TELEPONI
A. PENDAHULUAN
Komunikasi sangat penting di zaman serba sibuk begini. Karena itu, telekomuniasi adalah bisnis potensial yang menjanjikan. Sebab hubungan tak lantas berakhir hanya lantaran alasan waktu dan jarak. Andai saja tidak ditemukan telepon oleh Graham Bell dulu, mungkin kesibukan saat ini takkan sepraktis seperti saat ini. Karena dengan telepon kita bisa berkomunikasi jarak jauh secara langsung.
Berdasar asal katanya, teleponi terdiri dari dua kata yaitu tele dan phono. Dimana tele adalah jauh dan phono adalah suara, maka teleponi adalah komunikasi suara jarak jauh.
B. PESAWAT TELEPON
Pesawat telepon adalah suatu persangkat elektronika untuk mengirimkan dan menerima sinyal suara yang jaraknya jauh dengan melalui medium udara ataupun kabel agar kedua belah pihak dapat berbicara dan mendengar.
IDC juga lewat LS
Suara dari MIC muncul di LS sendiri
Bateray hanya diperlukan oleh MIC
MIC bergetar melalui arus DC
Kumparan : ngeblok arus ac dan arus dc di-short (tetap lewat) agar arus dc tidak masuk LS maka mic dan LS dipisah.
Jika ada arus lawan ? pada P1 dan P2 arahnya sama, polaritasnya sama, induksi saling memperkuat (disekunder). Arus sendiri arahnya berlawanan ? saling melemah.
On-hook : saklar 5 terhubung 1
Off-hook : saklar 5 terhubung 2
Penyandian angka “dial” ada 2 macam :
Pemutus arus = cakram putar
DiMF : tombol-tombol ketuk (“push-button”)
C. Dial Pemutus Arus
Gagang telepon diangkat _ arus DC dari sentral mengalir.
Cakram diputar angka n _ memutus arus DC n kali ( note : 10 kali ).
D. Dial dengan DTMF (“Dual Tone Multi Frequency”)
Telephone Analog tapi sentralnya digital dari pesawat ke sentral _ analog
Gagang diangkat _ IDC mengalir
Suatu tombol ditekan _ pesawat membangkitkan sepasang nada (FH & FL) yang menyatakan koordinat tombil.
Syarat Frekuensi
1.? 3,4 kHz (dalam band audio)
2.tidak saling terharmonis (saling berkelipatan)
3.peristiwa intermodulasi maka akan muncul F jumlah & F selisih, F jumlah & F selisih tidak boleh mendekati F yang telah ada
Intermodulasi terhadap 2 frekuensi dilewati kanal yang sama.
E. Sistem Jaringan Telepon
Sistem Jaringan Lokal
Jaringan lokal adalah jaringan yang menghubungkan antara pusat saklar local (local exchange) ke pelanggan-pelanggan. Pada umumnya setiap pelanggan telepon dihubungkan ke local exchange yang terdekat melalui sepasang kawat. Terkecuali misalnya pelanggan telepon mobil (celluler) tidak menggunakan sepasang kawat. Sistem pengabelan jaringan lokal pada umumnya dapat disaksikan pada gambar 4 yang merupakan jaringan catu tak langsung dan gambar 5 memperlihatkan system jaringan langsung, serta dapat pula kombinasi jaringan tak langsung dengan jaringan langsung.
Jaringan Catu Tak Langsung
Jaringan ini dipakai bila jaringan lokal cukup besar dalam arti jumlah pelanggan banyak san saluran pelanggannya panjang. Pada jaringan tak langsung pelanggan mendapat pencatuan saluran dari kotak bagi (KB) terdekat. KB mendapat pencatuan saluran dari rangka pembagi utama (RPU) melalui rumah kabel (RK). Penyambungan di RK dilakukan tidak tetap (melainkan menggunakan Jumper wire).
