KODE ETIK ETIKA PROFESI
Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi
Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi:
• Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota Profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi Mampu mengetahui suatu hal yang boleh dialakukan dan yang Tidak boleh dilakukan.
• Kode etik profesi merupakan sarana control sosial Bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.Maksudnya bahwa etika profesi dapat Memberikan suatu pengetahuan Kepada masyarakat agar juga dapat memahami Arti pentingnya suatu profesi,
Sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap Para pelaksana dilapangan kerja.
• Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.
Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atauPerusahaan yang lain tidak boleh mencampuri Pelaksanaan profesi dilain instansi atau perusahaan.
Tanggungjawab profesi yang lebih Spesifik
• Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses maupun produk hasil kerja profesional
• Menjaga kompetensi sebagai profesional.
• Mengetahui dan menghormati adanya hokum yang berhubungan dengan kerja yang profesional.
• Menghormati perjanjian, persetujuan, dan menunjukkan tanggungjawab
KODE ETIK SEORANG PROFESIONAL TEKNOLOGI INFORMASI ( TI )
• Dalam lingkupTI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang professional dengan klien(pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
• Seorang professional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapahal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user; ia dapat menjamin keamanan(security) system kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan system kerjanya(misalnya: hacker, cracker, dll).
