediaan awal sebesar 100 unit, permintaan untuk 6 bulan kedepan sebesar 46866 unit, kapasitas produksi reguler time sebesar 36751 unit, kapasitas produksi over time sebesar 10015 unit, biaya produksi reguler time sebesar Rp.xxx,- per unit, biaya produksi over time sebesar Rp.xxx,- per unit, dan biaya simpan produk sebesar Rp.xxx,- per unit.
Dari hasil pengolahan data terlihat bahwa sebelum menggunakan Model Transportasi total biaya produksi adalah sebesar Rp.xxx,-. Sedangkan dengan Model Transportasi total biaya produki adalah sebesar Rp.xxx,-. Dari hasil perencanaan dengan menggunakan Model Transportasi ini, maka perusahaan dapat menghemat biaya produksi sebesar Rp. xxx
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Seperti diketahui bahwa dalam melakukan kegiatan produksi, perusahaan perlu melakukan perencanaan produksi yang akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan produksi dalam perusahaan tersebut.
Pengembangan usaha yang dilakukan oleh setiap perusahaan tidak terlepas dari apa yang menjadi sasaran dan tujuan yang akan dicapai. Dalam mencapai tujuan dan sasarannya serta mampu bersaing dengan perusahaan lain tak terlepas dari peranan bagian–bagian yang ada dalam perusahaan, salah satu cara agar perusahaan dapat bersaing dan dapat memenuhi permintaan yang fluktuatif dari konsumen maka perusahaan telebih dahulu harus melakukan perencanaan produksi agar dapat menyajikan keputusan yang lebih baik.
Perencanaan produksi dalam suatu perusahaan menjadi bagian yang cukup penting guna memenuhi tujuan yang diharapkan, baik dalam menentukan jumlah yang harus diproduksi dan kapan harus diproduksi, sehingga proses produksi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan ekonomis. Dengan adanya perencanaan produksi maka akan diperoleh peningkatan keuntungan karena mampu meminimalkan total biaya produksi, selain itu permintaan pasar dapat dipenuhi dengan baik.
Perencanaan produksi berkaitan dengan pengembangan antara pasokan dan permintaan akan keluaran dalam jangka waktu menengah, biasanya 3 – 18 bulan ke depan. Sasaran perusahaan dengan melakukan perencanaan produksi adalah untuk menetapkan tingkat keluaran menyeluruh dalam jangka waktu menengah dalam menghadapi permintaan pasar yang fluktuatif atau tidak pasti.
Dalam menetapkan perencanaan produksi tersebut maka dapat diperoleh suatu manfaat dari biaya yang dikeluarkan sehingga permintaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat dipenuhi dan produktivitas kerja dapat berjalan dengan baik, sehingga apa yang menjadi sasaran dan tujuan dari perusahaan dapat dicapai.
Dalam mencapai tujuan dan sasaran perusahaan perlu untuk memperhatikan beberapa pembatas yaitu kapasitas produksi dan permintaan pasar. Apabila proses produksi tidak direncanakan dengan baik, sedangkan permintaan pasar bersifat fluktuatif, maka penumpukan atau kekurangan barang hasil produksi menjadi persoalan yang harus diselesaikan. Keadaan seperti ini adalah sesuatu yang tidak diharapkan oleh perusahaan maupun pasar.
PT. xxx merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, yaitu pembuatan sarung tangan. Permintaan pasar terhadap produk ini sangat fluktuatif untuk tiap periodenya. Kebijakan yang dibuat perusahaan untuk mengantisipasi permintaan selama ini adalah apabila produksi dari jam kerja biasa tidak mencukupi permintaan, maka dilakukan jam kerja lembur. Berikut ini adalah data permintaan dan kapasitas produksi sarung tangan merk British Classic dari bulan Juni 2003 - Mei 2004.
Kondisi tersebut sudah semestinya menjadi perhatian dan bahan pertimbangan dalam mengkalkulasikan perencanaan produksi, agar dapat memenuhi permintaan pasar sehingga tidak menimbulkan terjadinya kelebihan produksi yang dapat menambah biaya produksi karena adanya biaya persediaan yang tinggi. Dan jika terjadi kekurangan produksi perusahaan akan kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode Transportasi yang bertujuan mengalokasikan sejumlah sumber menuju sejumlah tujuan tertentu, sehingga didapat total biaya minimum. Sumber yang dimaksud adalah kapasitas produksi sarung tangan untuk memenuhi tujuannya yaitu permintaan sarung tangan.
PT. Adi Satria Abadi Yogyakarta berusaha untuk memenuhi permintaan pasar. Keadaan permintaan yang berfluktuatif menyebabkan ketidak seimbangan antara jumlah produksi dan jumlah permintaan pasar. Agar total biaya produksi tetap terkontrol maka penentuan rencana produksinya harus tepat.
B. Perumusan Masalah
1. Berapa unit produk sarung tangan merk British Classic yang di produksi perusahaan setiap bulannya selama satu periode dari bulan Juni 2004 – November 2004 untuk memenuhi permintaan pasar yang berfluktuatif ?
2. Berapa total biaya produksi sarung tangan yang mampu dihemat oleh perusahaan selama satu periode dari bulan Juni 2004 – November 2004 dengan menggunakan metode transportasi ?
C. Tujuan Penelitian
1. Menentukan jumlah produksi sarung tangan merk British Classic setiap bulan dari bulan Juni 2004 - November 2004.
2. Menentukan biaya produksi minimum sarung tangan selama satu periode dari bulan Juni 2004 - November 2004.
D. Manfaat Penelitian
1. Setelah mengetahui jumlah produksi perusahaan maka perusahaan akan mempunyai gambaran dalam menyusun rencana produksi yang akan datang untuk memenuhi permintaan pasar yang fluktuatif. .
2. Setelah mengetahui biaya produksi minimum yang mampu dihemat perusahaan maka perusahaan dapat menggunakan sumber daya yang dimiliki secara optimal dan biaya produksi dapat ditekan seminimal mungkin untuk mencapai keuntungan yang maksimal
E. Asumsi-Asumsi
1. Jam kerja regular adalah 1 shif (8 jam) dengan istirahat 1 jam dan jam kerja lembur adalah 4 jam dengan istirahat 1 jam.
2. Data pemakaian mesin tidak berubah.
3. Harga pemakaian bahan baku, dan biaya tenaga kerja tidak berubah.
4. Teknik peramalan yang digunakan adalah teknik peramalan kuantitatif dengan alat uji Mean Squared Deviation (MSD) terkecil, data diolah dengan bantuan Software QS 3.0.

