Papan Listrik dari Bahan Daur Ulang Aluminium

pemilihan bahan
Papan Listrik dari Bahan Daur Ulang Aluminium

Tujuan Pengajaran Fisika sebagaimana tercantum dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) di SLTP kelas III adalah agar siswa: (1) memahami perilaku listrik dalam rangkaian tertutup; dan mampu memahami perilaku magnet dan pengetahuan dasar elektronika; (2) mampu melakukan percobaan untuk menguji dan meneliti hal-hal yang berkaitan dengan kelistrikan dan kemagnetan; (3) mampu menerapkan prinsip kelistrikan dan kemagnetan untuk menghasilkan teknologi sederhana; dan (4) dapat mengembangkan sikap ilmiah yang mencakup: (a) sikap subyektif dan jujur terhadap fakta, (b) sikap terbuka untuk bersedia memahami pendapat dan temuan orang lain, serta mau mengubah pendapatnya, jika ada bukti bahwa pendapatnya tidak benar, (c) sikap tekun tanpa putus asa, (d) sikap kritis dan tidak mudah percaya tanpa pengecekan lebih lanjut. Agar tujuan tersebut tercapai, sangat dibutuhkan media peraga untuk melakukan percobaan yang memudahkan siswa memahami perilaku listrik dalam rangkaian tertutup, perilaku magnet, dan hal-hal yang berkaitan dengan kelistrikan dan kemagnetan. Dengan media peraga, guru dapat memancing tanya jawab yang mengarah pada pengembangan sikap ilmiah. Dengan media peraga, siswa mudah memahami hal-hal yang bersifat abstrak, tetapi gejalanya bisa diamati lewat percobaan-percobaan, misalnya arus listrik, energi listrik, dua benda bermuatan sejenis tolak-menolak dan lain-lain.
Fisika adalah pelajaran eksprimen, yaitu pelajaran yang harus disertai percobaan, peragaan oleh guru sebagai demonstrasi dalam kelas oleh siswa sendiri (Druxes dkk., 1995: 30). Dalam pelajaran fisika, eksperimen mengambil tempat sebagai pusat dalam me-limpahkan cara berfikir dan bekerja (Druxes dkk., 1995: 94).
Pada sekolah yang tidak mempunyai alat peraga, guru terpaksa mengajarkan “Fisika kapur murni” yaitu mengajar Fisika hanya bermodalkan kapur saja yang membuat banyak siswa menjadi bosan. Kalau sudah merasa bosan, tingkah laku siswa akan bermacam- macam dan bisa kita bayangkan berapa banyak tujuan dalam GBPP yang tidak bisa tercapai.
Di sekolah mungkin ada media pembelajaran, tetapi jumlahnya terbatas atau rusak. Kemungkinan terjelek sekolah tidak mempunyai alat peraga. Untuk beberapa sekolah alat peraga relatif mahal, sehingga tidak terjangkau oleh kemampuan sekolah. Keadaan tersebut harus ditanggulangi agar sekolah dapat membantu siswa berhasil mencapai tujuan belajar Fisika seperti yang tertulis dalam GBPP.
Salah satu media peraga yang penulis rancang bangun dengan ketentuan di atas adalah papan listrik. Papan listrik ini bisa digunakan untuk membantu siswa dalam mempelajari pokok bahasan: (1) arus listrik mengalir dalam rangkaian tertutup yang di dalamnya terdapat sumber listrik; (2) arus listrik mengalir antara dua titik pada penghantar jika ada beda potensial; (3) bumi memiliki sifat magnet; (4) di sekitar arus listrik terdapat medan magnet.
Berikut ini akan diuraikan tentang teknik pembuatan papan listrik, alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan papan listrik tersebut, dan penggunaannya dalam proses belajar-mengajar.