Gambar 4 : Jaringan telepon local catu tak langsung
KP = Kabel Primer
KS = Kabel Sekunder
KD = Kabel Distribusi (Drop Wire)
KB = Kabel Bagi (Distribution Point)
RK = Rumah Kabel (Feeder Point)
RPU = Rangka Pembagi Utama (Main Distribution Frame)
LE = Local Exchange
Jaringan Catu Langsung
Pada jaringan catu langsung pelanggan mendapat pencatuan saluran dari RK terdekat. RK mendapat pencatuan dari RPU tanpa melalui RK
Gambar 5 : Jaringan telepon local catu langsung
Jaringan ini umumnya dipakai untuk kota kecil dengan pelanggan sedikit. Pada kota besar sistem ini dipakai khusus untuk daerah sekitar sentrel telepon (sekitar local exchange) dengan radius ± 500 m.
Penyambungan Pada Rangka Pembagi Utama
Rangka pembagi utama (RPU) berada pada lokal exchange (sentral local telepon). Penyambungan kabel pada RPU diusahakan flexible dalam arti dengan mudah dilakukan interkoneksi atau pergantian/pemindahan sambungan. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi :
Pemasangan baru
Mengatasi kabel yang mengalami trouble
Perpindahan rumah pelanggan
Pergantian nomor
Arus Bias DC
Secara ekonomis lokal exchange mampu menjangkau tempat pelanggan sejauh mungkin sehingga dapat melayani pelanggan sejauh mungkin. Tetapi jarak jangkau itu ditentukan oleh berbagai kendala, antara lain yaitu :
a. Ketentuan arus bias DC minimum aga intrumen telepon pelanggan dapat
bekerja dengan baik.
b. Penyusutan atau (losses) sinyal suara (AC) yang dikirimkan.
Pada dasarnya, pada instrument telepon diperlukan arus bias (DC) dengan nilai minimum tertentu agar pensinyalan dapat berfungsi dengan baik. Untuk instrument telepon normal diperlukan arus bias 22-30mA, sedangkan untuk instrument telepon yang terekualisasi (equalized telepon set) diperlukan arys bias 8-12 mA. Arus bias dikirmkan dari batere yang ada pada local exchange ke pelanggan. Jadi diperlukan tahanan kabel (loop resistance), tahanan seri (dipasang seri dengan batere untuk melindungi dari hubungan singkat) dan tahanan input instrument telepon pelanggan (tahanan input ini umumnya memenuhi standart).
Tahanan DC konduktor tembaga yang baik (kabel telepon dapat dihitung dengan formula (rumus):
Tabel 2-1 (spesifikasi AWG)
Untuk memberikan luas DC ke pelanggan, exchange menggunakan batere 40 V dan dipasang tahanan serie 250 _ untuk melindungi bila terjadi hubungan singkat. Intrument telepon pelanggan merupakan instrumen normal dengan tahanan DC standart 50 _ dan dengan arus bias minimum 23 mA. Tentukan jarak pelanggan dari exchange maksimum bila digunakan kabel AWG 26.
Pada jaringan telepon desa (rural telepon net wall) diperlukan kabel yang panjangpanjang dengan kapasitas exchange yang rendah, karena penduduknya tidak padat dan jarak anatara rumah pendududk cukup jauh. Untuk daerah perkotaan, populasi penduduk rapat dan intsnitas trafik telepon tinggi, jadi diperlukan kapasitas exchange yang besar, sedang kabelnya tidak terlalu panjang. Selain kepadatan penduduk , intensitas trafik juga ditentukan oleh kegiatan ekonomi, selain itu juga tergantung waltu ke waktu. Misalnya pada daerah industri, intensitas puncak trafik terjadi pada jam-jamkerja. Pada daerah wisata misalnya intensitas trafik akan tinggi pada hari-hari libur.
Reference Equivalent (RE)
Dalam transmisi suara lewat jaringan kabel lokal akan terjadi losses (rugi-rugi). Jadi kekuatan sinyal listrik yang dihasilkan mikropon dan juga yang dihasilkan oleh ear piece perlu diperhitungkan.
