DAMPAK PEMBERIAN LATIHAN TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA-SISWI SMA

abstraks: 

ABSTRAK
Hasil belajar yang baik di tentukan oleh beberapa faktor, pertama faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti intelegensi, bakat, minat, kemampuan belajar dan motivasi belajar. Kedua faktor yang berasala dari luar diri seseorang seperti lingkungan, cara belajar, keadaan ekonomi, keluarga, sosial, budaya dan latihan dan penguatan. Latihan dapat juga di berikan dengan jalan pemberian tugas olah guru.
Permasalahan dalam penelitian ini apakah terdapat hubungan yang signifikan dalam pembarian latihan dengan hasil belajar Sosiologi siswa SMA N 1 Nan Sabaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian tugas mempunyai dampak terhadap hasil belajar.
Jenis penelitian yang digunakan di tinjau dari segi datanya adalah penelitian kuantitatif dengan cara eksperimen sedangkan apabila di lihat dari tingkat eksperimennya (luas ruang lingkupnya) maka penelitian ini adalah penelitian asosiatif (dampak atau pengaruh). Hasil pengujian hipotesis terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian latihan dengan hasil belajar Sosiologi siswa SMA. Penulis uji dengan menggunakan uji t. ini dapat dilihat dari hasil penelitian dimana harga t hitung besar dari t tabel. Maka metode mengajar yang dapat di gunakan adalah metode latihan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan usaha yang disengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan anak didik agar bermanfaat bagi kepentingan mereka sebagai warga negara atau masyarakat.pendidikan nasional yang berlandaskan pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, cerdas, mandiri dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah, berbagai usaha dilakukan oleh pihak pemerintahan, sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 bahwa ”Pendidikan adalah usaha sadar yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa yang memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kpribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara” (Depdiknas 2003:2)
Begitu juga dengan tujuan pengajaran Sosiologi di Sekolah Menengah pada dasarnya mencakup dua sasaran yang bersifat kognitif dan bersifat praktis. Secara kognitif pengajaran Sosiologi dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dasar sosiologi agar siswa mampu memahami dan menelaah secara rasional komponen-komponen dari individu, kebudayaan dan masyarakat sebagai suatu sistem. Sementara itu sasaran yang bersifat praktis dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan sikap dan prilaku siswa yang rasional dan kritis dalam menghadapi kemajemukan masyarakat, kebudayaan, situasi sosial serta berbagai masalah sosial yang ditemukan
Kenyataaan di lapangan, pembelajaran selama ini cendrung terpusat pada guru ( teacher centered) yang didominasi oleh metode tradisional (ceramah). Guru dianggap sebagai gudang ilmu yang mendominasi kegiatan belajar sehingga apa yang disampaikan guru didengar siswa tampa ada komentar. Sedangkan tugas siswa adalah mencatat apa saja yang diterangkan guru dan mengerjakan tugas-tugas. Untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar, guru sering menemukan kendala terutama untuk materi yang bersifat hafalan. Kecendrungan siswa hanya menerima informasi dari guru, mereka merasa enggan untuk belajar dan berusaha menghindar dari kegiatan belajar sehingga hasil belajar yang diperoleh juga rendah.
Rendahnya hasil belajar IPS siswa khususya Sosiologi ini dapat dilihat pada SMA N 1 Nan Sabaris Pariaman, dimana untuk mata pelajaran Sosiologi Standar kelulusan belajar mengajar (SKBM) adalah 6,8. hasil belajar siswa khususya kelas X masih dibawah standar kelulusan belajar mengajar yaitu di bawah 6,8. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 1.
Rata-rata ujian akhir semester kelas X
Kelas X.1 Kelas X.2 Kelas X.3 Kelas X.4
6,01 6,04 6,03 6,02
Sumber : Tata Usaha SMA N 1 Nan Sabaris Pauh Kamba
Hal tersebut ditimbulkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kurangnya semangat belajar siswa, kurangnya dorongan atau motivasi dari orang tua dan kurangnya perhatian dari orang tua dan guru di sekolah serta kurangnya minat siswa untuk belajar Sosiologi bahkan tidak peduli terhadap pelajaran, kurang tersedianya media yang kurang menarik perhatian siswa dan pendekatan pembelajaran yang kurang tepat sarana dan prasarana yang kurang dan paling intinya adalah kurangnya pemberian latihan dalam belajar oleh guru bidang studi.
Dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan memerlukan perhatian dari pihak-pihak yang berwenang seperti guru, orang tua murid-murid itu sendiri. Di SMA N 1 Nan Sabaris Pauh Kambah Pariaman. Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan ini bisa dilakukan dengan memberikan bimbingan, tes dan pemberian latihan oleh guru bidang studi. Pemberian latihan atau tugas rumah itu mempunyai pengertian sebagai pekerjaan rumah (PR) adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan melalui pemberian latihan (tugas) oleh guru kepada siswa-siswa yang diberi diluar intrakurikuler dan siswa-siswa harus mampu mempertanggung jawabkan kepada guru.
Berdasarkan pengalaman penelitian yang penulis lakukan, dimana siswa banyak menemukan kendala dalam belajar Sosiologi. Mereka mengatakan bahwa belajar Sosiologi membosankan karena guru hanya menggunakan metode satu arah atau metode ceramah, sehingga proses pembelajaran cendrung terpusat pada guru. Komunikasi yang berlansung hanya satu arah, guru mentransfer pengetahuan kepada siswa sedangkan siswa mendengarkan, memperhatikan dan mencatat selama proses pembelajran berlansung.
Proses pembelajaran yang terpusat pada guru ini menyebabkan aktivitas siswa dalam pembelajaran Sosiologi tidak berkembang secara optimal, akibatnya siswa pasif dalam belajar, dan siswa kurang termotivasi untuk menambah ilmunya dari sumber lainnya, karena menganggap guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, dikhawatirkan hasil belajar Sosiologi akan semakin rendah. Suatu cara yang dianggap tepat untuk menetralisir permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan salah satu metode mengajar, metode mengajar tersebut adalah metode pemberian latihan atau tugas kepada siswa setiap menyajikan pelajaran atau yang dikenal dengan tugas rumah (PR).
Latihan tersebut dipertanggungjawabkan kepada guru,guru memerikasa latihan tersebut dan kemudian diserahkan kembali kepada siswa dan siswa tersebut dapat melihat sendiri hasil latihan yang dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat dan dapat meningkatkan hasil belajarnya. Kenyataannya di SMA N 1 Nan Sabaris proses belajar-mengajar telah berjalan dengan baik tetapi masih ada faktor lain yang belum berjalan secara baik yaitu masih kurangnya guru dalam memberikan latihan dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu peneliti mencoba untuk meniliti dan melihat apakah ada dampak pemberian latihan yang diberikan guru kepada siswa terhadap hasil belajar.

