BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Tempat Kerja Praktik
1.1.1 Perkembangan Industri
Badan usaha yang pertama kali memproduksi semen cap tiga roda adalah PT. Distinc Indonesia Cement Enterprise. Tempat pertama kali produksi adalah plant 1 dan plant 2, di daerah Citeureup-Bogor. Pabrik tersebut memiliki komposisi modal 44% dari pihak asing berupa alat produksi dan 56% dari dalam negeri berupa ongkos eksploitasi. Perusahaan ini pertama kali produksi secara massal tanggal 4 Agustus 1975 dan merupakan produsen semen terbesar di Indonesia.
PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan gabungan enam perusahaan yang dilakukan pada tanggal 1 Januari 1986. Hal ini untuk memenuhi persyaratan penyertaan saham pemerintah. Keenam perusahaan tersebut adalah:
1. PT. Distinc Indonesia Cement Enterprise (DICE).
2. PT. Perkasa Indonesia Cement Enterprise (PICE).
3. PT. Perkasa Indah Indonesia Cement putih Enterprise (PIICPE).
4. PT. Perkasa Agung Utama Indonesia Cement Enterprise (PAUICE).
5. PT. Perkasa Inti Abadi Indonesia Cement Enterprise (PIAICE).
6. PT. Perkasa Abadi Mulia Indah Cement Enterprise (PAMICE).
Kapasitas produksi awal operasi mencapai 500.000 ton pertahun. Seiring terjadi peningkatan kebutuhan semen dalam negeri, Indocement merespon hal tersebut dengan mendirikan perusahaan baru. Jenis yang diproduksi adalah:
1. Semen Portland jenis 1 (semen Portland biasa)
2. Semen Portland jenis 2 (semen Portland dengan panas hidrasi sedang)
3. Semen Portland jenis 3 (semen Portland dengan kuat tekan awal tinggi)
4. Semen Portland jenis 4 (semen Portland tahan panas)
PT. Indocement Tunggal Prakarsa memiliki 12 plant dengan kapasitas produksi total 15,42 juta ton clinker per tahun. Plant-1 sampai plant-8 dan plant-11 berlokasi di daerah Citeureup-Bogor; sedangkan plant-9 dan plant-10 berada di daerah Palimanan-Cirebon; serta plant-12 di daerah Batu Licin, Kalimantan Selatan.
Semula plant-9 merupkan milik PT. Tridaya Manunggal Perkasa Cement, kemudian diambil alih oleh Indocement Group dan berubah nama menjadi PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk plant-9. Biaya yang digunakan untuk pembangunan berasal dari modal dalam negeri. Plant ini memiliki kapasitas terpasang 1,2 juta ton clinker pertahun. Peralatan produksi yang digunakan dibuat oleh Kawasaki Heavy Industry Ltd, Japan dengan menggunakan sistem control tersebar (Distributed Control System/DCS).
PT. Indocement Tunggal Prakarsa plant-10 yang dibangun tahun 1996 merupakan perluasan dari plant-9. Pertimbangan pembangunan plant ini adalah melihat masih terdapat deposit batu kapur sebagai bahan baku semen yang cukup besar di daerah Palimanan-Cirebon.. Selain hal tersebut, latar belakang lain yaitu untuk memenuhi kebutuhan semen lokal yang kian meningkat. Plant ini terletak bersebelahan dengan plant-9 dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton per tahun. Hasil produksi plant ini berupa semen Portland tipe 1 ASTM. Peralatan produksi yang digunakan sama dengan plant-9.


