Analisis wacana kritis (AWK) adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menganalisis teks media. Dalam makalahnya, Purnomo (2006:3) menyatakan, “Apabila analisis wacana yang hanya difokuskan pada penggunaan bahasa alamiah dengan analisis semata-mata bersifat linguitis, AWK berusaha menjelaskan penggunaan bahasa dikaitkan dengan perspektif disiplin lain, seperti politik, gender, dan faktor sosilogis lain”. Faktanya, AWK merupakan pengembangan dari analisis wacana (biasa) yang melihat lebih dalam makna yang tersembunyi dari suatu teks.
Penelitian mengenai analisis wacana pada media massa telah dilakukan sebelumnya oleh beberapa mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Unsri, di antaranya Nauval dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Wacana Teks Berita di Sumatera Ekspres Edisi Januari—Maret 2003” dan Risnawati yang pada tahun 2006 lalu mengangkat judul “Analisis Wacana Berita Kriminal terhadap Wanita pada Sumatera Ekspres Periode September—Desember 2005: Kajian Stilistik”. Perbedaan keduanya terletak objek yang diteliti. Risnawati membahas analisis wacana secara lebih spesifik dengan memfokuskan kajiannya mengenai kasus kejahatan terhadap kaum perempuan, sedangkan Nauval cenderung mengamati topik berita kekerasan terhadap wanita dengan segala permasalahan yang kompleks seperti, kekerasan seksual, fisik, ekonomi, dan psikis. Namun demikian, keduanya menggunakan harian lokal Sumatera Ekspres sebagai media kajiannya.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ideologi yang tersembunyi dalam karangan khas (feature) dan strategi penulis menyembunyikan ideologinya dilihat dari struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro.
Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat mengukuhkan pandangan analisis wacana kritis tentang karakteristik media massa dalam kaitannya dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengannya. Secara praktis, penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pembinaan pengetahuan dan kepekaan mahasiswa dalam menganalisis wacana media massa secara kritis dalam kajian analisis wacana ataupun dalam kajian wacana bahasa Indonesia.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahasa merupakan alat komunikasi terpenting dalam kehidupan manusia. Keraf (1993:4) mengemukakan bahwa bahasa merupakan saluran perumusan maksud, melahirkan perasaan, dan memungkinkan menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Dengan demikian, sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan alat berupa bahasa untuk mengungkapakan pikiran, berinteraksi, bekerja sama dan berkomunikasi dengan manusia di sekitarnya.