Ada tiga macam losses utama dalam transmisi suara yaitu :
Ø Sanding loss (rugi pada pengiriman)
Ø Network loss (rugi dalam jaringan)
Ø Receiving loss (rugi pada penerima)
Andaikan tidak terjadi rugi-rugi (ovel all loss =0) maka penerima seperti mendengar langsung. Bila rugi-rugi terlalu besar, maka suara yang ditimbulkan ear piece tidak dapat didengar dengan baik.
Untuk menentukan derajat kepuasan pelanggan, CCITT membuat system standarisasi yang dikenal dengan istilah “Reference Equivalent” (RE). Perlengkapan
(equipment) standart telepon yang meliputi perlengkapan ITU di Genewa. Perlengkapan itu dikenal dengan nama perlengkapan NOSFER (Nouvean System
Fondamental Pour La Determination des Equinalent Reference). SRE (Sending Reference Equivalent) mikropon pesawat telepon (terdiri dari mikropon dan perlengkapannya) adalah rugi sinyal dalam dB bila volume sinyal listrik yang dihasilkan dibandingkan dengan volume suara yang masuk mikropon.
Pengukuran SRE dilakukan seperti terlihat pada gambar 7.
Penyusutan variable B diubah-ubah sehingga penerima menerima volume sinyal listrik yang sama bila dihubungkan ke transmiter standart maupun bila dihubungkan ke transmiter yang diukur Nilai SRE transmiter yang diukur adalah
SRE = A – B
Dengan A = Nilai penyusut tetap
B = nilai penyusut yang terbaca pada penyusut variabel.
Bila SRE bernilai negatif berarti transmiter yang diukur lebih baik dari transmitter standart. RRE (Receive Reference Equivalent) pesawat telepon (terdiri dari ear piece dan perlengkapannya) adalah rugi sinyal bila volume suara yang dihasilkan ear piece dibandingkan dengan volume sinyal listruk yang masuk. Pengukuran RRE dilakukan seperti terlihat pada gambar 8.
Penyusutan variabel B diubah-ubah sehingga volume suara yang dihasilkanreciever standart nasfer ketika dihubungkan sengan transmiter standart. Nilai RRE reciever yang diukur adalah :
REE = A - B
Dengan A = nilai penyusutan tetap
B = nilai penyusutan yang terbaca pada penyusutan variabel
Bila RRE bernilai negatif berarti Reciever yang diukur lebih baik dari receiver standart. Losses dari pengiriman sampai ke penerima disebut ORE (Over All Reciever Equivalent), jadi dapat di tulis :
ORE = SRE + Rugi Jaringan + RRE atau
ORE = SREpesawat pengirim + SREjaringan pengirim ke exchange(Loop Plg saluran) + REswitch exchange
+ RREjaringan pengirim ke exchange (Loop Plg saluran) + RREpesawat penerima.
Contoh : Tentukan overall Reference Equivalent bila diberikan :
Pesawat telepon A : SRE = 3 dB
RRE = -3 dB
Pesawat telepon B : SRE = 3 dB
RRE = -3 dB
Pesawat telepon A : SRE = 10 dB
RRE = 7 dB
Pesawat telepon B : SRE = 11 dB
RRE = 8 dB
Saklar pada exchange : RE = 1 dB
Penyelesaian :
v ORE sinyal dari A ke B
ORE = 3 + 10 + 1 + 8 +(-3) = 19 dB
v ORE sinyal dari B ke A
ORE = 3 + 11 + 1 + 7 +(-3) = 22 dB
Rekomendasi CCITT menyatakan bahwa ORE tidak boleh lebih dari 40 dB (CCITT : ORE > 40 dB). Pengukuran RE (Reference Equivalent) dilakukan pada frekuensi suara, yaitu : + 800 Hz untuk standard CCITT dan + 1000 Hz untuk standard Amerika AT dan T).
contoh : Bila PT Telkom menentukan bahwa SRE saluran maksimum 10,43 dB,
tentukan panjang kabel udara (kabel kering) berdiameter 0,8 bila SRE kabel
1,13 dB/km.
Jawab = 10,43 : 1,13 = 9,2 km
Tabel 2-4 : panjang Maksimum Kabel (Pedoman Praktis)
*KT = Kabel tanah atau Kabel Jelly (KJ) yaitu kabel berlapis jelly dan dipakai untuk
ditanam dalam tanah.
