BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Secara operasional, tujuan pendidikan guru adalah pemilikan wawasan, sikap dan keterampilan sebagai warga negara yang berpendidikan tinggi, penguasaan bahan ajaran, penguasaan dan pemahaman tentang segala hal yang berhubungan dengan peserta didik, penguasaan teori dan keterampilan keguruan, pemilikan kemampuan melaksnakan tugas pofesional dalam hubungannya dengan latar kerjanya secara organisatoris.
Profesi keguruan mempunyai dimensi yang sangat luas dan dalam. Mulai dari pemahaman secara mendalam tentang wawasan yang mendasari pergaulan pendidikan antar guru-murid, penguasaan materi bahan ajar sampai kepada pemahaman tentang latar belakang (setting) dimana atau dalam lingkungan apa tindakan pendidikan itu dilakukan. Dengan kata lain, seorang guru profesional secara tepat bertindak dan menjawab tantangan masalah yang dihadapi dalam tugasnya. Ketepatan ini sangat penting karena situasi pendidikan ini bersifat enmalig –tidak dapat terulang secara persis, jadi hanya berlangsung sekali saja. Jika respon yang diberikan guru keliru, maka ia akan kehilangan waktu yang sangat berharga dalam proses pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Sehingga sifat enmalig ini juga berkaitan dengan efektifitas belajar siswa, efektifitas guru dan efektifitas tersebut akan berakibat pada hasil belajar siswa.
Tahap awal sebelum dilakukan kegiatan PPL atau Program Pengalaman Lapangan adalah kegiatan obervasi pengenalan lapangan. Kegiatan ini sangat penting karena untuk mengenal kondisi lingkungan sekolah yang akan dijadikan tempat PPL, dimana mahasiswa akan mengaplikasikan ilmu dari mata kuliah yang telah diperolehnya.
Adapun tujuan dari kegiatan obeservasi ini antara lain, untuk mengetahui keadaan lingkungan sekolah atau keadaan fisik sekolah seperti letak-letak dan tata ruangan serta fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Selain itu mahasiswa dapat mengenal seluruh staf pengajar, tata usaha dan staf-staf lainnya.
Kegiatan observasi ini dilakukan oleh seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan PPL di SMA Negeri 11 Jakarta. Kegiatan observasi ini biasanya dilakukan satu sampai dua minggu sebelum mahasiswa memulai mendapatkan seluruh tugas-tugasnya dari sekolah baik itu tanggungjawab terhadap kelas, tugas piket dan kegiatan-kegiatan lain yang harus diikuti oleh mahasiswa selama PPL.
Dalam kegiatan observasi ini mahasiswa dapat memulai beradaptasi dengan peraturan atau kebijakan-kebijakan sekolah serta budaya yang dikembangkan di SMA 11 Jakarta. Kemudian mahasiswa juga dapat melihat hubungan sosial atau interaksi sosial baik antar guru dengan guru, guru dengan murid, maupun antar murid itu sendiri. Hal ini dapat mempermudah dalam berinteraksi atau bersosialisasi baik dengan seluruh staff maupun dengan calon murid yang akan diajarnya.
Salah satu kegiatan observasi yang dilakukan mahasiswa yaitu kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan kegiatan ini mahasiswa dapat mengamati dan mempersiapkan diri untuk mengajar dan mengelola kelas tersebut, karena dengan kegiatan ini mahasiswa pun dapat mengenali dan membiasakan diri dengan karakteristik calon muridnya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarakan latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :
1) Bagaimanakan kondisi lingkungan sekolah SMAN 11 Jakarta, baik secara fisik maupun secara interaksi sosial?
2) Bagaimanakan peraturan atau kebijakan serta budaya yang dikembangkan di SMAN 11 Jakarta?
3) Bagaimanakah kondisi kegiatan belajar mengajar pada saat di kelas?
4) Apa yang menyebabkan keterbatasan guru dalam penggunaaan media pembelajaran ?
5) Apa yang menyebabkan motivasi belajar siswa rendah ?
1.3 Tujuan Penulisan laporan PPL
1) Untuk mengetahui kondisi fisik serta fasilitas yang disediakan untuk proses belajar mengajar di SMAN 11 jakarta.
2) Untuk mengetahui peraturan, kebijakan serta budaya yang dikembangkan di SMA Negeri 11 jakarta.
3) Mengetahui pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam mata pelajaran Biologi.
4) Untuk mengetahui penyebab keterbatasan guru dalam penggunaan media pembelajaran
5) Untuk mengetahui penyebab motivasi belajar siswa yang rendah
6) Sebagai bukti tertulis bahwa telah melaksanakan kegiatan PPL.
