PROSES PENGHENTIAN BUNYI
Sebuah dermukolator FM terdiri dari sebuah filter IF, pembatas-diskriminator dan sebuah baseband yang ditunjukan pada Fig.10.2-1. Filter IF memiliki sebuah bandwidth B, yang terletak di pertengahan frekwensi IF. Mengaliri dari –fm Filter baseband diperpanjang dari –fm to +fm tapi tidak melewati arus DC. Untuk mempermudah pembahasan, kita dapat menyimpulkan bahwa tenaga yang dimasukkan pada sinyal bukan dibawa oleh modulasi, sehingga m(t) = 0, menyertai white noise difilter dan dibentuk oleh filter IF.
Pada bab ini dan selanjutnya kita mempunyai kesempatan untuk menggunakan gambaran tentang komponen yang dikuadratkan dari bunyi yang dihasilkan pada Eq (7.11-2). Sangat tepat sekali untuk menggunakan notasiyang berbeda dibandingkan dari notasi Eq (7.11-2). Kita dapat mengganti nc(t) dengan x(t) dan ns(t) dengan y(t). Notasi alternative ini biasanya ditemukan pada literature sebagai notasi yang asli atau sebenarnya. Lihat Eq.(7.11-2), dengan 2?fc yang diganti dengan ?c.
Notasi pada Eq.(10.2-1)diutamakan ketika n(t) digambarkan sebagai gabungan dari tahap di sebuah system kordinat yang berputar berlawanan dengan arah jarum jam dengan frekwensi angular ?c. Seperti sebuah system kordinat n(t) yang digambarkan dengan tahap penjumlahan dengan x(t) di garis horizontal ( i.e, pada sumbu x) dan y(t)di arah vertical (i.e, sumbu y). Yang berkenaan denagan notasi baru ini, penyebar dan bunyi yang dihasilkan filter I.F, yang digunakan ke demodutator berasal dari
Persamaan tadi dapt ditulis ulang dalam bentuk notasi sbb:
Bentuk A+x(t) berada di sepanjang sumbu horizontal dan y(t) berada di sepanjang sumbu vertical.
Tepat sekali, saat membahas mengenai proses penghentian bunyi, membicarakan tentang bunyi dari amplitudo r(t) = dan bentuk segitiga secara acak ?(t) = tan-1 (y(t) / x(t)). Yang telah ditunjukkan di sec 2.16 bahwa berat jenis dari r(t) adalah Rayleight dan berat jenis dari ?(t) adalah 1/2? dari – ?. f ? )
Bentuk diagram dari Vc(t) ditunjukkan dari Eq 10.2-2. Di sini kita lihat bahwa penjumlahan bentuk sinyal A dan bunyi v(x) didefinisikan dari R(t)dibuat dengan sumbu horizontal yang disebut ?(t), kemudian
Seperti yang telah didiskusikan pada sec.9.2, hasil dari diskriminator yang sebanding untuk ?(t)= a ?/dt.
Kita hubungkan dengan Fig .10.2-2auntuk melihat bagaimana ?(t), dan asal mula ?(t), yang mempengaruhi bunyi r(t) dan perubahan ?(t). Jika kekuatan bunyi kecil pada saat dibandingkan dengan power penyebab, kita menganggap bahwa r(t) << waktu terbanyak, dan itu merupakan point akhir dari bentukyang dihasilkan R(t) tidak akan pernah menyimpang jauh dari bentuk hasil yang terakhir dibawa. Jadi saat ?(t) berubah, sudut ?(t) menjadi lebih kecil.
Bagaimanapun jika rasio ….. dinaikan, kemungkinan r(t) mengalami pengurangan/penurunan yang drastic, berbeda dengan A yang mengalami peningkatan. Ketika r(t)menjadi sebanding besarnya ke pembawa Amplitudo A, maka tempat tempat berakhirnya hasil terakhir yang dibawa R(t)bergerak jauh dari hasil point akhir, seperti ditunjukkan pada Fig.10.2-3a. Variasi dari bentuk sudut ?(t), ada dan mendekati waktu peristiwa kejadian ini, yang ditunjukkan pada Fig.10-2-3a. Jika rotasi di akhir nilai R(t) mengelilingi kejadian sebenarnya antara interval t1 dan t2, sudut ?(t) diubah oleh 2?rad selama waktu interval ini. Yang pertama adalah t1 dan diikuti t2, r(t) << A, dan variasi random kecil yang biasa muncul dari ?(t).
Kita sangat memperhatikan hasil diskriminator, yang seketika itu juga hasilnya sebanding dengan frekwensi d?/dt, dan kita


