KONTRIBUSI FAKTOR PSIKOLOGIS DAN FAKTOR SOSIAL

abstraks: 

ABSTRACT

Yondrizal. 2007. The Contribution of Psychological and Social Factors in Choosing the Teaching Profession toward the Transferred Students’ Learning Achievement in Teaching Subjects at Faculty of Engineering – Padang State University. Minithesis. Undergraduate Program of Electrical Engineering, Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering - Padang State University. Advisors: (I) DR. Elisna; (II) Drs. Jamin Sembiring, M.Pd.

The research was aimed at finding out the contribution of psychological and social factors in choosing the teaching profession toward the transferred students’ learning achievement in teaching subjects at Faculty of Engineering – Padang State University. The hypotheses proposed in this research were: (1) there was a significant contribution of psychological factor in choosing the teaching profession toward the transferred students’ learning achievement in the teaching subjects at Faculty of Engineering – Padang State University; (2) there was a significant contribution of social factor in choosing the teaching profession toward the transferred students’ learning achievement in the teaching subjects at Faculty of Engineering – Padang State University; and (3) there was a significant contribution of both psychological and social factors in choosing the teaching profession altogether toward the transferred students’ learning achievement in the teaching subjects at Faculty of Engineering – Padang State University.
This research involved 40 transferred students as the samples. They were the transferred students at Faculty of Engineering – Padang State University actively registered in 2006/2007 academic year (semester July – December 2006). The sampling technique used was Total Sampling. Data were collected by using questionnaires and document study. The result of the instrument reliability analysis were 0.921 (reliable) for X1 and 0.869 (reliable) for X2. The research data were then analyzed using correlation and regression formula, and followed by F test. All tests used the level of significance of 95% or α = 0.05.
The results of data analysis revealed that (1) there was a significant contribution (40.8%) of psychological factor in choosing the teaching profession toward the transferred students’ learning achievement in the teaching subjects; (2) there was a significant contribution (22.2%) of social factor in choosing the teaching profession toward the transferred students’ learning achievement in the teaching subjects; and (3) there was a significant contribution (44.5%) of both psychological and social factors in choosing the teaching profession altogether toward the transferred students’ learning achievement in the teaching subjects.
Based on these results, it can be concluded that the two independent variables may then be used as predictors in finding out the level of transferred students’ learning achievement.

ABSTRAK

Yondrizal. 2007. Kontribusi Faktor Psikologis dan Faktor Sosial dalam Pemilihan Profesi Guru terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Transfer FT UNP dalam Mata Kuliah Keguruan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, FT-UNP. Pembimbing: (I) DR. Elisna; (II) Drs. Jamin Sembiring.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kontribusi faktor psikologis dan faktor sosial dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mata kuliah keguruan mahasiswa transfer FT UNP. Hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini adalah: (1) terdapat kontribusi signifikan faktor psikologis dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer FT UNP dalam mata kuliah keguruan; (2) terdapat kontribusi signifikan faktor sosial dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer FT UNP dalam mata kuliah keguruan; dan (3) terdapat kontribusi signifikan faktor psikologis dan faktor sosial secara bersama-sama dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer FT UNP dalam mata kuliah keguruan.
Penelitian ini melibatkan 40 orang mahasiswa transfer sebagai sampel. Mereka adalah mahasiswa transfer FT UNP untuk tahun masuk 2004 dan 2005 yang terdaftar secara resmi pada tahun akademik 2006/2007 (semester Juli – Desember 2006). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Data dikumpulkan melalui angket penelitian dan data dokumenter. Hasil analisis reliabilitas instrument adalah 0,921 (handal) untuk X1 dan 0,869 (handal) untuk X2. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi dan regresi, dan diikuti dengan uji F. Semua uji menggunakan taraf signifikansi sebesar 95% atau α = 0,05.
Hasil analisis data mengungkapkan bahwa (1) terdapat kontribusi signifikan (40,8%) faktor psikologis dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer dalam mata kuliah keguruan; (2) terdapat kontribusi signifikan (22,2%) faktor sosial dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer dalam mata kuliah keguruan; dan (3) terdapat kontribusi signifikan (44,5%) faktor psikologis dan faktor sosial secara bersama-sama dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer dalam mata kuliah keguruan.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel bebas dapat digunakan sebagai prediktor pencapaian hasil belajar mata kuliah keguruan mahasiswa transfer FT UNP.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu tujuan pembangunan nasional dalam pendidikan yang tertera di dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan.
Berbicara mengenai dunia pendidikan muaranya adalah perangkat sistem pendidikan dengan guru sebagai mata penanya. Tanpa guru, tidak akan muncul generasi pintar yang membangun bumi ini. Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati, tetapi mereka hanya mengakui tanpa upaya memberikan suatu penghargaan yang lebih dibanding kepada profesi lain.
Profesi guru yang dulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita, kini menjadi profesi yang kurang diminati dan dihargai dibanding profesi lainnya. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi dokter, insinyur, tentara, polisi, atau profesi lainnya dibanding menjadi guru. Hal ini dapat disebabkan terutama berkaitan penghasilan guru yang belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi (Sutjipto, 1994:25-26).
Namun, sekarang hal itu tidak perlu dikhawatirkan lagi, setidaknya dengan disahkannya Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 telah memberikan harapan terhadap dunia pendidikan di Indonesia, dimana masalah kesejahteraan guru dan dosen menjadi salah satu perhatian utama dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Tepatnya dalam Bab IV Pasal 14 ayat 1 poin a dinyatakan, “…guru memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial”.
Selanjutnya dalam Pasal 15 lebih diperjelas lagi:
Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) huruf a meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi.