7) Sebagai tugas laporan akhir tahun dalam kegiatan Program Pengenalan Lapangan (PPL) Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk diserahkan kepada KPS UNJ.
1.4 Tujuan Pelaksanaan PPL
Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan PPL adalah sebagai berikut:
1). Tujuan Umum
a. Mahasiswa dapat menerapkan materi yang diperoleh selama perkuliahan pada kegiatan PPL, sehingga mahasiswa dapat menjadi seorang guru yang profesional di bidangnya.
b. Mahasiswa lulusan Pendidikan Kimia FMIPA UNJ yang memiliki kemampuan di bidang pendidikan Kimia dapat mengaplikasikan ilmunya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah menengah.
2). Tujuan Khusus
a. Melakukan observasi secara objektif kegiatan-kegiatan yang ada di SMA Negeri 11 Jakarta secara terarah dan terencana.
b. Menunjukkan kemampuan sebagai guru dalam proses belajar mengajar yang terprogram pada lingkungan SMA Negeri 11 Jakarta.
c. Menunjukkan kemampuan sosialisasi sebagai calon guru pada proses kegiatan belajar mengajar yang terprogram baik di dalam maupun di luar lingkungan SMA Negeri 11 Jakarta.
BAB II
RANCANGAN KEGIATAN
2.1 Kegiatan yang dirancang
Kegiatan observasi dilakukan selama dua minggu yaitu pada tanggal 4-15 Agustus 2008, minggu pertama dilakukan pengamatan mengenai keadaan lingkungan sekolah, antara lain:
1) Keadaan fisik sekolah, seperti: luas tanah, jumlah ruangan yang ada disekolah, dan ukuran bangunan.
2) Keadaan lingkungan sekitar sekolah
3) Fasilitas sekolah
4) Penggunaan sekolah
5) Guru dan Siswa
6) Interaksi sosial
7) Tata tertib
Selama observasi minggu pertama ini mahasiswa juga mulai beradaptasi dengan peraturan, kebijakan dan budaya yang ada disekolah SMAN 11 Jakarta.
Kegiatan observasi minggu kedua, mahasiswa melakukan observasi kelas, untuk mengetahui kondisi belajar mengajar dikelas, antara lain: cara mengajar guru atau metode yang diterapkan oleh guru, interaksi siswa terhadap mata pelajaran, dan mengenal karakter siswa di masing-masing kelas.
Selain itu mahasiswa juga melakukan observasi terhadap kegiatan siswa di luar jam pelajaran atau ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap hari setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Adapun kegiatan yang diamati oleh mahasiswa antara lain: Paskibra, PMR (Palang Merah Remaja), KIR (Kelompok Ilmiah Remaja), Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, Taekwondo, Teater, Paduan Suara, Majalah Dinding, Sepak Bola, Bola Voly, Bahasa Jerman, Rohkris dan Rohis.
2.2 Cara mengumpulkan data
Dalam kegiatan observasi, untuk mengumpulkan data mahasiswa menggunakan beberapa teknik, antara lain, yaitu:
1) Observasi
Observasi langsung ke lapangan misalnya dalam melihat kondisi sekolah, kegiatan belajar mengajar dikelas dan kegiatan-kegiatan siswa diluar pelajaran.
2) Wawancara
Mahasiswa menggunakan teknik ini untuk mendapatkan data fisik sekolah misalnya luas sekolah, jumlah ruangan, ukuran kelas atau ruangan lain, lapangan olahraga, fasilitas sekolah, dan jumlah guru dan siswa. Data-data tersebut diperoleh dengan meminta bantuan pada staf tata usaha di bagian sarana. Sedangkan untuk mengetahui tata tertib yang berlaku, mahasiswa melakukan wawancara ke bagian kesiswaan dan Guru BK (bimbingan konseling).
3) Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan melakukann studi dokumentasi yang meneliti arsip-arsip SMA Negeri 11 Jakarta, untuk melengkapi dan mendukung pengumpulan data yang berguna untuk penulisan laporan akhir.
BAB III
HASIL PENGAMATAN
3.1 Keadaan Fisik Sekolah
SMA Negeri 11 Jakarta adalah salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang terletak di jalan P.Komarudin 1 PuloGebang Cakung, Jakarta Timur. Posisi sekolah tersebut cukup strategis karena berada di dekat pemukiman penduduk dan dikelilingi oleh beberapa sekolah diantaranya sekolah TK, SD dan SMP.
