Model pembelajaran ARIAS baik diterapkan pada materi pokok reaksi redoks di SMA Muhammadiyah 4 Surabaya. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas guru yang paling dominan dari putaran I sampai putaran III adalah melakukan latihan terbimbing, memberikan umpan balik dan memotivasi siswa dengan menanamkan sikap percaya diri dan membantu menyadari kekuatan dan kelemahan diri dengan persentase rata-rata waktu aktivitas secara berturut-turut 34.45%; 23.18%; dan 20.23%. Sedangkan aktivitas siswa yang paling dominan dari putaran I sampai putaran III bertanya pada guru, melakukan keterampilan kooperatif dan mengemukakan pendapat dengan persentase rata-rata waktu aktivitas secara berturut-turut 29.99%; 20.43%; dan 22.38%. Dari data dapat disimpulkan pembelajaran berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator pembelajaran. Ketuntasan klasikal siswa mengalami perkembangan dengan rincian pada putaran pertama sebesar 20% (belum tuntas), putaran kedua meningkat menjadi 95% (tuntas) dan pada putaran ketiga menurun menjadi 85% (tuntas). Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARIAS sudah sangat baik yaitu berkisar 85%-95% memberikan penilaian positif.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan zaman, pengetahuan semakin berkembang. Suatu negara bisa lebih maju jika negara tersebut memiliki sumber daya manusia yang mengetahui berbagai ilmu pengetahuan disamping teknologi yang sedang berkembang pesat sekarang ini.