KK = Kabel Kering untuk akbel Udara
Kabel Telepon
A. Dilihat dari kawat penahan (bearer), konstruksi kabel dapat dibedakan menjadi
1) Penahan terpisah (dipakai sebagai kabel udara)
2) Penahan bersatu dengan kabel (dipakai sebagai kabel udara)
3) Penahan melingkari urat kabel (konstruksi ini selain untuk kabel udara
juga untuk kabel tanah).
B. Dilihat dari susunan urat kabel, ada beberapa tipe atau spesifikasi, antara lain tipe AEI (Agency Electrical Industry) type Stel (spesifikasi peruntel)
1) Tipe AEI (Agency Electrical Industry)
Pada setiap lapisan, warna isolasi urat a) pasangan pertama adalah merah, sedangkan pasangan selanjutnya warna putih. Warna isolasi urat b) berturut-turut sebagai berikut :
Biru
Kuning
Hijau
Coklat
Hitam, dan seterusnya kembali hijau
2) Tipe Stel (spesifikasi Perumtel)
Satuan saluran datar terdiri dari 5 quad yang dipilin bersama
Quad terdiri dari dua pasang (empat penghantar) yang dipilih bersama
Gambar 14 : satuan Quad
Jadi satu satuan dasar membentuk 10 pasang kabel, kode warna isolasi
penghantar untuk setiap satuan dasar ditunjukkan sebagai berikut :
Setiap satuan dasar ditandai dengan pita pengikat dengan lebar 3
mm (tebal 0,05 mm) yang dililitkan. Warna pita pengikat dimulai
dengan warna merah kemudian putih lalu biru secara bergantian. Bila
inti kabel hanya terdiri dari satu satuan dasar, tidak perlu diberi
pengikat atau pengikat berwarna putih. Pada kabel-kabel lama (sudah
tidak dipergunakan lagi), warna pengikat sesuai dengan kode warna
urat kabel yaitu, biru, jingga, hijau, coklat, abu-abu dan seterusnya.
Sejumlah satuan dasar dipilin membentuk unit-unit yang dapat
teriri dari :
a) 20 pasang (2 satuan dasar)
b) 30 pasang (3 satuan dasar)
c) 40 pasang (4 satuan dasar)
d) 50 pasang (5 satuan dasar)
e) 60 pasang (6 satuan dasar)
f) 80 pasang (8 satuan dasar)
g) 100 pasang (10 satuan dasar)
h) 120 pasang (12 satuan dasar)
Gambar 15 : Sejumlah satuan dipilin menjadi satu unit kabel
Kabel distribusi atau saluran/kabel penaggal biasanya
menggunakan drop wire
Gambar 16 : a) Drop Wire dengan penggantung
b) Drop Wire tanpa penggantung
Switching Hierarchy Pada Jaringan Penghubung antar Exchange
Inter koneksi antar exchange dilaksanakan menggunakan “ trunk line”. Topologi
dasar interkoneksi antar exchange dapat berupa jaringan mesh, jaringan bintang dan
jaringan hierarchy. Pada jaringan mesh, setiap exchange berhubungan dengan
Bila jarak antar exchange cukup pendek maka saluran penghubungnya (line trunk)
dapat digunakan suatu kabel dengan banyak pasangan. Tetapi bila jarak antar
exchange cukup jauh maka digunakan teknik multiplexing dan dilewatkan satu
saluran transmisi. Saluran transmisi dapat berupa kabel koaksial, sistem transmisi
gelombang radio, atau serat optik
Sistem Transmisi
Dalam jaringan telepon, sistem transmisi antar sentral (antar exchange
dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu :
_ Sistem kabel koaksial
_ Sistem radio
_ Sistem serat optik (fiber optik)
Sistem radio dapat dibagi menjadi 4 kategori, yaitu :
Komunikasi gelombang radio
Komunikasi satelit
Komunikasi ionosof, yaitu komunikasi dengan memanfaatkan pantulan ionosfer
Komunikasi hanburan tropo, yaitu komunikasi dengan memanfaatkan sifat hamburan
troposfer.
