PEMAHAMAN MAKNA KATA “ISLAM” DALAM AL QUR’AN SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN KERUKUNAN ANTAR KAUM MUSLIM DAN KAUM NASRANI

abstraks: 

Upaya Membangun Kerukunan Antara Muslim dan Nasrani. Pengertian kerukunan “Upaya mewujudkan kebersamaan dan kekeluargaan, menghargai perbedaan, tanpa pembeda-bedaan (diskriminasi), pengkotak-kotakan, dan tanpa pemisah-misahan (apartheid). “

Kerukunan didefinisikan sebagai suatu keadaan yang harmonis, teratur, aman, tentram, damai, tenang, suasana saling menghormati, menghargai dan bersahabat dalam suatu kelompok sosial, dalam hidup berdampingan sebagai insan beragama. Kerukunan artinya: “Adanya kesadaran untuk menjalin keakraban antar insan berbeda demi tercapainya kedamaian bersama.”

Kerukunan akan tercapai jika masing-masing penganut mempunyai sikap “rendah hati” untuk tidak mencari perbedaan yang jelas berbeda, dengan mengakui, menyadari sesungguhnya, Nasrani dan Islam tumbuh dari rumpun sama, dengan inti sikap penyerahan diri total hanya kepada Allah.

Hadis Muhammad SAW, mengatakan: “Semua umat manusia adalah keluarga Tuhan,...orang yang paling dicintai Tuhan adalah siapa yang paling membantu keluarga-Nya.” Apapun perbedaan, baik itu agama, etnis, warna kulit, semua sama di mata Tuhan. “Innama almuminuna ikwatun, fa aslihu baina ak-waikum” artinya: Sesungguhnya setiap orang Muslim itu bersaudara, maka berinisiatiflah untuk saling berbaikan di antara kamu.”

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Upaya membangun kerukunan antar umat beragama adalah usaha yang harus di upayakan bersama, karena kerukunan adalah syarat dalam hidup bermasyarakat. Pluralitas agama merupakan sunnatullah, maka dialog yang santun menjadi suatu jembatan bagi sehatnya hubungan antar umat beragama. Isa Almasih mengatakan: “Berbahagialah para pendamai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9).
Pandangan yang mengatakan Islam sebagai agama penyempurna dari semua agama, menyebabkan tembok pemisah terhadap keyakinan lain. Kesenjangan tersebut muncul dari penafsiran Al Qur’an yang kurang tepat. Untuk itu pengungkapan kebena-ran yang hakiki akan memungkinkan terciptanya titik temu.
Abdurrahman Wahid seperti dikutip oleh Syamsul Arifin, mengatakan: “Formalisme agama (syari’at) mengakibatkan terjadinya pendangkalan terhadap subtansi makna ”Islam”, hal ini dapat melahirkan kesalahpahaman antara kaum Muslim dan Nasrani.”

Masalah Pokok
Masalah pokok penulisan ini adalah; Pemahaman kaum Muslim tentang “Islam” tidak sesuai dengan penjelasan Al Qur’an, sehingga menjadi kendala terciptanya kerukunan. Karena itu perlu diungkapkan pengertian sebenarnya tentang makna “Islam” agar dapat mempererat tali persaudaraan dalam membangun kerukunan Muslim dan Nasrani.

Tesis

Makna kata “Islam” di dalam Al Qur’an memiliki pengertian orang yang berserah kepada Allah dan bukan menunjuk kepada agama, terbukti bahwa Ibrahim, Musa, Isa Almasih dan para pengikutnya disebut sebagai orang Islam.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian karya ilmiah ini sebagai berikut :
Pertama, Meneliti makna kata “Islam” dalam ayat Al Qur’an.
Kedua, Meneliti makna Islam dari berbagai pandangan aliran Islam khususnya NU dan Muhammadiyah.
Ketiga, Meneliti dan membandingkan beberapa pandangan tentang makna kata Islam dalam Al Qur’an dengan ayat yang selaras dengan Islam di dalam Injil (bisharah).
Keempat, Merumuskan pengertian makna kata “Islam” dalam Al Qur’an dan pengertian makna kata “Islam” di dalam Injil sebagai upaya membangun kerukunan umat Muslim dan Nasrani.

Metode Penelitian

Pertama: Eksegese adalah suatu penelaahan yang cermat dan analitis mengenai suatu bagian kitab agar didapat suatu penafsiran yang bermanfaat sesuai maksud asal penulis. Baik itu dari kitab kaum Nasrani maupun kaum Islam. Penulis juga akan mengambil penafsiran-penafsiran yang ada.
Kedua: Kualitatif. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman yang benar, atau kemungkinan terjadinya kesalahan pemahaman terhadap makna kata “Islam”. Metode kualitatif menurut penjelasan Bogdan dan Taylor seperti dikutip oleh Moleong: “Prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.”
Ketiga: Wawancara. Penelitian dengan menggunakan metode ini adalah untuk memperoleh hasil dari lapangan berdasarkan kenyataan yang ada. Wawancara ini dilakukan kepada para ahli atau kaum Islam yang sudah mengetahui atau telah memperdalam “Islamnya”.

Sistematika Penulisan

Sistimatika penulisan karya ilmiah ini sebagai berikut:
Bab I. PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang masalah, masalah pokok, tujuan penulisan, metode penelitian, batasan penelitian, sistimatika penulisan, kegunaan hasil penulisan.

