Wacana pembebasan belakangan ini menjadi sanjungan generasi muda bangsa. Gejala ini merupakan resultan dari realitas serupa di negara-negara Dunia Ketiga (baca; berkembang). Wacana ini terbit setelah modernisme dinilai tak mampu lagi merespon seluruh dimensi kehidupan manusia. Modernisme sebagai narasi besar (grand narrative) dianggapkan tak cukup perkasa lagi menjawab 'beban' yang dipikul.
Di dalam dunia islam, diskursus mengenai hal ini telah banyak melahirkan pemikir-pemikir revolusioner dengan latar belakang yang tak jauh berbeda, “kecewa” dengan kondisi kaum muslim yang memiliki konsep ideologi (aqidah) sedemikian maju justru “terpenjara” dalam ideologi tersebut. Hassan Hanafi adalah salah satu diantara sekian pemikir revolusioner tersebut.
MENGENAL PEMIKIRAN HASSAN HANAFI
- click link
- 291 clicks
Untuk dapat mendownload atau merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.
Semua Member Special dapat mendownload atau merequest SELURUH file content yang ada di website ini. Daftarkan diri anda segera. UNLIMITED ACCESS
Silahkan baca syarat dan ketentuannya
