PERBEDAAN EFEKTIVITAS REBUSAN DAUN SELEDRI, JERAMI DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERKEMBANGBIAKAN Paramaecium sp

abstraks: 

RINGKASAN

Perbedan Efektivitas Rebusan Daun Seledri, Jerami dan Air Kelapa Muda terhadap Perkembangbiakan Paramaecium sp (Sebagai Sumber Belajar Biologi di SMA).
Minahur Rohman, 020210103233, 2006,

Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa karena pendidikan merupakan tempat untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada permasalahan yang berat tentang pendidikan, terutama terkait dengan kualitas, relevansi dan efisiensi pendidikan. Untuk itu perlu diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diharapkan mampu memenuhi tujuan pendidikan nasional serta sesuai dengan kekhasan, kondisi, dan potensi satuan pendidikan.
Silabus SMA, terdapat beberapa kompetensi dasar yang terkait dengan Paramaecium sp, dan praktikum dengan pengamatan Paramaecium sp secara langsung di bawah mikroskop merupakan salah satu cara untuk mencapai kompetensi dasar tersebut. Namun yang menjadi hambatan guru dan siswa adalah ketidakpastian adanya Paramaecium sp pada waktu pengamatan mikroskopis, yang disebabkan tidak ditemukannya spesies ini pada air contoh yang dibawa siswa ke sekolah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh perbedaan hari pengamatan dan perbedaan medium perkembangbiakan terhadap perkembangbiakan Paramaecium sp dan membuat desain pembelajaran menggunakan perkembangbiakan Paramaecium sp sebagai sumber belajar Biologi di SMA. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi FKIP Universitas Jember pada bulan Agustus 2006. Sampel dalam penelitian ini diambil dari selokan pasar Burung Jember. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 80,4 ml, dengan pengambilan secara random. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu medium rebusan jerami, rebusan seledri, dan air kelapa muda. Dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali.
Prosedur dalam penelitian adalah sterilisasi alat, penyediaan medium stok, pembuatan medium pembiakan, penentuan jumlah Paramaecium sp dalam setiap ml medium stok, penentuan banyaknya medium stok (ml) yang harus dipindahkan kedalam setiap gelas medium perkembangbiakan sampai mencapai kepadatan 10 organisme/ml, pemindahan Paramaecium sp dari medium stok (ml) ke dalam medium pembiakan, dan pengamatan medium berumur 3, 6, 9, 12 dan 15 hari setelah penanaman.
Dari hasil perhitungan jumlah Paramaecium sp menunjukkan adanya pertambahan jumlah Paramaecium sp pada masing-masing perlakuan. Untuk medium rebusan jerami dan seledri pada hari ke-3 sampai ke-6 jumlah Paramaecium sp terus mengalami peningkatan dan mencapai puncaknya pada hari ke-6, tetapi pada hari berikutnya terus mengalami penurunan. Pada medium air kelapa muda menunjukkan hasil yang lain yaitu mengalami pertambahan jumlah Paramaecium sp pada hari ke-3 sampai ke-9 dan mencapai puncaknya pada hari ke-9, tetapi pada hari berikutnya terus mengalami penurunan jumlah Paramaecium sp.
Dari analisis data diperoleh hasil bahwa perbedaan hari berpengaruh sangat signifikan terhadap perkembangbiakan Paramaecium sp yaitu dengan signifikansi 0,00 (< 0,01). Hasil analisis dengan Anava tentang perbedaan penggunaan medium pekembangbiakan juga menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan yaitu dengan signifikansi kurang dari 0,01. setelah dilanjutkan dengan uji Duncan maka diperoleh hasil bahwa adanya perbedaan yang nyata antara medium rebusan Jerami dengan air kelapa muda, dan antara rebusan seledri dengan air kelapa muda. Sedangkan antara rebusan seledri dengan rebusan jerami tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Medium air kelapa muda merupakan medium yang paling baik untuk perkembangbiakan Paramaecium sp. Perbedaan jumlah yang sangat signifikan antara medium air kelapa muda dengan dua medium yang lain disebabkan karena adanya perbedaan pH pada medium tersebut. Pada air kelapa muda kenaikan pH relatif sedikit yaitu pada hari ke-0, 3, 6, 9, 12, dan 15 berurutan sebesar 7; 7,5; 7,62; 7,7; 7,77; 7,9, sedangkan dua medium yang lain mengalami kenaikan yang lebih tinggi sehingga medium tersebut mempunyai pH yang tinggi (basa), yaitu pada medium rebusan jerami berurutan 7; 7,2; 7,9; 8,25; 8,65; 8,82, dan pada medium rebusan seledri 7; 7,8; 7,95; 8,32; 8,5; 8,7.
Untuk menerapkan proses dan produk penelitian dalam pembelajaran maka perlu dibuat strukturalisasi penerapan proses dan produk penelitian ini sebagai sumber pembelajaran. Pembuatan strukturalisasi tersebut meliputi beberapa langkah yaitu: 1) analisis produk dan proses penelitian, 2) seleksi pokok bahasan sebagai alternatif penggunaan proses dan produk penelititan sebagai sumber pembelajaran, 3) alternatif kegiatan pembelajaran, 4) pembuatan rencana pembelajaran dan penilaian, 5) evaluasi.