Ukuran luas tanah sekolah mencapai 5.111 m2 dengan batas-batas sebagai berikut :
• Barat : Masjid dan Lapangan Bola
• Utara : SDN 08 Pulo Gebang
• Timur : SMPN 138 Jakarta
• Selatan : Rumah Penduduk
Bangunan yang terdapat di SMA 11 Jakarta adalah sebagai berikut:
1. Ruang kelas : 7 x 8 m2, banyaknya = 18
2. Masjid : 12 x 15 m2, banyaknya = 1
3. Ruang Kepala Sekolah : 4,6 x 8 m2, banyaknya = 1
4. Ruang Bimbingan Konseling : banyaknya 1
5. Ruang Guru : 15 x 8 m2, banyaknya = 1
6. Perpustakaan : 5 x 10 m2, banyaknya = 1
7. Unit Kesehatan Siswa : 3,5 x 8 m2, banyaknya = 1
8. Ruang OSIS / MPK : 4 x 5 m2, banyaknya = 1
9. Ruang Tata Usaha : 5 x 9 m2, banyaknya = 1
10. Kamar mandi siswa : 4 ruang, banyaknya = 12
11. Kantin : 8 x 19 m2, banyaknya = 1
12. Ruang serba guna : 112 m2, banyaknya = 1
13. Koperasi : 3 x 7 m2
14. Laboratorium IPA : 12 x 7 m2, banyaknya = 1
15. Laboratorium Bahasa : 7 x 8 m2, banyaknya = 1
16. Laboratorium Komputer : 7 x 8 m2, banyaknya = 1
17. Ruang Audio Visual : 7 x 8 m2, banyaknya = 1
18. Lapangan : 22 x 18 m2
19. Pos satpam : banyaknya = 1
Adapun fasilitas sekolah yang terdapat di SMA N 11 Jakarta adalah sebagai berikut:
1. Perpustakaan
Perpustakaan SMA N 11 Jakarta mengoleksi ± 823 judul buku, dengan luas area 120 m2 . Adapun jenis buku yang ada terdiri dari buku cerita, novel, dan buku-buku referensi.. Namun buku-buku yang tersedia belum memenuhi syarat sebuah perpustakaan yang baik dan lengkap. Hal ini dikarenakan koleksi buku yang belum memadai secara kuantitas. Secara kualitas, buku-buku di perpustakaan ini banyak yang sudah mengacu pada referensi universitas. Namun karena keterbatasan jumlah, buku-buku tersebut hanya disimpan dalam lemari tanpa diketahui oleh siswa.
Perpustakaan ini melibatkan satu orang penanggungjawab yaitu Bapak Drs. Sunarto yang merangkap sebagai guru Bahasa Indonesia dan satu orang penjaga perpustakaan yaitu Bapak Susilo yang memiliki latar belakang dari penjaga sekolah yang mengikuti penataran perpsutakaan. Dari hasil pengamatan, dapat dikatakan bahwa pengelolaan perpustakaan SMA N 11 sudah terorganisir dengan baik. Hal ini diketahui dari adanya data inventaris buku yang lengkap, perawatan buku yang baik dan manajemen peminjaman buku yang tegas. Perpustakaan ini juga sudah memiliki mekanisme penghitungan pengunjung yang baik. Mereka memiliki daftar pengunjung setiap bulannya. Untuk tahun 2005, diketahui bahwa jumlah pengunjung perpustakaan rata-rata 6.775 orang per tahun.
2. Laboratorium
Laboratorium SMA N 11 Jakarta memiliki 3 buah laboratorium yang terdiri dari laboratorium IPA, Bahasa serta Komputer. Kegiatan observasi laboratorium ini lebih dikhususkan pada lab Biologi, karena lab ini yang nantinya akan digunakan oleh mahasiswa PPL.
Laboratorium IPA yang dikoordinatori oleh Ibu Dra. Fahri Rubina ini terdiri dari tiga buah ruangan, yaitu satu ruang praktikum dan dua ruangan penyimpanan alat praktikum biologi, kimia, dan fisika. Di dalam ruang praktikum terdapat sepuluh buah meja panjang, ? 40 buah kursi kayu, 1 buah lemari media yang terdiri dari torso-torso organ tubuh, 2 buah lemari penyimpan alat-alat praktikum IPA dan 1 buah lemari penyimpan bahan kimia. Ruangan ini dilengkapi pula dengan 2 buah kipas angin, 4 buah wastafel yang di bagian bawahnya dijadikan lemari penyimpanan alat dan bahan praktikum, 1 buah meja guru, 1 buah televisi, dan 1 buah whiteboard.