Secara objektif, undang-undang ini memberikan harapan bagi masa depan guru dan dosen di Indonesia, atau lebih luasnya, menjadi harapan bagi masa depan pendidikan Indonesia. Diharapkan dengan adanya perubahan penghargaan pemerintah terhadap profesi guru dan dosen, hal ini dapat menjadi cambuk pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Meningkatnya jumlah mahasiswa yang mengambil jalur kependidikan menunjukkan fakta bahwa profesi guru ternyata masih diminati, disamping ada faktor lain yang menyebabkan seseorang memilih jalur kependidikan karena suatu keterpaksaan. Peningkatan untuk memilih profesi guru teknik juga terlihat dengan semakin meningkatnya jumlah mahasiswa Program Studi S1 Kependidikan yang masuk melalui jalur transfer yang berasal dari Program Studi D3 Teknik. Satu lagi bukti nyata yang dapat dilihat saat ini adalah pada Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Padang, dimana pada tahun ajaran 2006/2007 telah dibuka jalur non reguler kependidikan (S1), sehingga mereka yang tidak memiliki peluang untuk masuk melalui jalur reguler (SPMB), dapat memilih masuk melalui jalur non reguler, tentunya setelah melewati proses seleksi.
Dalam hal ini, ada satu fenomena yang perlu dicermati. Hasil penelitian Izhardi (2003) terhadap 46 orang mahasiswa Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang menunjukkan fakta bahwa 56,52% memiliki minat bekerja di industri dan sisanya sebesar 36,96% konsisten memilih profesi guru. Jadi persentasenya lebih besar untuk bekerja di industri. Mereka menempatkan profesi guru sebagai alternatif terakhir, padahal mereka dari awal telah menempuh jalur kependidikan, lain halnya dengan Program Studi D3 yang memang sengaja ditujukan untuk menjalani profesi bukan sebagai guru. Sekarang timbul suatu pertanyaan, mengapa mereka yang sudah jelas berasal dari bidang non kependidikan (Program Studi D3 Teknik) semakin banyak yang memasuki Program Studi S1 Kependidikan melalui jalur transfer? Sementara mereka yang sejak awal sudah mengambil Program Studi S1 Kependidikan lebih cenderung untuk tidak memilih profesi guru kecuali terpaksa.
Timbulnya fenomena tersebut diduga disebabkan oleh karena mereka yang telah menyelesaikan studi di bidang non kependidikan tidak memiliki kesempatan untuk berkarir sesuai dengan bidangnya, karena harus bersaing dengan ribuan sarjana-sarjana lain, sehingga mereka memilih alternatif untuk memilih profesi guru. Alasan lainnya dapat berupa kecilnya peluang masuk lewat jalur SMPB membuat mereka harus mengambil langkah untuk mengikuti Program Studi D3, dengan tujuan setelah menyelesaikan Program Studi D3 mereka dapat melanjutkan mengambil Program Studi S1 Kependidikan. Tuntutan dunia kerja yang mensyaratkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi juga turut menjadi penyebab. Selain itu disahkannya Undang-Undang Guru dan Dosen telah turut memberikan pemikiran baru bagi mereka untuk memilih profesi guru. Hal ini terkait dengan kesejahteraan guru di masa yang akan datang.
Namun kita tidak boleh berfikiran negatif dengan menganggap bahwa mereka transer dari Program Studi D3 ke Program Studi S1 Pendidikan hanyalah sebagai pelarian. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang memilih suatu profesi di bidang keguruan sebagaimana dikemukakan oleh Havighurst dan Neugarten (1957:355) berikut ini:
There are many different factors involved in choosing any occupation. Persons who enter the teaching field do so for a variety of reasons, some of which they recognize and some of they do not. For some, teaching may be regarded as a highly respectable occupation, one that will increase the individual’s prestige in community. For others, it may be seen as an opportunity to lead a life of service. For still other persons, teaching may be seen primarily as an occupation that offers short working hours, long vacation, and long-term security.
Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang memilih pekerjaan di bidang keguruan disebabkan oleh beberapa faktor. Sebagian dari mereka menganggap mengajar sebagai suatu pekerjaan yang terhormat yang dapat menambah prestise seseorang di mata masyarakat. Ada juga yang memilih pekerjaan tersebut oleh karena jam kerja yang pendek, memiliki waktu libur yang panjang serta dapat memberikan jaminan jangka panjang (pensiun).
Havighurst dan Neugarten (1957:356) menyatakan bahwa ada dua faktor yang turut mempengaruhi seseorang memilih profesi guru, yaitu faktor psikologis dan faktor sosial. Faktor psikologis merupakan faktor dari dalam diri seseorang yang turut memotivasi seseorang memilih profesi guru, sedangkan faktor sosial adalah faktor yang besumber dari luar yang juga turut mempengaruhi.
Data jumlah mahasiswa yang mengambil Program Studi S1 Kependidikan Fakultas Teknik yang mengambil jalur transfer terus meningkat setiap tahunnya, apa lagi dengan dibukanya Program Studi S1 Kependidikan Teknik Elektro Non Reguler menunjukkan bahwa profesi guru diduga memang diminati.
Tabel 1. Peningkatan Populasi Mahasiswa Transfer FT-UNP
Jurusan / Program Studi 2003 2004 2005 2006
Pendidikan Teknik Bangunan 2 5 10 11
Pendidikan Teknik Elektro 3 5 8 4
Pendidikan Teknik Elektronika 2 3 2 20
Pendidikan Teknik Mesin 3 6 4 6
Pendidikan Teknik Otomotif 1 1 3 5
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga 7 3 7 25
Total 18 23 34 71
Persentase Kenaikan - 27,78% 88,89% 294.44%
Sumber: PUSKOM UNP
Namun ada satu hal yang perlu dikhawatirkan dari peningkatan populasi tersebut, apakah mereka yang masuk melalui jalur transfer tersebut benar-benar berkualifikasi untuk menjadi seorang calon guru? Kita tahu bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan guru yang benar-benar berkualitas. Di dalam dunia pendikan yang dibutuhkan adalah guru yang bisa memberikan imbas terhadap kemajuan dan mutu pendidikan, bukan guru yang hanya menjadikan profesinya sebagai sumber mata pencaharian untuk bertahan hidup.
Dilihat dari proses penerimaan mahasiswa transfer FT-UNP, belumlah dapat dijadikan tolak ukur bahwa mahasiswa yang diterima merupakan calon guru yang benar-benar berkualifikasi sebagai seoarng calon guru. Dari wawancara dengan salah seorang staff di FT-UNP diperoleh data bahwa rata-rata penerimaan mahasiswa transfer tidak melalui proses seleksi yang ketat, asalkan mereka mampu untuk membiayai kuliah, maka mereka dapat diterima tanpa meneliti lebih lanjut apakah mereka benar-benar memiliki kualifikasi sebagai seorang calon guru, walaupun sebagaian ada yang melakukan semacam tes kemampuan mengajar. Padahal kita tahu saat ini apabila seseorang diterima bekerja di suatu perusahaan/instansi dilakukan semacam tes psikologi terlebih dahulu. Lalu kenapa UNP, khususnya FT sebagai lembaga pendidikan tinggi yang bertujuan untuk menghasilkan calon guru teknik yang berkualifikasi di bidangnya tidak melakukan tes semacam itu. Bertitik tolak dari masalah ini penulis mencoba melakukan penelitian apakah para mahasiswa transfer yang diterima di FT-UNP benar-benar berkeinginan untuk menjadi guru dilihat dari faktor psikologis dan faktor sosial yang diduga turut melatar belakangi mereka memilih profesi guru .
Kemudian dari kegiatan pra-survey yang penulis lakukan tentang rata-rata hasil belajar mata kuliah keguruan yang diambil oleh mahasiswa transfer diperoleh data bahwa lebih dari 80% mahasiswa memperoleh nilai dengan kategori baik. Hal ini diduga faktor psikologis dan faktor sosial dalam pemilihan profesi guru yang akan mereka jalani memiliki kontribusi terhadap hasil belajar mata kuliah keguruan. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkapkan seberapa besar kontribusi faktor psikologis dan faktor sosial dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mata kuliah keguruan mahasiswa transfer dalam mata kuliah keguruan.
B. Identifikasi Masalah