Untuk dilewatkan secara simultan pada jaringan transmisi tersebut diatas kana-kanal
telepon perlu di multipleks (jamak).
Macam multipleks yang diterapkan yaitu :
a. FDM (Frequency Division Multipleks) untuk sinyal telepon analog.
b. TDM (Time Divison Multiplexing)untuk sinyal telepon digital.
Uraian :
Transmisi Kabel Koaksial
Kabel koaksial terdiri dari dua konduktor, yaitu konduktor dalam dan konduktor
luar seperti terlihat dalam gambar 18. Antara kedua konduktor disebut dengan bahan
dielektrik.
Gambar 18 : Kabel Koaksial
Konduktor luar digrounded. Konduktor luar berfungsi sebagai pelindung tergadap interferensi dari luar serta mengurangi rugi sinyal karena radiasi ke luar. Pada umumnya hubungan antar sentral dilaksanakan dengan sistem duplek yaitu
menggunakan sepasang kabel koaksial yang masing-masing mentransmisikan kesatu arah. Untuk hal khusus, misalnya trafik ledak terlalu padat dan jarak antar exchange relatif pendek, dapat digunakan satu kabel koaksial untuk mentransmisikan dua arah.Karena ada penyusutan pada kabel koaksil, maka pada setiap jarak tertentu perludipasang repeatu (pengulang) yang berfungsi menguatkan sinyal. Jarak antar repeatu tergantung frekuansi dan ukuran kabel. Misalnya untuk ukuran kabel 2,6/9,5 mm pada frekuensi 12 Hz, jarak antar repeatu kira-kira 4,5 km.
Ada dau jenis repeatu, yaitu repeatu uatam (repeatu primer) dan repeatu sekunder.
Repeatu primer mempunyai suplai daya DC sendiri, sedangkan repeatu sekunder tidak mempunyai suplai sendiri, melainkan disuplai dari sumber daya DC lain melalui kabel koaksial yang bersangkutan. Seplau daya repeatu sekunder sering diperoleh sari sumber daya DC (batere) yang ada pada repeatu primer. Tetapan penyusutan kabel koaksial yang beroperasi dengan band width F Mhz diberikan oleh
Microwave Link
Hubungan dengan microwave link pada dasarnya hubungan garis pandang (line of
sight) seperti diperlihatkan pada gambar 19.
Hubungan antara dua terminal sering perlu melewati satu atau beberapa repeatu yang berfungsi menguatkan sinyal dan merubah frekuensi carrier. Beberapa lembaga International maupun Nasional mengelompokkan band (daerah) frekuensi gelombang mikro. Menurut IEEE band gelombang mikro dikelompokkan seperti terlihat pada tabel dibawah ini:
Pada umumnya microwave link menggunakan frekuensi 4 Ghz, 6 Ghz dan 11
Ghz. Frekuensi 4 Ghz untuk jarak jauh Frekuensi 6 Ghz untuk jarak jauh dan pendek
Frekuensi 11 Ghz untuk jarak pendek Kapasitas transmiter pada umumnya 1800 – 2700 channel telepon, atau kira-kira 2– 3 master group untuk telepon dialog.
Catatan : master group = 960 channel.
Antena dalam line if sight communication ini harus mempunyai pola rodian dengan bean area yang sangat sempit. Antena yang paling umum digunakan yaitu
antena parabol, antena cossegrain dan antena hog horn.
Meskipun pola radiasi cukup sempit, tetapi tetap saja masih efek pantulan
permukaan bumi, pantulan atmosfir dan pantulan oleh keadaan disekitar antena
(misalnya bangunan tinggi dan gunung). Untuk mengatasi atau menghindari pantulan oleh keadaan sekitar antena maka perlu dipilih lokasi yang tepat. Gelombang langsung dan gelombang pantul datang pada antena penerima belum tentu sefase, bahkan mungkin berlawanan fase (saling
meniadakan).