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirrobil’alamin. Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia yang tak terkira sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah (Skripsi) yang berjudul “Perbedan Efektivitas Rebusan Daun Seledri, Jerami dan Air Kelapa Muda terhadap Perkembangbiakan Paramaecium sp (Sebagai Sumber Belajar Biologi di SMA)”.
Karya tulis ini tersusun berkat kerjasama dan bantuan dari beberapa pihak, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Drs. H. Imam Muchtar, S.H, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
2. Drs. Imam Mudakir, M.Si, selaku Ketua Jurusan P.MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
3. Drs. Suratno, M.Si, selaku Ketua Program Studi Pendidikaan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
4. Drs. Suratno, M.Si, selaku Dosen Pembimbing I dan Dra. Jekti Prihatin, M.Si, selaku Dosen Pembimbing II yang dengan tulus dan sabar membimbing dan memberi petunjuk dalam penyusunan skripsi ini serta Drs. Slamet Hariyadi, M.Si, sebagai dosen pembahas yang telah banyak memberikan masukan pada skripsi ini.
5. Drs. Wachju Subchan, M.S., Ph.D., selaku Dosen Pembimbing Akademik. Terima kasih atas bimbingan dan motivasinya selama ini.
6. Mas Tamyis, Rintis dan Herman terima kasih atas bantuannya dalam penelitian ini.
7. Keluarga Besar Techno_Computer dan Ami_Computer, Bos Agus, Mbak Umi, Nisa’, Cak Sur, Cak Upit, dan Cak Nurul terima kasih atas bantuannya.
8. Seluruh keluarga besarku di Kediri, terima kasih atas do’a, dukungan, dan kepercayaannya selama ini.
9. Sahabat-sahabatku sepergerakan, Sutrisno, Lucik, Hadi, Halil, Hairul, Ais, Husna, dan seluruh keluarga besar PMII Rayon FKIP UNEJ terima kasih atas kebersamaannya.
10. Keluarga besar HMPSP Biologi “Lumba-Lumba” yang telah banyak memberikan pengalaman dalam menapak masa depan.
11. Sahabat-sahabatku seperjuangan Yudho, Sunarman, Fatah, Lusi, Rurin, Eny, Wiwik, semua temanku mahasiswa Biologi FKIP Angkatan 2002 dan semua teman-teman Asrama H. Ali, Damanuri, Sigit, dan Majid terima kasih atas kebersamaannya.
12. Semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini hingga selesai.
Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan selanjutnya. Akhirnya penulis berharap Karya Tulis Ilmiah ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak.

Jember, Nopember 2006 Penulis


Untuk dapat melihat dan mendownload file skripsi lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Member Special dapat mendownload SELURUH file content yang ada di website ini. Daftarkan diri anda segera. UNLIMITED ACCESS

Google

PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannyadi sini

Design by xactive -