Sebagaimana yang telah diuraikan pada latar belakang, banyak hal yang mempengaruhi seseorang memilih profesi guru. Disahkannya Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 telah memberikan harapan bagi mereka yang memilih profesi guru. Kalau sebelumnya profesi guru dianggap sebagai profesi yang tidak menjamin karena kesejateraan guru yang tidak diperhatikan, maka dengan adanya undang-undang ini diharapkan timbulnya minat masyarakat untuk memilih profesi guru sebagai profesi yang bergengsi seperti halnya profesi lain.
Terbatasnya peluang untuk bekerja di dunia industri (bidang non pendidikan) diduga membuat mereka yang telah menyelesaikan Program Studi D3 harus mengambil alternatif profesi guru dengan mengambil Program Studi S1 Kependidikan. Begitu menyelesaikan studi mereka berharap dapat bekerja di bidang pendidikan (berprofesi sebagai guru atau dosen).
Tak kalah pentingnya adalah faktor yang mendorong seseorang untuk memilih suatu pekerjaan atau profesi termasuk profesi guru, baik itu faktor psikologis maupun faktor sosial. Mustahil bagi seseorang untuk memilih sesuatu tanpa adanya dorongan yang timbul dari dalam dirinya. Faktor dari lingkungan sosial juga turut mempengaruhi seseorang dalam memilih sesuatu termasuk memilih profesi guru.
C. Pembatasan Masalah
Sebagaimana yang telah dijelaskan banyak hal yang mendorong seseorang memilih profesi guru. Namun dalam penelitian ini tidak semuanya dapat dilibatkan oleh karena keterbatasan peneliti, baik dari kemampuan akademik peneliti, waktu, tenaga dan biaya. Oleh karena itu penelitian ini hanya dibatasi pada faktor psikologis dan faktor sosial dalam pemilihan profesi guru yang diduga banyak berkontribusi terhadap hasil belajar mahasiswa transfer FT-UNP dalam mata kuliah keguruan.
D. Perumusan Masalah
Dari batasan masalah di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Seberapa besarkah kontribusi faktor psikologis dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer FT-UNP dalam mata kuliah keguruan?
2. Seberapa besarkah kontribusi faktor sosial dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer FT-UNP dalam mata kuliah keguruan?
3. Seberapa besarkah kontribusi faktor psikologis dan faktor sosial secara bersama-sama dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer FT-UNP dalam mata kuliah keguruan?
E. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas maka penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengungkapkan kontribusi faktor psikologis dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer FT-UNP dalam mata kuliah keguruan.
2. Mengungkapkan kontribusi faktor sosial dalam pemilihan profesi guru transfer terhadap hasil belajar mahasiswa transfer FT-UNP dalam mata kuliah keguruan.
3. Mengungkapkan kontribusi faktor psikologis dan faktor sosial secara bersama-sama dalam pemilihan profesi guru terhadap hasil belajar mahasiswa transfer FT-UNP dalam mata kuliah keguruan.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang terkait dengan dunia pendidikan, khususnya dalam hal pendidikan kejuruan. Manfaat tersebut antara lain:
1 Bagi peneliti sebagai syarat meraih gelar sarjana pada program studi Pendidikan Teknik Elektro maupun sebagai pengasah ilmu dan bekal untuk melaksanakan proses belajar mengajar ketika menjadi guru pada masa yang akan datang.
2 Sebagai bahan pertimbangan bagi semua jurusan di Fakultas Teknik dalam melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa transfer.
3 Sebagai bahan pertimbangan bagi tenaga pengajar/dosen dalam mengembangkan proses pembelajaran terutama yang terkait dengan mahasiswa kependidikan.
4 Sebagai informasi awal untuk penelitian lebih lanjut bagi peneliti lain yang tertarik dengan masalah seputar profesi guru.


Untuk dapat melihat dan mendownload file skripsi lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Member Special dapat mendownload SELURUH file content yang ada di website ini. Daftarkan diri anda segera. UNLIMITED ACCESS

Google

PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannyadi sini

Design by xactive -