Sedangkan di dalam ruangan penyimpanan, terdapat rak-rak untuk menyimpan peralatan praktikum. Di bagian dalam ruang penyimpanan, terdapat ruang penyimpanan lagi yang dikhususkan untuk mikroskop dan peralatan lain yang tersusun cukup rapi. Laboratorium IPA ini digunakan secara bergantian oleh guru pelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia. Di Laboratorium IPA ini terdapat kurang lebih 48 kegiatan praktek per tahun.
Laboratorium Komputer digunakan oleh seluruh siswa SMA N 11 yang sedang mengikuti mata pelajaran TIK. Laboratorium komputer ini dikoordinator oleh Bapak Hadi Ismail, S. Kom. Lab ini dilengkapi dengan 1 buah pendingin ruangan, 23 unit komputer untuk siswa, 1 unit komputer guru, 1 lemari buku dan 1 buah whiteboard, 1 LCD, dan 1 OHP. Laboratorium ini terkadang juga digunakan oleh siswa untuk mengerjakan tugas dan guru untuk mencari bahan ajar, karena sudah dilengkapi dengan fasilitas online setiap hari. Laboratorium komputer ini terdapat kurang lebih 205 kegiatan praktek per tahun.
Laboratorium Bahasa digunakan oleh seluruh siswa SMA N 11 yang sedang mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia, namun tidak selalu setiap pelajaran tersebut siswa menggunakan laboratorium bahasa ini. Di Laboratorium Bahasa ini terdapa kurang lebih 66 kegiatan praktek per tahun.
3. Ruang Seraba Guna
Sekolah ini memiliki ruang Auvi atau ruang audio visual yang digunakan sebagai ruang serbaguna untuk kegiatan rapat guru, halal-bihalal, pertemuan wali murid, kegiatan siswa, dan lain-lain. Ruangan ini memiliki berukuran 9 x 8 x 2 m2. Ruangan ini difasilitasi dengan LCD proyektor tetap, 1 unit komputer, sound system, 2 buah pendingin ruangan dan fasilitas pendukung lainnya.
4. Ruang Bimbingan Konseling
Ruangan ini dikoordinator oleh Ibu Dra. Suhartini. Ruangan ini berfungsi untuk membantu siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama), mengantisipasi berbagai masalah siswa yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, memberikan bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, dan belajar. Di ruang Bimbingan Konseling ini jumlah siswa yang berkonsultasi yaitu 90 orang per tahun.
5. Ruang tata usaha
Ruangan ini dikoordinator oleh Bapak Sunarto, dengan jumlah karyawan tata usaha 7 orang. Ruangan ini berukuran 5 x 9 m2. Fungsi ruang tata usaha ini adalah
• Melayani pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif utuk mencapai tujuan dari sesuatu organisasi.
• Menyediakan keterangan-keterangan bagi pimpinan organisasi itu unuk membuat keputusan atau melakukan tindakan yang tepat.
• Membantu kelancaran perkembangan organisasi sebagai suatu keseluruhan.
3.2 Civitas Sekolah
Civitas sekolah terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa dan komponen- komponen lain yang berada di dalam lingkungan SMA Negeri 11 Jakarta. Berdasarkan data yang diperolah dari pihak administrasi sekolah, jumlah guru seluruhnya adalah 52 orang, jumlah siswa secara keseluruhan berjumlah lebih kurang 699 orang dengan jumlah rata-rata perkelas 40 orang.
Secara umum interaksi antara guru-guru, guru-siswa dan hubungan antar civitas sekolah lainnya terlihat baik.
3.3 Kegiatan Belajar Mengajar
Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMA Negeri 11 Jakarta tahun ajaran 2008-2009 semester ganjil dimulai pada bulan Agustus sampai Desember 2008 dan diakhiri dengan ujian blok semester ganjil yang dilaksanakan pada bulan Desember 2008.
KBM dilaksanakan dari hari senin sampai jumat. Pada hari selasa, kamis dan jumat KBM dilaksanakan dari pukul 06.45 sampai 14.20 yang terdiri dari sembilan jam pelajaran dimana satu jam pelajaran adalah 45 menit, sedangkan untuk hari senin dan rabu KBM dilaksanakan dari pukul 06.45 sampai 13.40 dengan sembilan jam pelajaran dimana satu jam pelajaran adalah 40 menit. Mata pelajaran Biologi untuk kelas X berlangsung selama dua jam pelajaran setiap minggunya, sedangkan mata pelajaran Biologi untuk kelas XI berlangsung selama empat jam pelajaran.
