Kedokteran Hewan

KUALITAS DAGING SAPI BALI MENURUT JENIS KELAMIN DITINJAU DARI WARNA, MARBLING, pH DAGING SERTA KETEBALAN DAN WARNA LEMAK SUBKUTA

abstraks: 

Letak geografis Indonesia yang strategis menyebabkan Indonesia memiliki banyak kekayaan plasma nutfah salah satunya adalah sapi Bali. Sapi Bali merupakan penghasil daging yang baik dengan persentase karkas mencapai 60 %. Peningkatan kesadaran gizi masyarakat menyebabkan masyarakat mulai menuntut kualitas daging yang baik. Kualitas daging dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah jenis kelamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta memberikan informasi tentang pengaruh jenis kelamin terhadap kualitas fisik daging sapi Bali.
Penelitian ini menggunakan sampel daging dari otot longissimus dorsi bagian kiri sapi Bali jantan dan sapi Bali betina. Penelitian ini dilakukan di PT Sumber Makanan Sehat (Rumah Pemotongan Hewan Mergantaka Mandala Temesi) Br. Temesi, Desa Temesi, Gianyar-Bali pada bulan Juni 2009.
Hasil penelitian diperoleh rata-rata kualitas daging sapi Bali jantan dan sapi Bali betina, sebagai berikut : warna daging sapi Bali jantan memiliki nilai rata-rata 1.7 sedangkan sapi Bali betina 2.25, kandungan marbling sapi Bali jantan 0.9 sedangkan sapi Bali betina 1.08, pH daging sapi Bali jantan 6.89 sedangkan sapi Bali betina 6.92, warna lemak subkutan sapi Bali jantan 1.5 sedangkan sapi Bali betina 1.4 dan ketebalan lemak subkutan sapi Bali jantan 4.8 mm sedangkan sapi Bali betina 10.08 mm. Hasil ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat aktivitas, pakan, metode pelayuan serta hormon kelamin yang dimiliki oleh sapi Bali jantan dan sapi Bali betina.
Dari hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa daging sapi Bali betina memiliki nilai rata-rata kualitas yang lebih baik daripada daging sapi Bali jantan. Nilai pH pada daging sapi Bali jantan dan betina juga tergolong tinggi yang dapat diakibatkan oleh faktor kelelahan dan stress serta masih berlangsungnya proses penurunan pH. Sehingga penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan pada daging yang telah mengalami proses penurunan pH secara sempurna.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PEMBERIAN SUPLEMENTASI KOMBINASI PROBIOTIK DAN CHLORELLA UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH Ig A PADA MUKOSA ILEUM AYAM

abstraks: 

ABSTRACT
The aim of the study is to evaluate the supplementation effect of probiotic and chlorella in increasing of Ig A number in mucosal ileum of hen. The study was using sixteen week laying hens that been divided on to four groups of treatment. P0 basal protein diet with 18% level, P1 low protein diet plus 5% probiotics and P3 low protein diet plus 5% chlorella – probiotics. In the end of trial at age 24 weeks, the hens were sacrified to get ileum sample. Immunohistochemistry technique were use to see the expression of Ig A. data analysis using Anova method by SPSS version 13 for Windows. Result shows P3 having the highest expression of Ig A in mucosal ileum of hens.

Keyword : Chlorella, ileum, mucosal immunity, probiotic

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perbandingan Jumlah Total Bakteri Ikan Tuna yg Dibandingkan Dlm Kombinasi Es&Garam Dapur Dgn Es&garam Beryodium

abstraks: 

penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan jumlah total bakteri yang terdapat pada ikan tuna yang dibandingkan dalam kombinasi es dan garam dapur dengan es dan garam beryodium. sampel yang digunakan dalam penelitian ini 36 ekor ikan tuna jenis tongkol dengan berat berkisar 200-300 gram. ikan dibagi atas 3 perlakuan, yang masing-masing kelompok terdiri atas 12 ekor ikan dan dibagi lagi ke dalam 4 buah coolbox. untuk 4 kali pengamatan dengan jarak waktu pengamatan setiap 5 hari sekali. pada kelompok I ikan hanya dibandingkan dengan menggunkan kristal es. kelompok II ikan didinginkan dengan mrnggunakan kombinasi es dangaram beryodium. data penelitian dianalisis secara deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pendinginan ikan dengan menggunakan kombinasi es dan garam beryodium, jumlah koloni yang tumbuh hanya 23 koloni sampai hari kedua puluh. hasil ini menujukkan bahwa tidak melewati ambang batas 100 koloni per gram sesuai standart kesehatan internasional untuk pangan hasil laut yang masih layak dikonsumsi manusia. Dapat disimpulkan, kadar yodium yang terkandung dalam garam menambah efektivitas dalam menekan pertumbuhan bakteri pada ikan yang didinginkan dengan menggunakan kombinasi es dan garam beryodium.

kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pendinginan ikan dengan menggunakan kombinasi es dan garam beryodium menunjukkan penghambatan pertumbuhan bakteri yang maksimal sampai hari ke-20. Dengan kategori jumlah bakteri yang tumbuh masih di bawah normal.

Saran-saran
Perlu dilakukan penelitian lanjutan identifikasi untuk mengetahui jenis-jenis bakteri patogen yang terdapat pada ikan tuna yang disimpan dengan cara pendinginan.

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di download area.
NB: Ada kemungkinan data yang diposting di website ini belum ada filenya, karena dikirim oleh member biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.

FREE JOURNAL UNTUK MELENGKAPI REFERENSI KARYA ILMIAH ANDA, FREE? KLIK DISINI
HOT DOWNLOAD MAKALAH, FULL PAPER? KLIK DISINI
PELUANG KERJA UNTUK FRESH GRADUATE, MAHASISWA TINGKAT AKHIR, BARU LULUS KULIAH? KLIK DISINI
BUTUH BEASISWA STUDY, BEASISWA PENELITIAN, INFO BEASISWA TERBARU? KLIK DISINI
INGIN KULIAH S2 JARAK JAUH? KLIK DISINI



Jika tertarik untuk memasang iklan di website ini, silahkan klik menu contact
Silahkan baca syarat dan ketentuannya

Design by xactive -