B. Batasan dan Rumusan Masalah
Sesuai dengan kemampuan, fasilitas dan waktu yng tersedia maka penelitian ini dibatasi pada:
1. Siswa kelas 1 yang ada di SMA N 1 Nan Sabaris Pauh Kamba tahun ajaran 2007/2008
2. Materi pelajaran yang diambil adalah pelajaran kelas 1 mata pelajaran Sosiologi.
Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang dikemukakan maka rumusan masalah penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara kelompok siswa yang diberi latihan dengan kelompok yang tidak diberi latihan.

C. Tujuan Penelitian
Yang menjadi tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar dalam bidang studi Sosiologi antar kelompok siswa yang diberi latihan dengan siswa yang tidak diberi latihan pada SMA N 1 Nan Sabaris Pauh Kamba Pariaman.

D. Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. Peneliti yang tertarik mengkaji dampak pemberian latihan terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Sosiologi dan membandingkan antara teori dengan prakteknya di lapangan nantinya.
2. Bagi pihak-pihak yang berwenang dalam mengatasi masalah proses belajar mengajar
3. Bagi guru dalam mengambil langkah-langkah kebijaksanaan untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan bila masalah yang dihadapi sama dengan yang dijumpai dalam penelitian


Untuk dapat melihat dan mendownload file skripsi lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Member Special dapat mendownload SELURUH file content yang ada di website ini. Daftarkan diri anda segera. UNLIMITED ACCESS

Google

PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannyadi sini

Design by xactive -