Secara umum, kondisi KBM di SMA 11 Jakarta berlangsung baik. Jika ada guru yang berhalangan hadir, maka digantikan oleh guru infal (guru pengganti).
Materi yang dipelajari pada mata pelajaran Biologi kelas X (sepuluh) adalah ruang lingkup biologi, Kerja Ilmiah, Virus, Bakteri, Protista dan Jamur. Sedangkan materi kelas XI adalah Struktur Sel Hewan Dan Tumbuhan, Mekanisme Perpindahan Zat Pada Sel, Struktur Jaringan Tumbuhan, Struktur Jaringan Hewan, Sistem Gerak Pada Manusia Dan Hewan, Dan Sistem Sirkulasi Pada Manusia Dan Hewan.
Metode yang diterapkan untuk siswa-siswi kelas X dan XI pada umumnya tidak menemui kendala atau kesulitan yang berarti karena penerapannya masih menggunakan metode lama berupa ceramah dengan teknik tanya jawab disertai diskusi, dan juga metode baru yaitu eksperimen. Tetapi seiring dengan diterapkannya kurikulum 2006 yang disebut dengan KTSP, metode pengajarannya ditambah lagi di mana siswa juga dituntut untuk menggali informasi dari berbagai sumber.
Teknik ceramah pada prinsipnya digunakan untuk memberikan informasi atau uraian pokok masalah, dengan kata lain untuk memberikan pengetahuan (kognitif). Sedangkan teknik tanya jawab atau memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya, melatih siswa berani mengeluarkan pendapat atau menimbulkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar.
Teknik diskusi menimbulkan motivasi siswa untuk bertanya, memberi komentar, saran serta mengungkapkan pikiran. Dalam kelompok diskusi setiap anggotanya harus ikut serta berpartisipasi aktif memecahkan masalah yang sedang dibahas. Sedangkan metode eksperimen digunakan untuk memberikan penguatan teori dengan melakukan percobaan sesuai dengan teori yang didapat.
3.4 Interaksi Sosial
Komunikasi merupakan salah satu syarat yang diperlukan untuk saling mengenal dan memahami masing-masing individu dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula di lingkungan pendidikan di mana interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa merupakan salah satu bentuk transfer ilmu pengetahuan. Berikut merupakan interaksi yang diamati pada sekolah latihan:
Interaksi sosial yang terjadi di antara warga sekolah pada umumnya baik. Hubungan guru dengan guru lainnya memperlihatkan hubungan yang sangat baik, saling mendukung dan bekerja sama. Begitu juga hubungan antara guru dan siswa, siswa memperlihatkan rasa hormatnya kepada guru, begitu juga sebaliknya guru memperlihatkan rasa kasih sayang kepada anak-anak didiknya, tak jarang siswa yang berkonsultasi dengan guru yang berkaitan dengan hal organisasi. Hubungan siswa dengan siswa secara umum memperlihatkan hubungan yang baik, hubungan antara kakak kelas dengan adik kelasnya, juga terlihat cukup akrab dan saling bekerja sama. Hubungan guru dengan pegawai tata usah juga sangat baik, terjadi hubungan saling koordinasi yang berkaitan dengan administrasi siswa. Secara keseluruhan di sekolah ini sudah terbangun hubungan kekeluargaan yang sangat baik.
Interaksi Guru Dengan Guru
Dari hasil pengamatan yang dilakukan di lapangan (SMA Negeri 11 Jakarta), interaksi yang terjadi antara sesama guru terjalin dengan sangat akrab, saling mendukung dan saling menghormati. Setiap guru berusaha untuk saling menunaikan tugas dan kewajibannya sebaik mungkin tanpa merugikan orang lain.
Interaksi Guru Dengan Siswa
Salah satu kebiasaan yang diterapkan di SMA Negeri 11 Jakarta antara siswa dengan guru adalah senyum, sapa dan salam. Hal tersebut mengakibatkan suasana belajar yang akrab dan kondusif terbentuk dengan sendirinya, sehingga transfer ilmu menjadi lebih menyenangkan. Dengan kondisi yang demikian, siswa menjadi lebih termotivasi untuk mengembangkan potensi diri baik di bidang akademik maupun ekstrakurikuler. Hal itu terlihat dari prestasi-prestasi yang diraih siswa-siswi SMA Negeri 11 Jakarta.
