Besar kecilnya kebutuhan dari kedua jenis modal kerja tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu volume penjualan, pengaruh musim, kemajuan teknologi. Volume penjualan adalah faktor yang paling utama karena perusahaan memerlukan modal kerja untuk menjelaskan aktifitasnya yang mana puncak dan aktifitasnya itu adalah aktivitas penjualan. Pengaruh Musim penyebabnya adalah musim akan dapat mempengaruhi permintaan dari barang ataupun jasa. Dengan adanya pengaruh musim terhadap permintaan ini, maka penjualan akan berfluktuasi. Fluktuasi penjualan akan mengakibatkan perbedaan-perbedaan jumlah kebutuhan modal kerja dan hal inilah yang menimbulkan adanya modal kerja variabel. Semakin cepat perputaran modal kerja, maka kreditur dan pemegang saham akan beranggapan bahwa tingkat keamanan atau margin of safety lebih tinggi dibandingkan dengan perputaran modal kerja yang lambat. Artinya kreditur akan lebih berminat menanamkan modal kerjanya pada perusahaan-perusahaan yang perputaran modal kerjanya relatif cepat. Adanya modal kerja yang cukup, memungkinkan perusahaan beroperasi seekonomis mungkin sehingga diperlukan kebijaksanaan yang tepat dalam modal kerja. Adanya kebijaksanaan modal kerja yang tepat, akan menyebabkan seluruh aktivitas usaha dapat terjamin dengan lancar sehingga akan mendorong peningkatan profitabilitas, yang dalam hal ini adalah Return On Investment (ROI). Permasalahan yang dilihat adalah bagaimana pengelolaan modal kerja perusahaan,
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara efektifitas komponen modal kerja terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang go public di Indonesia. Sedangkan hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara komponen modal kerja yang diukur dengan perputaran persediaan, perputaran kas dan perputaran piutang terhadap profitabilitas perusahaan. Hasil pengujian hipotesis pertama ditemukan bahwa perputaran kas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Hasil pengujian hipotesis kedua perputaran piutang titak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, dan hasil pengujian hipotesis ketiga ditemukan bahwa perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
