Elektonika 3
MODUL
EKSPERIMEN II
INVERTING OP-AMP
Mata Kuliah Elektronika 3
Pend. Teknik Elektronika
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2010
MODUL
EKSPERIMEN II
INVERTING OP-AMP
Mata Kuliah Elektronika 3
Dosen : Muhammad Yusro, S.Pd, MT
Prasetyo Wibowo, S.T, M.Eng
DISUSUN OLEH :
AULIA HARRIS (5215072358)
CHANDRA GALISTA (5215072365)
DHIMAS AGUNG PRABOWO (5215072361)
KURNIA NURSYAHRIATI (5215070249)
Pend. Teknik Elektronika
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2010
MODUL EKSPERIMEN II
PENGUAT OPERASIONAL PEMBALIK
(INVERTING OP-AMP)
PENGANTAR
Aplikasi op-amp banyak digunakan sebagai rangkaian pengontrol. Rangkaian terintegrasi (IC) jenis ini utamanya digunakan sebagai amplifier dengan penguatan tinggi. Tanpa adanya rangkaian balikan, op-amp mampu untuk memberi penguatan rangkaian terbuka sekitar 100.000. dengan memasang balikan, op-amp mampu untuk memberi penguatan dari harga 1 sampai setinggi 100.000, tergantung resistor yang dipasang.
Tujuan
Menyusun rangkaian op-amp pembalik sederhana untuk isyarat AC dan DC.
Menerapkan perhitungan untuk menunjukkan besarnya penguatan tegangan dan penguatan arus dengan memasang resistor yang dipilih.
Menyusun penguat operasional sederhana dengan tingkat penguatan tertentu.
Alat dan Bahan
Resistor : 10 k?, 220 k?, 2k2 ?
Kapasitor : 4 µF, 25 V
IC Op-amp : µA741
Osiloskop
Multimeter
Pembangkit isyarat AC
Pencatu daya : ± 9 V atau ± 15 V DC
Prosedur dan Pengamatan
Susun rangkaian pembalik op-amp DC seperti terlihat pada gambar 2.1. Gunakan sumber DC variable sebagai catu daya untuk µA741.
Buatlah rangkaian pembagi tegangan seperti terlihat pada gambar 2.1 untuk mendapatkan VIN variable, yaitu dengan mengatur hambatan potensio RB. Atur sumber DC masukan untuk menghasilkan isyarat sebesar 0,1 V DC.
Hidupkan IC dengan menghubungkannya dengan catu daya. Tegangan keluaran yang terukur (dengan multimeter) pada kaki-kaki RL adalah sebesar _____ V pada Vcc ______ V.
Bagaimana polaritas keluaran dibandingkan dengan isyarat masukkan ?
___________.
Secara berhati-hati naikan tegangan masukan VIN ke harga 0,3 V; dan dengan menggunakan multitester ukur besarnya isyarat keluaran. Isyarat yang terukur adalah sebesar _________ V DC.
Besarnya penguatan DC op-amp dapat ditentukan dengan persamaan AV = R?/Rin. Tanda negative menunjukan op-amp sebagai funsi inversi.
Untuk isyarat masukan sebesar 0,3 V, besarnya penguatan tegangan adalah :
AV = "Rf" /"Rin" "= _________________" .
Bandingkan besarnya pengutan hasil pengukuran yang anda peroleh dari langkah 3 dan 5 dengan hasil perhitungan. Berikan alasan jika terjadi perbedaan.
__________________________________________________________________.
Matikan/lepaskan pencatu daya yang terpasang dan lepaskan sumber isyarat DC yang terpasang. Hubungkan kapasitor 4 µF secara seri dengan RIN dan isyarat AC 400 Hz. Atur keluaran sumber AC tersebut pada harga yang terendah. Hubungkan osiloskop ke kaki-kaki RL.
Nyalakan pencatu daya dan sumber isyarat masukkan. Secara hati-hati atur besarnya isyarat masukkan sinusoida sampai mencapai harga maksimum dimana isyarat keluaran tidak mengalami kecacatan (distorsi). Besarnya tegangan puncak-ke-puncak keluaran yang terbaca di osiloskop adalah sebesar _____________ Vp-p
Gambarkan :
Besarnya teganagn masukkan pada titik tes 1 (TP1) adalah sebesar
_____________ Vp-p.
Gambarkan :
Hitung besarnya penguatan tegangan dari penguat dengan menggunakan rumus
AV = "Rf" /"Rin" . Penguatan tegangan yang diperoleh adalah sebesar AV = "Rf" /"Rin" "= "_________.
Analisa
Jika RF diganti sebesar 250 k?, bagaimana pengaruhnya terhadap penguatan tegangan (AV) pada langkah 7?
Av=-R_F/R_in =-250K/10K=-25 kali penguatan
Jika RF diganti sebesar 50 k?, bagaimana pengaruhnya terhadap penguatan tegangan (AV) pada langkah 7?
Av=-R_F/R_in =-50K/10K=-5 kali penguatan
Jadi Rf mempengaruhi besarnya penguatan