Efek pantulan bumi dapat diatasi dengan meletakkan antena pada ketinggian yang optimum. Gelombang pantulan atmosfer lebih sukar diperhitungkan karena keadaan
atmosfer yang turbolence dan fenomena atmosfer berunah dari waktu ke waktu termasuk pengaruh keadaan cuaca. Pada hubungan gelombang mikro, pantulan atmosfer mengakibatkan pemudaran(fading) dalam siklus beberapa menit atau beberapa jam. Bila dipakai frekuensi optik, pantulan atmosfer menimbulkan kerlipan
(scintillation) beberapa kali setiap menit. Untuk mengatasi hal itu, dalam hal hubungan gelombang mikro dilakukan beberapa cara yaitu :
a) Space Diversity
b) Polarization Diversity
c) Frequency Diversity
Space diversity yaitu pemasangan antena ganda terpisah beberapa kali panjang gelombang, satu berada diatas lainnya, sedangkan bila salah satu antena mengalami pemudaran yang lainnya tidak.
Polarizatiion diversity, yaitu dengan cara mentransmisikan dengan polarisasi
vertikal dengan sekaligus berpolarisasi horizontal. Jadi dalam hal ini diperlukan dua
antena pemancar (satu pemancar), dua antena penerima (satu penerima). Frequency diversity, yaitu digunakan dua frekuensi carrier yang berbeda. Jadi
dalam hal ini digunakan dua pemancar dan dua penerima, meskipun dapat digunakan satu antena pemancar dan satu antena penerima.
.
Komunikasi Hamburan Tropo
Keadaan udara yang turbulence dan ketidak teraturan indek bias dalam daerah tropospher dapat menghamburkan gelombang elektromagnetik.
Sistem komuniksai hamburan tropo yaitu komunikasi yang memanfaatkan sifat hamburan trophospher. Antena transmitter diarahkan kedaerah hamburan sehingga gelombang eletromagnetik yang datangpada daerah hamburan akan dihamburkan ke segala penjuru. Antena reciever juga harus diarahkan (memandang) ke arah hamburan sehingga dapat menerima gelombang yang dihambur ke arahnya. Daerah hamburan berada pada ketinggian antena 3 – 8 km, dan dengan demikian jarak antena transmitter dan reciever (pada permukaan bumi) berkisar antara 300 – 650 km.
Karena gelombang terhambur maka daya yang sampai ke reciever sangat rendah, jadi losses dalam komunikasi hamburan tropo sangat tinggi dapat mencapai 260 dB. Oleh karena itu diperlukan antena dengan gain yang sangat tinggi, transmitter dengan daya pancar yang besar serta reciever yang mempunyai faktor noise yang rendah. Untuk daya pancar dampai 10 kW biasanya digunakan antena parabola dengan diametr piringan 5 : 10 atau 20 m.
Komunikasi hamburan tropo, umumnya beroperasi pada frekuensi 400 dan 900 Mhz atau 2 dan 4 Ghz serta menghandalkan 240 channel telepon dialog (FDM) atau120 channel digital (TDM). Karena keadaan troposphere yang bervariasi dari waktu ke waktu, maka pada komunikasi hamburan tropo dapat timbul fading (pemudaran sinyal), slow fading maupun fast fading. Slow fading dapat diatasi oelh mekanisme AGC (Automatic Gain Control) pada reciever. Sedangkan high fading diatasi dengan sistem diversity, yaitu “space diversity” atau “polarization diversity” atau frequency diversity”. Tapi pada umumnya dipakai “space diversity” dengan jarak antara antena lebih dari 100 kali panjang gelombang arah mendatar.