PEMBUATAN PAPAN LISTRIK
Komponen Papan Listrik
1. Papan listrik yang penulis rancang bangun terdiri dari beberapa komponen yaitu: (a) papan bisa dibuat sendiri dari kardus bekas mie instan, makanan kecil dan lain-lain yang bisa dibeli di toko kelontong, (b) baterai besar 5 buah @ 1,5 Volt bisa dibeli di toko kelontong, (c) penyekat baterai, bisa dibuat dari aluminium foil, yaitu kertas berlapis tipis aluminium, bisa didapat dari bungkus bekas makanan ringan tertentu atau dari bungkus rokok tertentu (grenjeng, Jawa). Bisa juga dibeli di toko kue atau toko kimia, (d) Penghubung berfungsi sebagai kabel yang menghubungkan lampu ke kutub-kutub baterai. Penghubung ini bisa dibuat dari aluminium foil (lihat penyekat baterai), (e) Pemegang bola lampu terbuat dari karton dan aluminium foil.
2. Penyangga, bisa dibuat dari karton.
3. Kompas, bisa dibuat dari jarum pentul dan stirofor gabus pastik bekas pengganjal barang elektronik.
4. Lampu Senter, bisa dibeli di toko kelontong.
5. Magnet, bisa didapat dari magnet loud speaker yang rusak.
6. Paku Pines (paku payung).
7. Avometer/Multimeter, bisa dibeli di toko Elektronik.
8. Jarum Pentul.

Pembuatan Komponen
Papan
Bahan : kardus atau karton bekas, perekat dari tepung tapioka, kertas berwarna.
Alat : gunting, pisau (cutter), penggaris, dan pensil
Cara membuat :
1. Potonglah kardus menurut lipatan yang ada, sehingga kita peroleh lembaranlembaran. Tumpuklah lembaran-lembaran kardus dengan rapi sehingga kita memperoleh papan seperti kue lapis dengan tebal ± 3 cm seperti gambar di bawah.

2. Untuk tempat baterai buatlah lubang pada papan dengan ukuran 31 cm x 3,3 cm x 2 cm seperti gambar di bawah ini.

3. Lapisilah dengan kertas berwarna supaya indah dan menarik dan kalau sempat
berilah hiasan pada tepi papan.
Penyekat baterai
Bahan : - Aluminium foil
- Karton
Alat : - Gunting
Cara membuat:
1. Letakkan aluminium foil berukuran ± 8 cm x 12 cm di meja dengan bagian yang mengkilat berada di bawah.
2. Potonglah karton berukuran 3 cm x 4,5 cm dan letakan di atas aluminium foil
kemudian bungkuslah dengan rapi seperti gambar di bawah ini.

3. Buatlah penyekat sebanyak 6 buah.

Penghubung
Bahan : Aluminium foil berukuran ± 6 cm x 15 cm (grenjeng rokok) 4 lembar Cara membuat:
1. Letakan ke empat lembar aluminium foil di meja dengan bagian yang mengkilat berada di bawah dan lipatlah bagian tepi kertas seperti gambar di bawah.

2. Kaitkan tepi/ujung aluminium foil yang satu dengan tepi/ujung aluminium foil yang lain agar bagian yang mengandung aluminium (bagian yang mengkilap) saling berhubungan atau menempel satu sama lain dan pastikan pula benar-benar tersambung.
Cara menyambung

3. Tekan dan rapatkan pada tiap-tiap sambungan

4. Lipatlah menurut garis putus-putus seperti gambar di atas kemudian rapatkan

5. Lipatlah sekali lagi menurut garis tengahnya
6. Hasil akhir kita dapatkan penghubung yang panjangnya ± 50 cm dengan lebar 1,5 cm.

7. Buatlah penghubung di atas sebanyak 2 buah.
Pemegang Bola Lampu
Bahan : - Karton (bisa didapat dari kotak kue atau kotak rokok).
- Aluminium Foil
Alat : - Gunting
- Spidol dengan diameter ± 9 mm
Cara membuat :
1. Potonglah karton dengan ukuran 1cm x 20cm dan 1,2cm x 20 cm.