Bab II. PENJELASAN AL QUR’AN TENTANG MAKNA KATA “ISLAM”
Bab ini menjelaskan makna kata “Islam” dan pribadi dalam Al Qur’an yang dijuluki Islam dan penjelasan dari Injil.

Bab III. KENDALA DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN ANTAR KAUM MUSLIM DAN KAUM NASRANI
Bab ini menjelaskan kendala yang muncul karena pemahaman Muslim tentang makna kata “Islam” tidak sesuai dengan ayat Al Qur’an. Karena itu perlu diungkapkan makna yang sebenarnya tentang makna kata “Islam” agar dapat dicapai kerukunan bersama antara umat Muslim dan Nasrani.
Bab IV. AYAT-AYAT DALAM AL QUR’AN TENTANG MAKNA KATA
“ISLAM” YANG SELARAS DENGAN AYAT-AYAT DALAM INJIL
YANG DAPAT MEMBANGUN KERUKUNAN
Pembuktian makna kata “Islam” dalam Al Qur’an untuk mendapat pemahaman yang hakiki sebagai bahan dialog agar kerukunan tercipta diantara kedua umat. Bab ini mengulas tentang makna kata “Islam” sesuai penjelasan Al Qur’an: mengapa Ibrahim, Musa, Isa Almasih disebut Muslim.
Bab V. KESIMPULAN DAN SARAN
Merangkum keseluruhan uraian dalam karya ilmiah ini. Adapun saran-saran yang disampaikan dalam bagian ini, sebagai dorongan bagi kaum Nasrani dalam menjalin kontak dan membuka dialog dengan kaum Muslim agar mengurangi kesalahpahaman.

Batasan Penelitian

Batasan Penelitian yang dilakukan adalah :
Pertama, Penelitian ini terbatas pada ayat-ayat Al Qur’an yang berbicara tentang pengertian makna kata “Islam”.
Kedua, Meneliti berbagai pandangan tentang makna kata “Islam” dengan mengambil sampel di daerah Purworejo, sebagai pembanding, sehingga dapat diambil pengertian secara obyektif.
Ketiga, Meneliti dan membandingkan beberapa pandangan tentang makna kata “Islam” dalam Al Qur’an dengan ayat yang selaras dengan makna kata “Islam” di dalam Injil (bisharah).

Kegunaan Hasil Penelitian

Hasil penulisan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang tepat terhadap makna kata “Islam” dalam Al Qur’an, dan menjadi sumber yang penting bagi para mahasiswa yang tertarik dengan ilmu perbandingan agama. Amsal 1:5 “Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan .”

Pengertian Istilah

Pemahaman Makna Kata Islam Dalam Al Qur’an.
Makna Kata “Islam” menurut Syari’at
Makna “Islam” dari kata “as sira’ata” the way (jalan). ”Al mutaqeema” the straight (lurus), arti secara harfiah: “Ketentuan hukum yang Allah turunkan melalui para Nabi dan Rasul sebagai panduan umatNya untuk mencapai hidayah Allah.”
Hukum agama tersebut dibawa oleh Ibrahim, Musa, Isa Almasih, serta Muhammad, kepada pengikutnya sebagai syari’at (aturan hukum). Disini makna Islam diartikan sebagai keyakinan akan sunnatulah.

Makna “Islam” Menurut Hakikat
QS.(3) 64 “Aslama yuslimu islaman artinya; Orang yang taat patuh mengabdi dan menyerahkan diri kepada Allah.” sementara dijelaskan dalam Qs 5:111 bahwa; “Para pengikut Isa, taat berserah pada Allah (Muslimun).” “Kamilah penolong-penolong “agama” Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri (Islam), inilah Islam yang sejati, QS Al Imran (3) 52.”
Upaya Membangun Kerukunan Antara Muslim dan Nasrani

Pengertian kerukunan “Upaya mewujudkan kebersamaan dan kekeluargaan, menghargai perbedaan, tanpa pembeda-bedaan (diskriminasi), pengkotak-kotakan, dan tanpa pemisah-misahan (apartheid). “

Kerukunan didefinisikan sebagai suatu keadaan yang harmonis, teratur, aman, tentram, damai, tenang, suasana saling menghormati, menghargai dan bersahabat dalam suatu kelompok sosial, dalam hidup berdampingan sebagai insan beragama. Kerukunan artinya: “Adanya kesadaran untuk menjalin keakraban antar insan berbeda demi tercapainya kedamaian bersama.”

Kerukunan akan tercapai jika masing-masing penganut mempunyai sikap “rendah hati” untuk tidak mencari perbedaan yang jelas berbeda, dengan mengakui, menyadari sesungguhnya, Nasrani dan Islam tumbuh dari rumpun sama, dengan inti sikap penyerahan diri total hanya kepada Allah.

Hadis Muhammad SAW, mengatakan: “Semua umat manusia adalah keluarga Tuhan,...orang yang paling dicintai Tuhan adalah siapa yang paling membantu keluarga-Nya.” Apapun perbedaan, baik itu agama, etnis, warna kulit, semua sama di mata Tuhan. “Innama almuminuna ikwatun, fa aslihu baina ak-waikum” artinya: Sesungguhnya setiap orang Muslim itu bersaudara, maka berinisiatiflah untuk saling berbaikan di antara kamu.”


Untuk dapat melihat dan mendownload file skripsi lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Member Special dapat mendownload SELURUH file content yang ada di website ini. Daftarkan diri anda segera. UNLIMITED ACCESS

Google

PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannyadi sini

Design by xactive -