1. BAWANG PUTIH
A. Iklim dan Tanah
1. Iklim
Bawang putih dapat kita tanam di daerah dataran tinggi yang letaknya lebih dari 600 meter di atas permukaan laut, karena selama pertumbuhanya memerlukan udara yang sejuk dan kering.
Bawang putih termaksud tanaman sayuran yang tidak tahan terhadap air hujan. Maka dari itu orang yang menanam bawang putih pada wal musim kemarau.
2. Tanah
Tanaman ini menghendaki tanah yang subur, banyak mengandung
Humus, gembur, dan pertukaran udaranya baik, serta tidak tergenang. Bilaman tanahnya becek maka perlu di buatkan saluraan pembuangan air. Tanah yang di senangi yaitu tanah endapan dan tanah liat berpasir.
B. Cirinya
Pada umunya menyerupai daun prei, yaitu panjang, kecil, pipih,
tidak berlubang. Kelopak inilah yang membalut umbinya. Sehingga umbi kecil ini akan terbalut dengan kuat membentuk sebutir umbi yang besar. Bulat dan warnanya putih. Maka dari itu bawang putih tidak berumput.
C. Bibit
Bibit diambil dari tanaman yang kuat dan tua. Umbi untuk bibit ini
kita tarang selama 2 – 3 bulan. Untuk 1 HA pertanaman akan diperlukan 1500 kg umbi untuk bibit.
D. Menanam
Sebelum bibit di tanamkan, kulit pemablut umbinya harus di kupas
terlebih dahulu, dan siung-siungnya di pisahkan. Untuk mempercepat keluarnya tunas, ujung bibit di potong. Jarak tanam 15 x 20 cm. setelah 1 minggu kemudian bibit mulai kelihatan tumbuh.
E. Pemeliharaan
1. Memupuk.
Berikan campuran pupuk ZA, DS, dan ZK sebanyak 4 gram untuk
setiap batang, yang di berikan melingkar sekeliling setiap tanaman dengan jarak 5 – 10 cm di atas batang.
2. Memberantas Hama.
Hama yang sering merusak tanaman bawang putoh adalah penyakit embun dan penyakit becak-becak daun. Penyakit ini dapat di berantas dengan semprotan Dithane M-45 0,2 – 0,3%.
F. Hasil
Tanaman bawang putih dapat di pungut hasilnya setelah berumur 31/2 – 4 bulan, yaitu setelah daun-daunya mengering. Pemungutan di lakukan dengan mencabut tanamanya. Tanaman yang tumbuhnya baik akan dapat menghasilkan 100 kwintal umbi kering per HA.