2. Sambung keduanya dengan selotip seperti gambar di bawah.

3. Potonglah aluminium berukuran 2 cm x 7 cm dan lipat seperti lipatan pada gambar
3.c s.d. 3.f.

4. Buat lagi seperti petunjuk 3 kemudian lipat seperti gambar di bawah ini

5. Gulunglah karton pada gambar 4.b dibagian pangkal spidol mulai dari ujung A (gulungan harus rapat).

6. Ketika gulungan hampir sampai sambungan ambil aluminium foil gambar 4.d
kaitkan dan lanjutkan.

7. Ketika gulungan hampir sampai ¾ bagian (tersisa ± 10 cm) ambillah aluminium foil pada gambar 4c dan selipkan, kemudian lanjutkan penggulungan sampai habis.

8. Setelah karton semua tergulung, gulunglah dengan selotip sebanyak dua gulungan sebagai pengikat agar gulungan tidak terbuka kemudian dengan hati-hati lepaskan spidol.

9. Perhatikan ujung-ujung aluminium foil pada gambar 4.g kemudian :
- Masukkan ujung 3 ke dinding dalam
- Gulunglah ujung 1 sehingga menutup kebagian bawah.
- Lipatlah ujung 2 dan 4 ke arah luar perhatikan gambar aluminium foil (tampak depan)

10. Tutuplah bagian bagian bawah gulungan dengan karton dan lekatkan dengan
selotip (Gambar 4.j).
11. Buatlah pemegang bola lampu sebanyak 4 buah.
12. Masukkan bola lampu senter ke pemegang bola lampu dengan cara diputar pelan.

13. Ujilah bola lampu pada no. 12 dengan baterai:
- Jika lampu menyala berarti pembuatan pemegang bola lampu berhasil dengan
baik.
- Jika lampu tidak menyala periksalah lampu, apakah ada bagian bawah
pemegang bola lampu tidak menyentuh dasar bola lampu? Kalau tidak,
putarlah bola lampu sehingga bagian bawah lampu menyentuh dasar.

Kompas
Bahan : - Jarum pentul
- Kancing baju tekan (Benik jepret, jawa)
- Magnet
- Stirofor (gabus plastik bekas pengganjal /pelindung alat-alat elektronika misalnya: TV, VCD dll.)
Alat : - Pisau, cuter atau silet.
Cara membuat:
1. Induksikan jarum pentul dengan cara menempelkan magnet seperti gambat di bawah ini dengan maksud jarum pentul menjadi magnet.

2. Ambil kancing baju tekan bagian luar

3. Potonglah stirofor seperti gambar di bawah (Gambar 5.c)

4. Rekatkan kancing baju tekan ke tengah potongan stirofor yang kecil dengan
menggunakan selotip.

5. Tancapkan jarum pentul yang sudah diinduksi di kiri dan kanan potongan stirofor yang kecil dan ditengah potongan lain.

6. Susunlah kedua bagian di atas dan usahakan bisa berputar bebas dan mengarah
utara selatan.

Penyangga
Bahan : Karton (bisa didapat dari kotak kue atau yang lainnya).
Alat : - Gunting
- Penggaris

Cara membuat:
1. Potonglah karton dengan ukuran 16 cm x 4 cm
2. Lipat seperti gambar di bawah (Gambar 6)
3. Guntinglah garis A B untuk membuat celah
4. Buatlah penyangga sebanyak dua buah

Penggunaan Papan Listrik
Papan listrik yang kita buat adalah papan listrik untuk siswa melakukan percobaan secara kelompok ataupun perseorangan. Jika untuk demonstrasi oleh Guru hendaknya papan diperbesar ukurannya menjadi 40 cm x 70 cm dan diberi tali penggantung untuk digantung di papan tulis. Selain itu juga diberi lubang tempat Multimeter

Ekperimen yang bisa dilakukan:
a. Menyusun rangkaian listrik dengan baterai dan lampu
b. Hukum Ohm
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi hambatan kawat
d. Konduktor dan isolator
e. Hukum Kirchoff I
f. Rangkaian hambatan seri atau pararel

g. Percobaan Oerstead
h. Gaya Lorentz
Contoh Penggunaan
Contoh 1: Kuat arus listrik dengan beda potensial (Hk. Ohm).
Alat : Papan, Penghubung, Baterai 5 buah @ 1,5 Volt, Penyekat, Paku payung /pines, Bola lampu, Penghubung
Pelaksanaan:
1. Masukkan baterai kelubangnya di papan dan diantaranya beri penyekat kemudian rangkailah alat-alat yang lain seperti gambar di bawah ini.