Interaksi Siswa Dengan Siswa
Keakraban, kerjasama, dan keinginan untuk mengembangkan diri dari masing-masing siswa merupakan cerminan interaksi yang terjadi antara sesama siswa SMA Negeri 11 Jakarta. Hal tersebut menjadikan siswa memiliki sikap tenggang rasa, simpati, maupun empati terhadap siswa lain. Misalnya, bila ada siswa yang merasa kurang mengerti tentang salah satu mata pelajaran maka siswa yang lain berusaha membantu mengajarkan hal yang kurang dimengerti oleh siswa tersebut.
Interaksi Guru Dengan Karyawan
Interaksi guru dengan karyawan di SMA Negeri 11 Jakarta berlangsung dengan baik dan akrab. Masing-masing pihak saling mendukung dan menghormati tugas dan kewajibannya masing-masing.
Interaksi Sosial Secara Umum
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan secara keseluruhan, masing-masing pihak saling mendukung, menghormati dan bekerja sama untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh SMA Negeri 11 Jakarta. Semua pihak ikut berpartisipasi unuk mewujudkan visi dan misi dari SMA tersebut demi kemajuan SMA Negeri 11 Jakarta.
3.5 Tata Tertib Siswa – Siswi SMA Negeri 11 Jakarta
Sekolah merupakan lembaga pendidikan dan pengajaran secara formal serta sumber disiplin untuk mencapai ilmu pengetahuan yang dicita-citakan. Pada dasarnya, keberhasilan pendidikan dapat diukur dengan adanya perubahan sikap perilaku positif pada diri siswa. Untuk mewujudkan perilaku tersebut diperlukan tata tertib yang memuat hak, kewajiban, larangan dan sanksi (bagi siswa yang tidak menaati ). Adapun butir-butir tersebut tertuang dalam uraian sebagai berikut:
3.5.1 Hak-Hak Siswa
• Mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
• Memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya.
• Mengikuti program berkelanjutan,baik untuk mengembangkan kemampuan diri maupun untuk memperoleh pengakuan tingkat pendidikan tertentu yang telah dibakukan.
• Mendapatkan fasilitas belajar, bea siswa atau bantuan lain sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
• Pindah kesekolah yang sesuai dengan persyaratan penerimaan siswa pada sekolah menengah yang dimasuki.
• Memperoleh hasil Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS)
• Menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kemampuan dan aturan yang berlaku.
3.5.2 Kewajiban-Kewajiban Siswa
• Menjalankan ajaran agama/ kepercayaan masing masing.
• Hormat dan sopan kepada semua warga atau keluarga besar SMA Negeri 11 Jakarta, termasuk tamu sekolah.
• Menjaga nama baik diri sendiri, keluarga dan sekolah, dimanapun dan kapanpun berada
• Memelihara keamanan, ketertiban, kebersihan, kerindangan, kenyamanan, kekeluargaan dan keindahan sekolah.
• Melaksanakan tugas-tugas pembelajaran dan tugas tugas lain dari sekolah dengan sebaik baiknya
• Membayarkan biaya pendidikan yang telah ditetapkan
• Mematuhi semua peraturan yang berlaku disekolah
• Membawa kartu pelajar
• Mengisi dan menyerahkan form kesediaan menjalankan tata tertib sekolah.
3.5.3 Kehadiran Siswa
• Jam pelajaran sekolah dimulai jam 6.45 WIB
• Siswa hadir di sekolah paling lambat 5 (lima) menit sebelum jam pelajaran dimulai
• Siswa yang terlambat hadir diperkenankan masuk ke kelas setelah mengisi format keterlambatan dan setelah mendapatkan pembinaan selama 15 menit.
• Selama KBM Berlangsung siswa tidak diperkenankan keluar kelas, izin keluar kelas diberikan apabila:
? Ada keperluan mendesak dan diizinkan oleh guru yang sedang mengajar
? Ada keterangan dari guru piket kepada guru yang sedang mengajar
• Pada waktu pergantian jam pelajaran, siswa tetap berada di dalam ruang kelas menunggu guru berikutnya.
• Apabila 5 menit dari jadual guru belum masuk kelas, pengurus kelas melapor pada guru piket.
• Selama jam belajar, siswa tidak diperkenankan keluar dari halaman sekolah, izin keluar halaman sekolah dapat diberikan apabila:
? Ada permohonan tertulis dari orang tua atau wali siswa setelah dikonfirmasi oleh guru piket
? Ada kepentingan keluarga, dan guru piket melakukan konfirmasi ke rumah dijemput oleh orang tua/ wali siswa karena suatu keperluan darurat
? Ada rekomendasi dari kepala sekolah
? Karena sakit di sekolah dan memerlukan perawatan segera
• Selambat lambatnya 60 menit setelah jam pelajaran berakhir, siswa sudah meninggalkan sekolah , kecuali ada kegiatan sekolah lain yang mendapat izin dari pimpinan sekolah.
• Kegiatan sekolah dihari libur atau diluar jam belajar harus didampingi guru pembimbing dan mendapat izin dari pimpinan sekolah.
3.5.4 Ketidakhadiran
• Bagi siswa yang tidak hadir atau absen di sekolah, maka pada hari pertama ia masuk kembali harus menyerahkan surat dari orang tua/ wali siswa kepada wali kelas atau kepada pim[pinan sekolah.
• Apabila ketidakhadiran pada poin 1 ( satu ) disebabkan sakit dan lebih dari tiga hari harus disertakan surat keterangan dokter, atau orang tua/wali siswa memberi tahu langsung kepada wali kelas atau pimpinan sekolah disertai surat izin.
• Apabila karena suatu hal yang direncanakan akan tidak hadir di sekolah maka orang tua wali siswa harus mengajukan surat permohonan izin kepada wali kelas atau kepada pimpinan sekolah.
• Ketidakhadiran siswa di sekolah tanpa keterangan (alpa) maksimum 5% dari hari efektif sekolah.
3.5.5 Seragam Sekolah
• Senin
Kemeja putih lengan panjang berbedge OSIS, dasi, topi, celana/rok putih, ikat pingggang hitam, sepatu hitam dan kaos kaki putih
• Selasa dan Rabu:
Kemeja putih lengan panjang, celana/rok abu abu panjang berbadge OSIS , ikat pinggang hitam, kaos kaki putih, sepatu hitam
• Kamis:
Celana/rok panjang abu abu, kemeja batik, sepatu hitam , kaos kaki putih, akat pinggang hitam.
• Jum’at
Putra : Baju koko putih, celana panjang abu abu, sepatu hitam dan
kaos kaki putih.
Putri : Blus putih panjang, rok abu abu panjang , jilbab warna
putih, sepatu hitam dan kaos kaki putih
Non Muslim : Kemeja putih berbedge OSIS, celana/rok abu-abu, sepatu
hitam dan kaos kaki
• Pada upacara bendera hari nasional siswa memakai seragam upacara lengkap dengan atribut.
• Siswa pria da wanita harus memakai pakaian dalam hem/kemeja harus dimasukkan kedalam rok/ celana.
• Pada jam pelajaran olah raga siswa harus mengenakan pakaian seragam olah raga sekolah.
• Penampilan siswa harus mencerminkan citra seorang pelajar
3.6 Larangan
Siswa dilarang :
• Membawa dan mengkonsumsi rokok , narkoba dan minuman keras di dalam atau diluar lingkungan sekolah.
• Melakukan atau membawa sarana perjudian
• Membawa/menggunakan senjata tajam, senjata api, atau alat barang yang dapat menimbulkan bahaya/ celaka
• Membawa menggunakan bacaan, alat barang yang berkesan porno dan Kekerasan
• Menghasud atau berkelahi secara pribadi secara pribadi atau kelompok didalam atau diluar sekolah
• Melawan secara langsung atau tidak langsung terhadap kepala sekolah , guru dan karyawan.
• Mencuri barang orang lain secara pribadi atau kelompok
• Berpacaran atau bergaul tanpa mengindahkan norma agama, etika maupun adat istiadat ketimuran
• Melakukan kegiatan atau kerja sama dengan pihak dari luar sekolah tanpa seizin pimpinan sekolah
• Melakukan kegiatan mengatas namakan sekolah diluar sekolah, tanpa izin pimpinan sekolah
• Merusak atau menghilangkan sarana sekolah. Bila hal ini terjadii siswa yang bersangkutan harus mengganti/ memperbaikii barang atau sarana yang rusak / hilang tersebut.
• Meminta uang/ barang lainnya dengan cara memaksa.
• Berpenampilan:
Siswa putra
Rambut melebihi telinga dan krah kemeja, diwarnai atau diberi gel, memakai perhiasan anting, kalung, gelang.
Siswa putri
rambut tidak tertata rapi, rambut diwarnai, mewarnai kuku, memakai lipstik, memakai pinsil alis
? Memakai menggunakan peralatan elektronik selama KBM Berlangsung
? Memberi atau menerima contekan atau bekerja sama pada saat ulangan/ujian.
? Membawa mobil kesekolah
? Merayakan ulang tahun disekolah tanpa izin pimpinan sekolah.
? Membawa aifod dan hand phone ke lingkungan sekolah
3.7 Tata Tertib Guru dan Karyawan
Mengenai tata tertib yang diterapkan pada sekolah ini cukup baik untuk pegawai (guru dan karyawan)sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Penerapan sanksi-sanksi cukup baik mengurangi jumlah pelanggaran, termasuk pelanggaran berupa keterlambatan.
3.8 Disiplin Pegawai Negeri Sipil
1. Setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah.
2. Mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan atau diri sendiri.
3. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara.
4. Mengingat dan mentaati sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil.
5. Menyimpan rahasia Negara dan atau jabatan dengan sebaik-baiknya.
6. Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya.
7. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat untuk kepentingan Negara.
8. Memelihara keutuhan, kekompakkan, persatuan dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil.
9. Segera melaporkan kepada atasan apabila mengetahui ada hal yang membahayakan atau merugikan Negara terutama dalam keamanan, keuangan dan materiil.
10. Mentaati jam kerja
11. Menciptakan, menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaik-baiknya.
12. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya masing-masing.
13. Berpakaian rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan terhadap masyarakat dan atasan, serta sesama Pegawai Negeri Sipil lainnya.
14. Menjadi teladan sebagai warga Negara yang baik dalam masyarakat.
15. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturaan kedinasan yang berlaku.
16. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang.
17. Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setelah pelaksanaan PPL di SMA Negeri 11 Jakarta, mulai dari pelaksanaan observasi sekolah, proses belajar mengajar, sampai dengan perpisahan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Terdapat keterbukaan dari pihak sekolah dalam menerima mahasiswa PPL yang melakukan observasi dan praktek mengajar.
2. Semua mahasiswa PPL melaksanakan tugas sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku di sekolah.
3. Semua mahasiswa PPL diberikan kesempatan yang luas untuk lebih memperoleh pengalaman, bukan hanya pengalaman dalam bidang akademis, tetapi juga non akademis.
4. Interaksi antara guru-guru, siswa-siswa, dan guru-siswa cukup baik. Hal ini dapat terlihat dari hubungan keseharian mereka yang terlihat begitu akrab terutama hubungan antara guru-siswa.
5. Keadaan sekolah secara fisik cukup baik, hanya saja pemanfaatan fasilitas yang ada masih kurang. Contohnya: pengunjung perpustakaan di luar jam pelajaran masih kurang.
6. Sekolah berada pada lingkungan yang cukup kondusif karena letaknya jauh dari lalu lintas kendaraan, sehingga tidak bising dan tercipta suasana belajar yang kondusif.
7. Peran guru BK sekolah ini cukup menonjol baik dalam menangani anak-anak yang melanggar peraturan sekolah maupun anak-anak yang bermasalah.
8. Disiplin yang diterapkan di sekolah ini cukup baik.
9. Aktifnya kegiatan ekstrakulikuler dapat membantu siswa dalam mengembangkan minat dan bakat serta dapat dijadikan sebagai obat penghilang kejenuhan setelah hari belajar.
10. Kekeluargaan dan kebersamaan di sekolah ini cukup terbukti denagn adanya acara buka puasa bersama antara guru, siswa dan karyawan sekolah dan halal bihalal Idul Fitri.
4.2 Rekomendasi
Berdasarkan pengamatan selama praktek mengajar dan kesimpulan yang diperoleh, maka kami merekomendasikan beberapa hal yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pihak sekolah antara lain:
1. Pada setiap pokok bahasan dan sub pokok bahasan materi ilmu kimia sebaiknya disajikan dengan contoh konkret agar dapat diterima dengan mudah, dan memberikan pembelajaran yang dan mengesankan bagi siswa sehingga tujuan pembelajaran umum (TPU) dan tujuan instruksional khusus (TIK) dapat tercapai.
2. Para pendidik memvariasikan metode dan pendekatan mengajar sehingga dapat memotivasi siswa dalam KBM khususnya dalam pembelajaran kimia.
3. UKS sangat penting, dengan cara pembentukan piket harian untuk menjaga UKS.
4. Memaksimalkan peran perpustakaan kalau perlu di dalam perpustakaan diberi musik-musik slow sehingga suasana perpustakaan lebih nyaman, menyenangkan, dan tidak terlalu membosankan.
5. Penggunaan fasilitas sekolah lainnya seperti laboratorium dapat lebih dimaksimalkan untuk meningkatkan pengetahuan siswa
6. Dalam menyajikan bahan pelajaran harus memperhatikan fasilitas yang tersedia guna mencapai tujuan pembelajaran.
7. Dalam menyajikan bahan pelajaran, pendidik juga harus memperhatikan suasana, situasi, kondisi dari sekolah, masyarakat dan siswanya sendiri.