Komunikasi Ionosphere
Ionosphere adalah lapisan dalam atmosphere bumi dengan ketinggian 50 km
keatas. Lapisan ionosphere dibagi menjadi lapisan D, E dan F. Radiasi ultraviolet dari matahari mengionisasi molekul gas dalam ionosphere sehingga timbul ion positif dan elektron bebas. Elektron bebas berkomunikasi dengan ion positif yang mendekatinya sehingga membentuk atom / molekul netral dan selanjutnya terionisasi lagi. Proses ionisasi dan rekombinasi itu berlangsung terus menerus. Konsentrasi elektron pada lapisan ionosphere bergantung intensitas radiasi ultraviolet (yang berarti bergantung posisi matahari) dan bergantung kerapatan gas dalam ionosphere. Gambar 24 menunjukkan konsentrasi elektron dalam ionosphere yang bervariasi terhadap ketinggian.
Lapisan D berada pada ketinggian 50 – 90 km. Pada siang hari konsentrasi
elektron tertinggi mempunyai orde 103 / cm3 berada pada ketinggian 75 – 80 km.Bagian bawah lapisan D yang di yakini mempunyai sumber ionisasi yang lain disebut lapisan C dengan konsentrasi elektro pada siang hari dalam orde 102 / cm3 dan sampai nol pada malam hari. Lapisan E adalah pada ketinggian 90 – 150 km. Pada siang hari konsentrasi elektron tertinggi pada ketinggian 100 – 110 km dalam orde 105 / cm3. Lapisan F berada pada ketinggian 150 km keatas. Lapisan F sering juga dibagi menjadi dua yaitu lapisan F1 dibagian bawah dan lapisan F2 dibagian atas. Pada siang hari konsentrasi elektron dapat mencapai orde 106 / cm3 yaitu pada ketinggian 200 –400 km. Karena pengaruh konsentrasi elektron pada lapisan ionosphere, maka gelombang yang ditransmisikan dari permukaan bumi sampai ke ionosphere akan mengalami pembiasan berturut-turut dalam ionosphere itu sehingga akan melengkung seperti diperlihatkan dalam gambar 25.
Untuk frekuensi yang lebih rendah dari MUF (maximum resable frequency).
Lengkung lintasan akan kebawah dan gelombang dikembalikan kebumi. Puncak lengkung berada pada ketinggian dengan konsentrasi elektron Nc.
Dengan ? = sudut datang pada ionosphere
f= frekuensi gelombang
Jadi gelombang seolah-olah dipantulkan pada ketinggian h (disebut victual high). Untuk frekuensi yang berbeda ketinggian puncak lengkung berbeda, jadi victual high
h juga berbeda. Untuk frekuensi yang lebih tinggi dari MUF (f>MUF) lengkungan akan tetap mengarah keatas dan tembus ionosphere. Nilai MUF diberikan dengan persamaan berikut :
MUF = fcr / cos ?
= fcr sec ?
dengan fcr = H81 Nmax
Nmax = konsentrasi elektronisasi maksimum dalam ionosphere.
Karena bergantung konsentrasi elektron maksimum, berarti MUF bergantung
posisi geografis dan bervariasi terhadap waktu. Komunikasi ionosphere yaitu komuniksi dengan memanfaatkan efek pantulan ionosphere tersebut diatas. Komunikasi ini dapat dilakukan dengan mode single hop ataupun multi hop seperti diperlihatkan pada gambar 26. pada mode multi hop gelombang dari transmitter (pada permukaan bumi) dipantulkan lagi oleh permukaan bumi ionosphere. Dengan mode multi hop, jarak jangkau pancaran akan lebih jauh tapi memerlukan daya transmitter yang lebih besar karena penyusutan lebih besar.
Untuk mencapai jarak langkah (skip distance) maksimum, maka antena transmitter diarahkan mendatar. Untuk ini sudut datang pada ionosphere ? kira-kira74°.
Gambar tersebut dibawah ini memperlihatkan bentuk curve MUF salam satu hari penuh untuk berbagai ship distance maksimum.
.
Antena merupakan elemen yang sangat penting dalam komunikasi ionosphere. Untuk komunikasi dari titik ke titik dengan frekuensi tinggi (HF), dua tipe antenayangtepat digunakan yaitu antena rhombic dan antena log periodic dipole array. Untuk jarak transmisi (ship distance) lebih jauh dari 4500 km dipakai antena rhombic, sedangkan jarak pendek dapat dipakai antena rhobic ata log periodic.
.