2. Angkat ujung A sisipkan (letakkan) ke penyekat T2 untuk menyalakan lampu
dengan 2 baterai.
3. Ukurlah kuat arus (I) dan beda potensial (V) pada lampu.
4. Tulislah hasil pengukuran dan pengamatan dalam tabel no. 1
5. Ulangi pelaksanaan 2 s/d 4 untuk T3, T4, T5.
6. Perhatikan dan pelajari hasil di tabel
7. Diskusikan dengan kawan Anda untuk mendapatkan kesimpulan.
Contoh 2 : Besarnya medan magnet disekitar kawat beraliran arus listrik besarnya bergantung pada kuat arus dan jarak terhadap kawat (percobaan Oerstead).
Alat: : Papan, Baterai, Penyekat, Penghubung, Kompas, Pines, Penyangga, Kabel (ujung-unjungnya terbuka)
Pelaksanaan:
1. Rangkailah alat-alat seperti gambar di bawah ini:

2. Usahakan jarum kompas sejajar kabel kecil dengan mengatur posisi papan dan jarak jarum kompas dengan kabel 0,5 cm.
3. Angkat ujung penghubung A letkakkan/sisipkan ke penyekat T2.
4. Perhatikan kutub utara jarum jam kompas
5. Catat gerak simpangan jarum kompas kutub utara. Arah simpangan…(searah atau berlawanan jarum jam). Besar Simpangan ………. (± berapa derajat).
6. Ulangi pelaksanaan 3 s/d 5 untuk T3, T4, T5.
7. Diskusikan hasil pengamatan anda dengan teman-teman.

PENUTUP
Untuk membuat dan mencoba papan listrik I ini penulis sarankan : (1) baca setiap bagian dengan cermat. (2) Lakukan dengan cermat dan sesuaikan petunjuk yang ada, (3) Cobalah eksperimen yang lain berdasarkan informasi di buku paket atau penunjang yang lain. Tentu saja sesuaikan dengan komponen yang ada. Dengan alat peraga yang dapat dibuat sendiri dari bahan yang murah mudah didapat dan mudah cara membuatnya diharapkan Guru dapat mengajarkan arus listrik dan medan magnet sesuai dengan teori pembelajaran yaitu: membelajarkan siswa dengan menarik dan menyenangkan, sehingga pencapaian tujuan pembelajaran bisa tercapai secara maksimal, (4) Harapan yang lain papan listrik ini bisa jadi pemicu pembaca terutama Guru Fisika untuk berkreasi membuat media peraga lain yang murah meriah. Sedangkan untuk siswa diharapkan bisa menjadi mainan yang menyenangkan dan mengasyikkan di rumah. Papan listrik ini juga bisa digunakan di SMU tentu saja dengan pendekatan yang sesuai.

DAFTAR RUJUKAN
Barus, P.K. & Purnomo. 1995. Fisika 3 untuk SLTP Kelas 3. Jakarta: Depdikbud.
Budikasa, E. & Kertiasa, N. 1997. Fisika 2 untuk SMU Kelas 2. Jakarta: Ditjen Dikdasmen Depdikbud.
Depdikbud. 1993. Garis-Garis Besar Program Pengajaran Fisika SMU. Jakarta: Ditjen Dikdasmen Depdikbud.
Druxes, H. 1995. Kompendium Didaktik Fisika. Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
Kanginan, M. 1997. IPA Fisika 3A. Jakarta: Erlangga.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

CARI CONTENT WEB :

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI




Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -